Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Apa itu Indikator dalam Trading ?

Ary Tantranesia     Monday, February 3 2020

Apa itu indikator dalam trading – Sebelum memulai trading, untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan. Anda harus belajar mengenai strategi trading terlebih dahulu, khususnya bagaimana menggunakan indikator dalam trading.

Banyak trader, terutama trader baru, condong ke trading berbasis indikator karena mereka percaya indikator memungkinkan mereka untuk memprediksi apa yang akan terjadi di market dan kemana akan pergi dengan presisi.

Hal itu tidak sepenuhnya benar, tetapi indikator dapat membantu memberikan sinyal market tertentu, jika Anda sudah bisa membaca indikator dengan efektif.

Apa itu Indiktaor trading?

Apa itu Indikator trading ? indikator dalam trading adalah perhitungan matematis, yang digunakan sebagai garis pada grafik harga dan dapat membantu traders mengidentifikasi sinyal dan tren pasar. Indikator utama adalah sinyal perkiraan yang memprediksi pergerakan harga di masa depan, sementara indikator yang tertinggal melihat tren masa lalu dan menunjukkan momentum.

Karena ada begitu banyak yang harus dianalisis pada grafik harga, indikator membantu menyederhanakannya. Inilah sebabnya indikator perlu dipelajari oleh traders pemula. Traders pemula biasanya mencoba menemukan indikator yang akan menentukan trend dan pembalikan trend bagi mereka, bukannya mempelajari cara mengidentifikasi tren pada grafik harga, 

Trading berbasis indikator bergantung pada indikator untuk menganalisis harga dan memberikan sinyal perdagangan. Banyak indikator digunakan untuk membaca sinyal perdagangan tertentu yang mengingatkan traders bahwa sekarang adalah waktu untuk melakukan trading.

Baca juga : Apa itu Trading ? Panduan Lengkap untuk pemula

Fungsi Indikator dalam Trading

Indikator Analisis Teknis Forex biasanya digunakan untuk memperkirakan perubahan harga. Indikator adalah perhitungan yang memperhitungkan volume dan harga instrumen keuangan tertentu. Dengan menggunakan indikator, traders dapat membuat keputusan tentang signal masuk dan keluarnya pasar.  

Tipe-tipe Indikator Trading

Ada ribuan indikator, dan indikator baru sedang dibuat setiap saat dengan cara menggabungkan indikator dan menggunakan indikator dengan cara yang berbeda, ada banyak metode trading yang melibatkan indikator. salah satunya adalah strategi crossover, hal ini terjadi ketika  harga atau indikator melewati jalur dengan indikator lain.

Baca juga : Apa itu Margin Trading ? Panduan lengkap untuk pemula

Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Moving average convergence divergence (MACD) adalah indikator tren dan terdiri dari garis cepat, garis lambat, dan histogram. Ini adalah indikator tren dan terdiri dari garis cepat, garis lambat, dan histogram. Input untuk indikator ini adalah faster-moving average (MA-fast), slower-moving average (MA-slow), dan angka yang menentukan periode untuk moving average lainnya (periode MA).

MACD garis cepat adalah pergerakan moving average dari perbedaan antara MA-fast dan MA-slow. MACD garis lambat adalah moving average dari MACD garis cepat. Jumlah periode didefinisikan oleh periode MA. Akhirnya, histogram menunjukkan perbedaan antara garis cepat dan lambat MACD.

Bollinger Bands

Bollinger band adalah indikator volatilitas. Indikator ini terdiri dari moving average sederhana, dan 2 garis di plot pada 2 standar deviasi di kedua sisi garis rata-rata bergerak pusat. Garis luar membentuk band. Sederhananya, ketika band itu sempit, pasar sepi. Ketika band ini lebar pasarnya ramai

Anda dapat menggunakan Bollinger Bands di trading market ataupun ranging market. Ranging market adalah ketika harga memantul di poin harga tinggi dan rendah. Di ranging market, awasi Bollinger Bounce. Harga cenderung naik dari satu sisi band ke sisi lain, selalu kembali ke moving average. Anda bisa memikirkan regresi seperti ini ke mean. Harga akan kembali ke rata-rata seiring berjalannya waktu.

Baca juga : Cara membaca candlestick untuk pemula

Dalam situasi ini, band bertindak sebagai level support dan resistance dinamis. Jika harga mencapai puncak band, maka lakukan order jual dengan stop loss tepat di atas band untuk melindungi dari breakout. Harga harus kembali turun ke rata-rata, dan mungkin bahkan ke garis bawah, di mana Anda bisa mengambil keuntungan.

Saat pasar sedang tren, Anda dapat menggunakan Bollinger Squeeze untuk mengatur waktu masuk trading Anda dan menangkap breakout sejak dini. Ketika band semakin berdekatan, ini menunjukkan bahwa breakout akan segera terjadi. Jika candle breakout dibawah band bawah, pergerakan umumnya akan berlanjut adalah tren turun.

