Avalanche Naik 20% dalam Dua Hari, Ini Pemicunya!

Rossetti Syarief

24th February, 2022

Harga Avalanche (AVAX) naik sekitar 20% dalam dua hari terakhir setelah inflow senilai 25 juta Dollar mengalir ke produk investasi berbasis AVAX pada 21 Februari lalu.

Inflow tersebut merupakan yang terbesar kedua dalam periode yang sama setelah Bitcoin (BTC) dengan nilai 89 juta Dollar.

Catatan Inflows Sederet Aset Crypto Populer
Catatan Inflows Sederet Aset Crypto Populer

Sebaliknya, Ethereum (ETH) selaku saingan utama AVAX di sektor smart contract harus mencatat outflow sebesar $15 juta.

Dan secara keseluruhan, Avalanche dan produk investasi cryptocurrency serupa menarik sekitar $109 juta, mencatat minggu kelima inflow positif berturut-turut.

Rebound AVAX Terhadap Headwinds Makro

Menariknya, injeksi modal terjadi terlepas dari headwinds makro di atas aset berisiko yang dipimpin oleh konflik berkelanjutan antara Rusia dan Ukraina yang telah menyuntikkan ketakutan besar ke pasar tradisional dan crypto.

Meskipun demikian, harga AVAX tetap berjalan lebih tinggi setelah laporan perusahaan yang ditayangkan pada 22 Februari.

Avalanche naik menjadi $82,50 dari harga sebelumnya yang bernilai $67 pada periode 22 Februari dan 23 Februari, mengembalikan laba di atas kertas sekitar 22% dan memasuki kembali peringkat 10 besar papan cryptocurrency.

Sebagai perbandingan, Bitcoin dan Ethereum hanya menguat sekitar 8% dan sekitar 10,5% pada periode yang sama.

Pergerakan Harga AVAX. Sumber: TradingView

Grafik diatas menunjukan tanda-tanda tren pemulihan AVAX yang mulai kelelahan menguji $80 sebagai resistance.

Prospek Teknikal AVAX ke Depan

Analisis Pergerakan Harga AVAX

Terlihat dari grafik di atas, aksi beli AVAX baru-baru ini juga muncul saat aset menguji rata-rata pergerakan eksponensial 200 hari (EMA 200 hari; ditandai dengan gelombang biru) sebagai support. 

Sementara itu, area merah yang berfungsi sebagai zona kapitulasi pada September-Oktober 2021 menawarkan ruang tambahan bagi investor untuk berakumulasi.

Sebaliknya, AVAX mengalami sedikit pergerakan mundur setelah menguji EMA 50 hari (ditandai dengan gelombang merah) sebagai resistance. 

Pergerakan tersebut membuat harga terjebak di antara EMA 50-hari dan EMA 200-hari, menunjukkan konflik bias jangka pendek antara bull dan bear.

Namun dari perspektif yang lebih luas, tren AVAX telah menurun sejak mencapai hampir $150 pada November 2021.

Demikian pula, pullback yang kuat di bawah support saat ini yang disediakan oleh EMA 200 hari dapat membawa AVAX kira-kira di rentan harga bawah $40. Jadi berhati-hatilah.

Baca Juga: AVAX Lampaui Solana dan Tron dalam TVL

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.