CEO SkyBridge Capital Ungkap Bitcoin Lebih Baik dari Emas tapi Ada Syaratnya

Felita Setiawan

21st March, 2021

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada 18 Maret, Scaramucci, yang merupakan CEO SkyBridge Capital, memperkuat keyakinannya pada Bitcoin.

Dengan Bitcoin melonjak pada tahun 2021, pertanyaan ysng terus diajukan adalah  apakah keuntungan akan datang jika kita mengorbankan emas atau bagi orang yang gagal memanfaatkan peluang dari risiko yang terkai dengan pencetakan uang pemerintah global.

Baca juga: 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

Membandingkan kedua aset tersebut, Scaramucci memberikan pandagannya meskipun sedikit keraguan tentang preferensinya.

Ia beralasan bahwa emas mungkin telah menjadi pilihan untuk penyimpan nilai selama 4.000 tahun, tetapi tidak ada yang selamanya sebab dunia terus berubah.

Menurutnya Bitcoin (BTC) lebih unggul dari emas namun ada syaratnya yakni investor perlu meluangkan waktu lebih untuk mempelajarinya.

$1 diinvestasikan dalam emas vs. Bitcoin selama 11,4 tahun. Sumber: Woobull

Komentar tersebut muncul di hadapan  padangan emas yang masih kuat, terutama Peter Schiff, yang tetap yakin bahwa Bitcoin akan gagal, dan hanya emas yang akan jadi satu-satunya pilihan untuk melarikan diri dari bahaya kebijakan ekonomi bank sentral.

Bitcoin dalam Peran Uang Sebagai Teknologi

Tapi Scaramucci menekankan bahwa Bitcoin memenuhi peran uang sebagai teknologi .

“Dalam banyak hal, jika Anda mempelajarinya, Bitcoin lebih baik daripada emas. Lebih mudah disimpan, Anda dapat memindahkannya lebih cepat, dan nilai itu  jaringan terpercaya  dan terus tumbuh,” katanya dilansir dari Cointelegraph.

Grafik candle 1 hari XAU / BTC. Sumber: Tradingview

Selain itu Scarmuci juga menekankan jika tidak perlu memiliki banyak Bitcoin hanya memiliki sedikit pun tidak masalah. Ia juga memperkirakan bahwa saat ini ada sekitar 125 juta pengguna Bitcoin, dan memperkirakan angka tersebut akan mencapai 1 miliar pada tahun 2025.

SkyBridge menjadi berita utama ketika meluncurkan BTC fund pada Desember 2020. Pada saat itu harga Bitcoin berada di tengah-tengah salah satu lonjakan parabola menuju $30.000.

Sejak itu, tren kelembagaan semakin cepat. Minggu ini, Morgan Stanley menjadi bank besar pertama yang menawarkan eksposur dana Bitcoin kepada klien.

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, Robby Gutmann, CEO dari penyedia dana NYDIG, mengisyaratkan bahwa minggu ini akan menjadi awal dari banyak pengumuman adopsi, yang akan bersifat “mengubah permainan”.

Felita Setiawan

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.