Mau dapat rekomendasi Mining Bitcoin?

Klik Disini
REKOMENDASI MINING BITCOIN MENGUNTUNGKAN

Dapatkan rekomendasi situs dan aplikasi untuk mining Bitcoin & crypto

Mau dapat rekomendasi Mining Bitcoin?

Klik Disini

Pendapatan Naik 550%! Mining Bitcoin Masih Untung?

Tercatat bahwa para penambang Bitcoin baru saja mengalami apresiasi sebesar 500% dari Mining Bitcoin.

Pendapatan ini tercatat naik sejak halving keempat di pertengahan 2020 dan sekarang sedang menuju angka tertingginya.

Kondisi ini terlihat berhasil menarik perhatian banyak investor dan pemula untuk mulai mining bitcoin.

Namun muncul pertanyaan, apakah menambang masih menguntungkan?

Pendapatan Bitcoin Naik 550%

Glassnode, salah satu perusahaan riset terbesar di dunia crypto baru saja mengabarkan pada 8 November 2021, pendapatan penambang Bitcoin telah naik.

Kenaikan pendapatan ini didukung oleh apresiasi harga Bitcoin yang sudah kembali mendekati harga tertingginya.

Tercatat bahwa saat ini pendapatan penambang telah mencapai nilai tertinggi yaitu pada sekitar Rp891,24 Miliar per hari.

Kondisi ini menjadi perdebatan, karena ketika halving pendapatan Bitcoin miner harusnya menurun bukannya naik seperti data yang diberikan.

Glassnode melaporkan bahwa kenaikan senilai 550% tersebut terjadi sejak Mei 2020.

Mei 2020 adalah saat di mana Bitcoin mengalami halving, siklus yang menjadi salah satu pendorong harga mayoritas crypto.

Halving merupakan kondisi dimana imbalan untuk para penambang Bitcoin dipotong sejumlah setengah setiap empat tahun sekali.

Alasan Mining Bitcoin Untung

Pada halving Mei 2020, imbalan para penambang Bitcoin telah mengalami penurunan dari 12,5 Bitcoin per block menjadi 6,5 Bitcoin per block.

Kondisi tersebut seharusnya membuat jumlah Bitcoin yang masuk ke pasar menjadi semakin berkurang dan membuat pendapatan penambang berkurang.

Namun karena berkurangnya persediaan yang membuat kelangkaan disandingkan dengan permintaan yang tinggi, harga Bitcoin mengalami apresiasi. Karena itu mining Bitcoin untung untuk para miner yang telah menghasilkan BTC.

Apresiasi harga Bitcoin ini yang menjadi alasan mengapa para penambang Bitcoin mengalami peningkatan dalam pendapatan.

Kondisi ini membuat munculnya banyak pertanyaan terutama mengenai apakah masih menguntungkan untuk mining Bitcoin di 2021.

Mining Bitcoin Masih Menguntungkan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dari sisi biaya hingga sisi teknikal.

Namun sebagai penambang pemula, umumnya terdapat tiga faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu alat penambang, biaya listrik, dan harga Bitcoin. 

1. Alat Penambang

Hal pertama yang harus diperhatikan saat ingin memulai menambang Bitcoin adalah alat penambang atau Mining Rig.

Dua hal yang harus diperhatikan adalah daya kemampuan menambang dari Mining Rig yang digunakan dan juga konsumsi energi yang dibutuhkan.

Alat penambang Bitcoin atau Mining Rig memiliki jenis dan kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan ini mempengaruhi Bitcoin yang dapat dihasilkan.

Sumber: buybitcoinworldwide.com

Perlu diketahui bahwa kemampuan ini diukur melalui hash rate atau kemampuan komputasi dari alat penambang tersebut.

Satuan kemampuan tersebut umumnya diukur dalam hash dimana satuan yang paling sering adalah Terahash per detik.

Semakin tinggi kecepatannya yang diukur melalui Terahash per detik, maka semakin banyak Bitcoin yang dapat ditambang.

Sistem ini mewadahi sifat mekanisme Bitcoin yang masih menggunakan Proof of Work, dimana para penambang berebut dengan memperkuat alat penambangnya untuk mendapatkan Bitcoin.

Jadi semakin tinggi hash rate maka semakin besar kemungkinannya untuk menjadi penambang yang menguntungkan.

