Di bawah 30 Tahun, 5 Orang Ini Jadi Milyuner Karena Crypto

Rossetti Syarief

14th March, 2022

Akses internet di era digital saat ini jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dapat memberikan keuntungan bagi setiap individu. Salah satunya menjadi milyuner di usia muda dengan sektor crypto.

Ada banyak kisah pemuda yang berhasil sukses karena crypto. Dari mulai berinvestasi dengan aset crypto, menggeluti sektor NFT, hingga meninggalkan pekerjaannya dari perusahaan besar dan memilih kaya dengan menjadi gamer game blockchain.

Berikut ini kisah 5 pemuda menginspirasi yang jadi milyuner di usia kurang dari 30 tahun.

Loi Nguyen

Loi Nguyen memulai perjalanannya sebagai investor pada 2017 dengan membeli BTC, ETH, dan saham tradisional senilai beberapa ratus Dollar. Pada November 2021, investasi crypto yang ia miliki telah melebihi seluruh portofolio sahamnya.

Karena itu, Loi Nguyen yang kini masih berusia 23 tahun itu semakin meningkatkan minatnya pada aset crypto, bahkan ketika ia sedang mengejar gelar Ekonomi.


Loi Nguyen, Mahasiswa Asal Australia yang Jadi Milyuner Muda

“Crypto kembali ke dalam hidup saya ketika saya mengikuti kursus di universitas tentang inflasi. Saya belajar bahwa Bitcoin bisa menjadi disinflasi.”

Menurut Nguyen, ketika pasar tradisional runtuh selama awal pandemi COVID-19, investasi crypto miliknya berhasil melebihi nilai portofolio sahamnya.

Saat itulah fokus investasinya beralih dari pasar tradisional menjadi cryptocurrency, yang akhirnya mengumpulkan 1 BTC selama beberapa bulan.

Dengan niat untuk membeli real estat, Nguyen menguangkan investasi crypto-nya selama November-Desember 2021, ketika BTC mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar $69.000. 

Secara total, ia berhasil menjual kurang dari setengah portofolio crypto-nya, menyisakan sekitar $31.400 (43.000 dolar Australia) untuk menunjukkan bank sebagai bagian dari uang muka.

Setelah menyelesaikan sekolah menengah, Nguyen bekerja penuh waktu selama satu tahun sebagai teller bank, namun menurutnya gaji yang ia terima relatif rendah sekitar $20.400.

“Saya melakukan jauh lebih baik dengan berinvestasi dengan crypto.”

Melihat berita Nguyen tersebar di berbagai media Australia, penasihat keamanan siber Australia, Komite Penasihat Industri Keamanan Siber, kini mulai menyoroti banyak peluang khusus crypto.

Penasihat federal Australia bahkan merekomendasikan eksplorasi empat bidang utama yang dapat membantu memastikan adopsi yang aman dari cryptocurrency di Australia, yang merupakan standar keamanan siber minimum, kemampuan (kesadaran melalui pelatihan khusus) dan pendekatan tindak lanjut serta transparansi operator.

Vitalik Buterin

Jika kamu pernah mendengar tentang Ethereum, kamu juga pasti pernah mendengar tentang Vitalik Buterin, pengembang di balik jaringan yang menduduki peringkat kedua papan cryptocurrency tersebut. 

Saat berusia 20 tahun, ilmuwan komputer kelahiran Rusia tersebut pertama kali mengembangkan Ethereum. Vitalik mendapat inspirasi dari sifat mistik Bitcoin dan memutuskan untuk membuat kode jaringan yang melengkapi layanannya.

Vitalik Buterin Selaku Pendiri Ethereum

Tujuan Vitalik adalah untuk mengembangkan smart contract dan menyediakan platform di mana pengembang blockchain lainnya dapat membangun aplikasi terdesentralisasi dengan mudah.

Teknologi dengan cepat menjadi populer di industri cryptocurrency, mengantarkan Vitalik menjadi pengembang dibalik industri dengan keuntungan satu miliar Dollar tersebut. 