Jika candle breakout di atas band atas, pergerakan umumnya akan berlanjut dalam uptrend. Singkatnya, perhatikan Bounce Bollinger di ranging market harga akan cenderung untuk kembali ke rata-rata. Di pasar yang sedang tren, gunakan Bollinger Squeeze

Fibonacci

Peran support resistance sangat penting dalam penerapan Fibonacci Retracement karna ketika terjadi penurunan harga di support terdekat maka pergerakan harga yang mungkin terjadi adalah retrace dan harga memiliki kesempatan untuk naik, begitu juga sebaliknya, kenaikan harga hingga mendekati titik resistance terdekat akan terjadi retrace dan harga akan turun. 

Perlu diingat bahwa Fibonacci merupakan tools analisa yang sering dipakai untuk trading forex dan belajar forex, traders perlu menentukan sendiri titik-titik swing harga untuk menjadi patokan sebelum menarik garis Fibonacci, oleh karena itu penarikan garis Fibonacci akan menjadi subjektif karna hasilnya bisa berbeda untuk setiap traders.

Jika harga sedang naik, maka garis Fibonacci ditarik dari swing low ke swing high. Jika harga sedang turun, maka yang ditarik adalah swing high ke swing low untuk membuat garis Fibonacci. 

Moving Averages

Moving average adalah salah satu strategi indikator yang paling mudah, pengertian indikator moving averages adalah indikator teknikal yang menggunakan perhitungan pergerakan harga dengan menyaring pergerakan harga yang bersifat random. Sebagai indikator, Moving Average bersifat trend-following (mengikuti tren) dan lagging (tertunda) karena dibuat berdasarkan harga yang telah terjadi. 

Baca juga : Cara belajar trading dalam 5 langkah

Strategi Trading

Bagi pemula yang baru belajar forex maupun cryptocurrency, penting untuk mengetahui apa saja strategi trading yang umumnya digunakan untuk mengurangi kemungkinan kerugian dikemudian hari. Berikut adalah strategi trading yang biasanya digunakan:

Day Trading

Strategi trading yang umumnya dilakukan adah day trading, Seorang trader bisa tergolong sebagai day trader ketika Anda trading empat kali atau lebih selama rentang waktu lima hari, asalkan jumlah trading per hari lebih dari 6% dari total aktivitas trading selama periode tersebut, atau bursa dimana Anda telah membuka akun yang menganggap Anda sebagai day trader.

Baca juga : Cara belajar trading untuk pemula

Position Trading

Beberapa benar-benar menganggap position trading sebagai strategi beli dan tahan (hold) dan bukan trading aktif. Namun, position trading ketika dilakukan oleh trader yang sudah berpengalaman, dapat menjadi bentuk trading aktif. Position trading menggunakan grafik jangka panjang – periode harian hingga bulanan – dalam kombinasi dengan metode lain untuk menentukan tren arah pasar saat ini. Jenis trading ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu dan kadang-kadang lebih lama, tergantung pada tren harga.

Trend traders mencari higer highs berturut-turut atau lower highs untuk menentukan trend yang aman. Dengan memasuki posisi di tren tertentu, tren traders bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari naik turunnya pergerakan pasar. Trend traders hanya menentukan arah trend pasar tetapi tidak mencoba memprediksi level harga.

Swing Trading

Swing trader membeli atau menjual sesuai dengan volatilitas harga, maksudnya adalah swing trader menentukan jual atau beli ketika harga mencapai titik-titik tertentu untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin saat harga bergerak ke arah trend tertentu.

Swing trading biasanya diadakan selama lebih dari satu hari tetapi untuk waktu yang lebih singkat daripada trend trading. Swing trader sering membuat seperangkat aturan trading berdasarkan analisis teknis atau fundamental.

Aturan ini akan digunakan untuk menetapkan kapan harus membeli dan menjual. Pasar range-bound atau sideways adalah risiko bagi swing trader.

Scalping Trading

Scalping merupakan strategi yang sering digunakan oleh trader karna para traders melihat kesempatan di posisi-posisi yang sudah mereka buka walaupun profit yang didapat masih kecil. Bedanya dengan day trading adalah day trader biasanya akan menutup posisinya di hari yang sama, sedang kan scalpers membuka banyak posisi dan menggunakan time frame 1 menit untuk mendapatkan keuntungan ketika harga naik meskipun keuntungan yang didapat kecil. Scalpers berusaha untuk mempertahankan posisi mereka untuk waktu yang singkat, sehingga mengurangi risiko yang terkait dengan strategi.

Karena tingkat keuntungan per trading kecil, scalper mencari pasar yang lebih likuid untuk meningkatkan frekuensi perdagangan mereka. Dan tidak seperti swing trader, scalper menyukai pasar yang tidak rentan terhadap pergerakan harga mendadak sehingga mereka berpotensi membuat spread berulang kali pada harga bid yang sama

Baca juga : Cara trading bitcoin untuk pemula


Sebelum memulai trading, baik itu trading forex, trading saham, atau trading cryptocurrency, banyak hal yang harus dipelajari guna menghindari trading dengan ceroboh. Hal-hal dasar yang perlu dipahami adalah apa itu indikator, bagaimana cara membaca indikator, strategi-strategi trading, dan beberapa istilah trading yang sering digunakan.

Trading merupakan aktivitas yang sangat beresiko, oleh karna itu diperlukan kebijakan dari traders untuk menggunakan uang yang memang sudah disediakan khusus untuk trading.

Baca juga : Cara Margin trading untuk pemula

Poin Penting
Artikel Terkait

 Lihat Lebih