Tapi terdapat salah satu faktor lain dalam memilih alat penambang yang memiliki hash rate optimal yaitu konsumsi energi.

Konsumsi energi ini umumnya dijelaskan dengan istilah Power Consumption dimana satuan ukurannya adalah Watt atau Volt Ampere.

Jumlah konsumsi energi ini perlu diketahui karena akan mempengaruhi biaya listrik, terutama jika digunakan di Indonesia.

Di luar kedua faktor tersebut, satu hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah harga dari alat penambang.

Sebab, harga alat penambang akan menjadi faktor kapan penambang akan balik modal.  

Jumlah alat penambang juga akan mempengaruhi pendapatan, karena semakin banyak alat penambang maka pendapatan semakin tinggi.

2. Biaya Listrik

Indonesia menggunakan kategori dalam biaya listrik yang digunakan berdasarkan Volt Ampere yang sama dengan Watt.

Rata-rata alat penambang yang optimal dengan kecepatan hash di angka 90 Terahash per detik atau lebih berada di ambang konsumsi energi sebesar 3000Watt ke atas.

Di Indonesia, angka ini jika digunakan dalam konteks perumahan dan bukan bisnis, yang umumnya dilakukan oleh penambang ritel, berada pada biaya di sekitar Rp1.444,70 per Kilowatt per jam.

Sehingga angka tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam perhitungan saat ingin melakukan penambangan Bitcoin secara pribadi di rumah.

Faktor biaya juga menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan jika ingin menjadi seorang penambang yang menguntungkan atau ingin balik modal dari pembelian alat penambang.

3. Harga Bitcoin

Terakhir adalah harga Bitcoin yang menjadi faktor penting untuk menjadi penambang yang menguntungkan.

Harga Bitcoin menjadi faktor penting akibat setiap imbalan yang diterima penambang oleh Blockchain Bitcoin akan berbentuk Bitcoin.

Sehingga, semakin tinggi harga Bitcoin maka semakin tinggi juga pendapatan dari seorang penambang Bitcoin.

Kondisi tersebut juga yang terlihat dari saat ini dimana harga Bitcoin yang tinggi berhasil membuat pendapatan penambang naik ke nilai tertingginya.

Walau tidak dapat dikendalikan, faktor ini menjadi salah satu faktor penting, terutama jika ingin melakukan perhitungan secara pribadi.

Perhitungan yang dimaksud adalah perhitungan pendapatan dan kapan balik modal jika untuk bisnis pribadi dan juga hitungan pengembalian investasi jika ingin menarik investor untuk bisnis besar.

Beruntungnya, seorang penambang Bitcoin tidak perlu menghitung secara manual akibat banyak alat bantu untuk menghitung pendapatan.

Salah satunya adalah kalkulator yang diberikan oleh buybitcoinworldwide.com.

Situs tersebut mempermudah perhitungan penambang dengan meminta harga Bitcoin saat ini, konsumsi energi, biaya listrik, dan kemampuan komputasi alat penambang.

Bitcoin Mining Calculator

Namun nantinya hasil perhitungan akan berupa Dolar Amerika. Jadi jika ingin menghitung dalam Rupiah, penambang harus mengubah sendiri dengan nilai tukar Dolar Amerika dan Rupiah.

Perlu diketahui juga terdapat beberapa faktor lain yang lebih teknis dalam menghitung pendapatan seorang penambang.

Contoh faktor penting lain adalah Mining Pool yang dapat membantu penambang menghasilkan lebih tinggi.

Namun, untuk menentukan apakah masih menguntungkan atau tidak, seorang penambang harus menghitung kembali risiko dan faktor lainnya seperti listrik dan alat mining, kemudian perkiraan waktu balik modal yang dikeluarkan

Top exchange
TRIV
22 Ulasan
Daftar
Indodax
0 Ulasan
Daftar
Pintu
16 Ulasan
Daftar
Lihat semua

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Panduan Terkait
Rekomendasi aplikasi beli bitcoin
Indodax

Indodax.com adalah sebuah pasar online...

Berlisensi

0 Ulasan
Daftar
TRIV

Triv merupakan aplikasi jual-beli bitcoin...

Berlisensi

22 Ulasan
Daftar
Pintu

Pintu adalah bursa kripto dengan...

Berlisensi

16 Ulasan
Daftar