Sejauh ini, Vitalik dilaporkan telah mengantongi kekayaan bersih dari hanya Ethereum saja senilai 1,14 miliar Dollar ketika usianya baru menginjak 27 tahun.

Milyuner Asal Indonesia, Ghozali

Seorang pemuda asal Indonesia bernama Ghozali viral di media sosial setelah potret selfie dirinya yang dijual dalam bentuk aset NFT ramai dikoleksi kolektor kaya.

Awalnya, harga untuk 1 NFT Ghozali Everyday hanya bernilai 0.001 ETH atau sekitar Rp 45 ribu saja. Namun setelah viral hingga mengundang banyak kolektor, harga tersebut belipat ganda hingga bernilai 0.3 ETH atau Rp14 juta per koleksi. 

Diusianya yang baru menginjak 22 tahun, Ghozali dengan koleksinya Ghozali Everyday telah meraup keuntungan Rp 1,7 miliar. Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Ghozali Everyday

Sementara dalam platform OpenSea tersebut, Ghozali kini telah memiliki koleksi foto sebanyak 933 selfie.

Benyamin Ahmed

Selain Ghozali, ada juga investor NFT muda lainnya bernama Benyamin Ahmed. Ia adalah siswa kelas delapan yang berhasil meraup keuntungan tinggi senilai sekitar 1 juta Dollar berkat menjual koleksi NFT.

Yang lebih mengejutkan lagi, Ahmed melakukannya dalam waktu kurang dari setahun.

Koleksi khasnya yang terdiri dari 3.350 gambar berpiksel menampilkan paus yang mengenakan topi baseball, pita, mengenakan pipa rokok, atau menggunakan topi dengan berbagai latar belakang warna-warni.

Koleksi NFT Benyamin Ahmed

Saya memilih ikan paus karena seseorang yang memiliki 1.000 Bitcoin disebut ikan paus,” kata Ahmed pada kesempatan wawancaranya.

Ahmed sendiri belajar tentang NFT ketika seorang teman ayahnya yang merupakan seorang programmer bursa saham London membeli gambar Rare Pepe seharga $27.000.

“Kedengarannya sangat mahal pada saat itu, tetapi teman ayah saya menjual NFT tersebut beberapa bulan kemudian dengan harga setengah juta Dollar. Karenanya, saya menjadi terpesona bahwa seseorang bersedia membayar sebanyak ini untuk sebuah jpeg! Menakjubkan.”

Mantan Karyawan Goldman Sachs Memilin Jadi Gamer

Sam Peurifoy, seseorang berusia 27 tahun rela meninggalkan pekerjaanya demi sebuah game crypto yang berbasis di blockchain Ethereum. Peurifoy memilih meninggalkan pekerjaannya di Goldman Sachs yang kemudian menjadi kapten di dunia video game play-to-earn.

Padahal sebelumnya, Peurifoy memiliki gelar PhD dalam bidang kimia yang merupakan lulusan Columbia University.

Menurut pengakuannya pada sebuah media yang mewawancarainya, hanya dengan bermain game Axie Infinity saja, ia telah mendapatkan sekitar setengah miliar Dollar dalam kurun waktu beberapa bulan saja.

Peurifoy mempercayai masa depan crypto setelah merasakan benefit yang didapatkan dari bermain Axie Infinity dan beranggapan pemasukkannya bermain game lebih besar dari gajinya di Goldman Sachs.

(Menurut Indeed.com, gaji tahunan rata-rata di AS untuk rekanan Goldman Sachs adalah $82.904 per tahun.) 

Jika token dan NFT yang Peurifoy sebut sebagai “uang internet ajaib” ia ubah menjadi dolar Amerika Serikat, pendapatan ekosistem game telah melebihi gaji beserta bonusnya di Goldman Sachs.

Itu adalah 5 kisah pemuda inspiratif yang berhasil menjadi milyuner berkat sektor crypto. Namun, semuanya berbagi satu pengalaman: cryptocurrency tidak dapat diprediksi. Berinvestasi di dalamnya adalah risiko yang harus Anda pikirkan secara mendalam.

Baca Juga: 5 Orang Ini Berhasil Kaya Raya Karena Bitcoin

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.