Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Trading · 5 min read

Dalam dunia analisis teknis, candlestick Shooting Star telah menarik perhatian para trader. Menyerupai bintang jatuh di langit malam, pola ini menjadi penanda pembalikan arah harga. Artikel ini akan membahas lebih lanjut Candlestick Shooting Star dan bagaimana cara menggunakannya.
Shooting Star adalah pola candlestick yang mengindikasikan potensi pembalikan harga ke arah yang lebih rendah atau bearish reversal. Pola ini terbentuk saat tren pasar sedang naik.
Shooting Star terdiri dari body kecil dan shadow atas yang panjang. Body kecil menunjukkan bahwa tekanan pembeli melemah, sedangkan shadow atas yang panjang menunjukkan adanya tekanan jual yang kuat pada saat itu. Pola ini menandakan, walaupun harga naik selama sesi tersebut, tekanan jual akhirnya lebih dominan dan mendorong harga turun

Karakteristik penting dari Shooting Star adalah pola ini harus diikuti oleh konfirmasi pada sesi berikutnya. Konfirmasi tersebut biasanya berupa candlestick bearish yang menunjukkan kelanjutan tekanan jual. Hal ini membantu memastikan bahwa pola Shooting Star bukan sekadar fluktuasi harga biasa, tetapi sinyal reversal yang valid.
Baca juga: Bearish dan Bullish Divergence untuk Indikator Trading Kripto
Evening Star adalah pola candlestick yang mengindikasikan potensi bearish reversal dalam analisis teknikal. Pola ini terdiri dari tiga candlestick yang terjadi pada akhir tren naik. Pola ini lebih valid jika terjadi setelah tren naik yang kuat dan ditemukan di level resistance.
Morning Star adalah pola candlestick yang mengindikasikan potensi bullish reversal dalam analisis teknikal. Pola ini terdiri dari tiga candlestick yang terjadi setelah tren turun. Pola ini lebih valid jika terjadi setelah tren naik yang kuat dan ditemukan di level support.
Inverted Shooting Star adalah kebalikan dari Shooting Star yakni pola candlestick yang terbentuk setelah tren turun yang kuat dan mengindikasikan potensi adanya bullish reversal.
Baca juga: Pola Candlestick Reversal: Jenis dan Cara Menggunakannya
Dalam melihat pola candlestick, sering kali ada kebingungan antara pola Shooting Star dan Inverted Hammer. Meskipun keduanya memiliki kemiripan secara bentuk namun keduanya memiliki perbedaan.


Perbedaan utama antara Shooting Star dan Inverted Hammer terletak pada tren sebelumnya dan arah potensi pembalikan harga. Shooting Star muncul setelah tren naik dan mengindikasikan potensi bearish reversal, sementara Inverted Hammer muncul setelah tren turun dan mengindikasikan potensi bullish reversal.
Baca juga: Pola Candlestick Reversal: Jenis dan Cara Menggunakannya
Pola Shooting Star dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan dalam trading. Berikut adalah beberapa cara untuk menggunakan pola Shooting Star:
Baca juga: 5 Pola Candlestick Akurat dan Kuat
Baca juga: Cara Membaca Candlestick 1 Menit untuk Pemula Hingga Ahli!
Dengan memahami anatomi dan pentingnya formasi ini, trader dapat memperoleh keunggulan dalam memprediksi pembalikan pasar dan membuat keputusan trading, namun agar analisis semakin kuat, trader perlu mengkombinasikannya dengan pola lain dan analisis fundamental.
Baca juga: 7 Pola Bearish Candlestick untuk Analisis Trading Kripto
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.