Analis Ini Prediksi Perubahan Dadakan dalam Kondisi Bitcoin

Naufal Muhammad

16th July, 2021

Salah satu analis senior dari SkyBridge Capital, perusahaan yang mengelola lebih dari Rp108,9 Triliun aset, memberi pandangannya terhadap perubahan Bitcoin.

Ia menyatakan dalam waktu dekat akan terjadi “Supply Shock” atau perubahan peredaran sirkulasi yang dapat mempengaruhi harganya untuk naik.

Analis Troy Gayeski Prediksi Perubahan Bitcoin

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Troy Gayeski menyatakan bahwa terdapat kemungkinan perubahan kondisi pada pasar crypto saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan data Bitcoin dimana ia melihat bahwa data on-chain menunjukkan adanya Gerakan akumulasi Bitcoin.

Akumulasi tersebut menurut data yang ia temukan adalah hasil dari investor senior di pasar crypto yang selama ini masih belum menjual kepemilikan Bitcoin sama sekali.

Ia menyampaikan bahwa dorongan beli ini dilakukan dengan mengakumulasi Bitcoin yang dijual oleh pihak yang hanya berspekulasi di pasar. Ia mengatakan,

“Saat kita melihat data on-chain saat ini, terlihat bahwa banyak “investor kuat” yang mengakumulasi dari pihak yang baru masuk tahun lalu dan telah menjual. Kondisi ini membuat kemungkinan adanya Supply Shock seperti yang kita lihat di Bulan Oktober dan November 2020.”

Maksud pernyataanya adalah kondisi saat ini hampir mirip dengan kondisi Oktober dan November pada Tahun 2020, dimana harga Bitcoin naik secara signifikan.

Saat itu, Bitcoin mengalami apresiasi yang signifikan, ditambah dengan adanya kabar dari PayPal yang mempermudah penggunanya untuk transaksi crypto.

Harganya naik signifikan sampai mencapai harga tertingginya di sekitar Bulan Mei pada sekitar Rp900 Juta.

Gayeski kemudian menambahkan bahwa untuk saat ini Bitcoin masih akan menjadi aset yang memiliki volatilitas tinggi.

Tapi ia menegaskan bahwa saat ini kondisinya mulai mengarah ke arah positif yang menambah pandangan positif terhadap harapan apresiasi Bitcoin tahun ini.

SkyBridge Capital Masih Positif

Dikabarkan bahwa saat ini SkyBridge Capital masih memiliki pandangan positif terhadap Bitcoin yang mereka prediksi masih akan naik.

Namun, Gayeski menyatakan bahwa walau positif, SkyBridge sempat mengurangi jumlah dana yang ada di Bitcoin sebelum adanya koreksi besar di Mei 2021.

Hal tersebut kemungkinan adalah aksi pengambilan keuntungan yang juga dilakukan untuk menjaga portfolio keuangannya untuk tetap aman.

Kabar baiknya, dana yang dikeluarkan dari Bitcoin tersebut dialokasikan untuk Ethereum, sehingga saat ini SkyBridge Capital terlihat lebih mendukung Ethereum.

Gayeski sebagai analis dan manajer investasi utama di SkyBridge Capital mengatakan bahwa diversifikasi tersebut dibutuhkan karena inovasi terus berjalan. Ia menambahkan,

“Bitcoin akan tetap menjadi pemimpin dalam alat penyimpan kekayaan, namun Ethereum, hingga saat ini, telah menjadi pemimpin dalam kegunaan dan transaksi. Sehingga kami harus melakukan diversifikasi. Saat ini 9% portfolio kami ada di Ethereum.”

Bulan lalu, SkyBirdge Capital mempublikasi bahwa emas akan naik ke harga tertinggi di Tahun 2022, namun menyarankan investor untuk membeli Bitcoin.

Sebab, perusahaan tersebut memiliki pandangan positif terhadap Bitcoin yang ia anggap akan naik tinggi dan mengalahkan nilai tambah dari emas.

Untuk saat ini Bitcoin dan mayoritas pasar crypto masih terjebak dalam pergerakan konsolidasi yang sudah terjadi cukup panjang.

Namun, dengan mulai meredanya sentimen negatif, harapan untuk apresiasi kembali masih terlihat ada walau masih belum dapat dipastikan kapan terjadi.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.