Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)
Linkedin Share
twitter Share

DeFi · 5 min read

3 Alasan Investor Institusi Pindah ke Sektor DeFi

Menurut data dari Bank Dunia atau World Bank, Tahun 2020 merupakan tahun dengan pertumbuhan ekonomi global terburuk sejak 1961. Salah satu penyebabnya adalah virus Covid-19.

Sumber: World Bank

Pertumbuhan perekonomian yang terhambat menghasilkan penurunan produk domestik bruto hingga 3,405% dibanding 2019.

Melihat kondisi ini, umumnya pemerintah dan bank sentral mengeluarkan kebijakan yang mendorong masyarakat untuk membelanjakan uangnya dibandingkan dengan menabung.

Tujuannya adalah untuk mendorong kembali perputaran uang dan meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi.

Namun kebijakan ini tidak selalu disambut baik oleh Investor konstitusional yang akan dirugikan karena bunga dan imbalan yang mereka terima mengalami penurunan.

Sehingga dalam kondisi ini banyak investor institusi yang mencari alternatif dan salah satunya masuk ke sektor Decentralized Finance (DeFi).

Kebijakan Ekspansif Pemerintah dan Bank Sentral

Kondisi perekonomian saat ini telah memaksa pemerintah dan juga bank sentral di mayoritas negara untuk menggunakan kebijakan ekspansif.

Kebijakan ekspansif adalah seluruh kebijakan akan dilakukan untuk menambah jumlah uang beredar. 

Tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk mendorong kembali konsumsi masyarakat dan kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi pulih kembali.

Dalam kondisi ini pemerintah melakukan segala cara untuk memberikan dana bantuan.

Bank sentral juga akan diminta untuk mendorong kebijakan ekspansif tersebut, dimana salah satunya adalah menurunkan suku bunga acuan. 

Tujuan dari penurunan suku bunga acuan tersebut adalah agar insentif masyarakat untuk menabung menjadi berkurang. 

Sebab, dengan turunnya suku bunga acuan dari bank sentral, maka bank komersial akan menurunkan seluruh suku bunga dalam jasanya. 

Penurunan Keuntungan Investor Institusi

Penurunan ini termasuk penurunan suku bunga untuk pinjaman, yang mempermurah biaya meminjam di bank, dan penurunan suku bunga tabungan, yang mengurangi insentif menabung.

Dengan menurunnya suku bunga tabungan dan pinjaman, sayangnya suku bunga atau imbalan dari produk investasi lain seperti deposito juga akan turun. 

Sebab pemerintah dan bank sentral sedang mendorong peningkatan peredaran uang, dan semua hal yang melibatkan penyimpanan atau penguncian uang akan dikurangi insentifnya. 

Hal ini membuat banyak investor institusi dan juga investor ritel di pasar konvensional mengalami penurunan dalam keuntungan pasifnya.

Alasan dari pernyataan tersebut adalah perilaku investor yang mencari keuntungan melalui beberapa produk perbankan seperti deposito dan tabungan berbunga tinggi.

Nampaknya investor institusi telah berlari ke dunia crypto, terutama Sektor Decentralized Finance atau DeFi untuk mencari keuntungan yang lebih menarik.

Fenomena ini juga disadari oleh CEO Triv, Gabriel Rey, yang menyatakan bahwa, “Sekarang pemainnya bukan cuma investor ritel seperti kita, tapi institusional yang mulai cari bunga lewat DeFi.” 

Kondisi ini yang juga menjadi penyebab mengapa Sektor DeFi mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam satu tahun terakhir. 

Pertumbuhan Pesat oleh Sektor DeFi

Fenomena perpindahan dana oleh investor institusional ini memperlihatkan pertumbuhan total value locked atau jumlah dana yang terkunci di Sektor DeFi.

Tercatat bahwa terjadi apresiasi sebesar 486,43%  dalam jumlah dana yang terkunci di Sektor DeFi sejak Januari 2021 hingga saat ini. 

Sebagian besar dana ini diprediksi berasal dari investor institusi, bersama dengan adanya fenomena DeFi yang berkembang bernama DeFi Summer. 

Prediksi ini datang akibat jumlah dana yang dimiliki oleh investor institusi yang dapat membuat apresiasi sebesar ini. 

Dana yang masuk dari investor institusi ini juga mendorong banyak investor ritel dan investor baru untuk mulai mendalami DeFi. 

Sehingga akibat investor institusional dan juga investor ritel yang memberikan efek timbal balik antara satu sama lain di Sektor DeFi, dana yang terkunci terlihat terus tumbuh. 

CEO dari Triv, Gabriel Rey, juga menyatakan bahwa banyaknya investor ritel yang terjun ke dunia DeFi adalah karena kepercayaan terhadap investor institusi. Ia menyatakan, “Kalau investor institusional sudah masuk (ke Sektor DeFi) itu pertanda ada suatu yang besar, karena mereka pasti melakukan riset dalam terlebih dahulu. Jadi tidak heran jika ada peningkatan dalam transaksi DeFi oleh institusi dan ritel.”

Pernyataan tersebut menandakan bahwa terdapat analisis mengenai pertumbuhan DeFi saat ini yang cukup signifikan dan tidak bisa dihindari. 

Sehingga dapat dilihat bahwa saat ini Sektor DeFi adalah salah satu tujuan utama oleh investor ritel dan institusional.

Oleh karena itu, untuk mendalaminya merupakan sebuah hal yang dapat diangap sebagai prioritas, jika ingin memanfaatkan seluruh dunia crypto. 

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

Topik

author
Naufal Muhammad

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.