Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

10 Tahun Bitcoin: Yuk Lihat Sejarahnya!

Aulia Medina     Saturday, November 10 2018

Halloween 2018 lalu menandai 10 tahun Bitcoin, cryptocurrency pertama di dunia, sebuah aset yang diklaim mengubah persepsi dari apa yang dianggap sebagai aset dalam market keuangan dunia.

Satu dekade lalu, founder misterius Bitcoin, Satoshi Nakamoto, mempublikasikan paper akademis sepanjang sembilan halaman yang berjudul: “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.” Paper tersebut dianggap sebagai sumber awal cryptocurrency, membawanya pada transaksi pertama Bitcoin yang dilakukan di awal 2009.

Tidak mungkin mengatakan berapa banyak peningkatan bitcoin dalam harga tunggal inkarnasinya yang paling awal, karena nilainya pada saat itu adalah dalam pecahan sen. Estimasinya, berdasarkan harga saat itu sekitar $6,300 per koin and harga awal kurang dari $0,01, nilai Bitcoin akan meningkat lebih dari 1 juta pada dekade terakhir.

2008-2010: Tahun-tahun awal

Transaksi Bitcoin pertama dilakukan secara privat, sehingga tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana mereka. Namun trade pertama dipercaya dilakukan antara Nakamoto dan developer Hal Finney. Banyak yang menspekulasi bahwa Finney, yang meninggal pada 2014, mungkin sebenarnya adalah Satoshi Nakamoto.

Pemakaian Bitcoin berkembang secara perlahan awalnya, dengan cryptocurrency kali pertama mendapat perhatian banyak orang pada Mei 2010 pada hari yang dikenal dengan “Bitcoin Pizza Day.”

Pada 22 Mei kala itu, pembelian dua pizza Papa John oleh Laszlo Hanyecz sebagai penggemar Bitcoin menandai transaksi real-world Bitcoin. Hanyecz menukarkan 10.000 Bitcoin untuk dua pizza besar Papa John, penjualan yang sekarang senilai $63 juta.

Baca juga artikel ini: Ini Dia, 3 Metode Untuk Mendapatkan Bitcoin

2013-2017: Daya tarik utama

Perjalanan Bitcoin berlanjut dengan perlahan saat ini, namun mulai menarik perhatian pada 2013 setelah terjadi banyak inflasi besar-besaran dalam mata uang. Di akhir 2013, cryptocurrency mengalami lonjakan nilai dari sekitar $100 per koin menjadi $1.000 dalam waktu satu bulan, sebelum berkurang separuh nilai selama tiga atau empat bulan ke depan. Bitcoin tidak mencapai $1.000 lagi hingga 2017.

Lonjakan tersebut menarik perhatian media mainstream, dengan Business Insider menulis tulisan berjudul: “I’m Changing My Mind about Bitcoin” setelah beberapa minggu sebelumnya menyebut Bitcoin sebagai lelucon.

Tiga tahun berikutnya, Bitcoion tetap berkisar $400, tidak pernah di atas $650 atau di bawah $250. Kejadian paling penting selama waktu ini adalah jatuhnya Mt Gox, exchange cryptocurrency pertama, yang mengajukan perlindungan kebangkrutan setelah diretas hingga $500 juta Bitcoin, dan $30 juta deposito uang tunai.

Peretasan tersebut, tetap yang paling besar dalam dunia crypto, mengungkap keamanan yang cacat dan memperparah reputasi Bitcoin sebagai aset dengan minimal proteksi keuangan bagi penggunanya.

sejarah bitcoin 2013 hingga sekarang coinvestasi
Sejarah Bitcoin 2013-sekarang – Business Insider

Artikel terkait: Alasan Kenapa Bitcoin Tidak Akan Punah

2017: Inflasi gelembung (bubble) Bitcoin

Setelah tiga tahun bersifat tenang, Bitcoin mulai mencapai puncak pada 2017. Di tahun ini, nilai cryptocurrency meningkat dari sekitar $1.000 per koin hingga hampir senilai $20.000 per koin dalam hitungan bulan.

Bagian yang mempelopori lonjakan nilai yang tinggi adalah fork Bitcion yang membagi Bitcoin dalam BTC dan Bitcoin cash, setelah sekumpulan developer asal Tiongkok memutuskan untuk membagi kode original Bitcoin sebagai protes yang disebut Reuters “kemajuan dari teknologi mata uang yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas untuk menjalankan transaksi.”

Tahun 2017 juga dianggap sebagai usaha publik besar pertama dari berbagai institusi keuangan untuk terlibat dalam cryptocurrency, yaitu dua exchange asal AS, CME dan Cboe. Mereka membentuk platform bagi konsumen untuk melakukan trading futures Bitcoin. Berbagai bank besar mulai mengumumkan project yang melibatkan crypto, yang membantu meningkatkan bubble dalam harga Bitcoin.

Bubble mulai terjadi sesaat sebelum Natal 2017 – hanya beberapa minggu setelah futures dirilis – dan pada akhir Januari 2018, Bitcoin mengalami penurunan dari $20.000 per koin menjadi $10.000.

Penurunan itu didorong sebagian oleh meningkatnya kekhawatiran bahwa regulator berencana untuk menindak cryptocurrency, yang sebagian besar beroperasi di luar bantuan regulator normal sampai saat itu.

Bitcoin terus menurun selama awal 2018, sebelum mulai stabil di angka $7.000 per koin. Nilai Bitcoin tetap berada di kisaran $6.000 hingga $7.000 sejak Juni, dan volatilitas yang menandai market pada 2017 dan awal 2018 telah menguap. Pada 10-tahun ini, Bitcoin memiliki nilai sebesar $6.305 per koin.

Meskipun sekarang telah benar-benar memasuki kesadaran mainstream, tetap terdapat kekhawatiran Bitcoin memiliki usia panjang dan akan gagal pada akhirnya. Bahkan Wences Cesares, yang dikenal sebagai penggemar Bitcoin yang menyebarkan minat crypto di Silicon Valley, mengungkapkan kekhawatirannya akan masa depan Bitcoin.

“Ini (Bitcoin) mungkin akan berhasil, mungkin tidak. Kita berada dalam keadaan seperti pada 1992 untuk kehadiran internet pertama kali.”

Sumber: Business Insider