Linkedin Share
twitter Share

Blockchain · 5 min read

Mengenal Monero Blockchain

Mengenal Monero Blockchain

Mengenal Monero Blockchain. Diambil dari situs Monero: Monero Blockchain adalah sebuah sistem mata uang yang aman, bersifat privat, dan tidak dapat dilacak. Monero menggunakan kriptografi jenis khusus untuk memastikan semua transaksinya tidak dapat dilacak dan dikaitkan secara 100%.

Di era yang serba transparan ini, kita dapat melihat bagaimana Monero menjadi sangat diinginkan. Dalam artikel ini, akan dibahas mekanisme di balik Monero Blockchain dan apa yang membuatnya cukup spesial.

Sejarah Monero Blockchain

Pada Juli 2018, Bytecoin, implementasi pertama CryptoNote, diluncurkan. CryptoNote adalah sebuah protocol aplikasi berlapis yang memberikan bahan bakar ke beberapa mata uang kripto. Walaupun ini mirip dengan lapisan aplikasi yang menjalani Bitcoin dalam beberapa aspek, ada beberapa perbedaan yang mendasari keduanya.

Sepanjang perjalanannya, terjadi beberapa masalah di dalam Bytecoin sendiri ketika 80% dari jumlah coin sudah terdistribusi. Sehingga diputuskan untuk melakukan fork pada Bytecoin, dan koin barunya disebut dengan Bitmonero. Bitmonero kemudian diganti Namanya menjadi Monero, yang juga berarti koin dalam Bahasa Esperanto. Di dalam blockchain ini, sebuah blok akan ditambang dan ditambahkan setiap 2 menit.

Monero Blockchain dipimpin oleh sebuah grup berisi 7 orang developer, di mana lima di antara mereka memilih untuk tetap anonimus, sedangkan keduanya sudah mempublikasikan dirinya. Mereka adalah: David Latapie dan Riccardo Spagni aka “Fluffypony”. Project Monero bersifat open source dan dibantu didanai oleh umum.

Fitur Spesial Monero Blockchain

Lalu pertanyaannya adalah apa yang membuat Monero Blockchain sangat diminati. Properti unik apa yang diberikan oleh algoritma CryptoNote? Mari simak ulasan berikut ini.

Properti #1: Uang Anda adalah milik Anda

Anda memiliki kontrol penuh akan transaksi Anda. Anda bertanggung jawab akan uang Anda sendiri. Karena identias Anda bersifat privat, tidak ada yang dapat mengetahui untuk apa Anda menggunakan uang Anda.

Properti #2: Bersifat Dapat Digantikan

Properti lain yang dimiliki Monero karena sifat privasinya, adalah Monero bersifat dapat digantikan (fungible) Apa itu fungibility? Definisi dari Investopedia adalah:

Fungibility adalah sifat dapat digantikan dari suatu barang dengan barang atau asset lain bertipe sama.

Lalu, bagaimana maksudnya fungible dan non-fungible?

Misalnya Anda meminjam uang Rp20.000 dari seorang teman. Jika Anda mengembalikan uang tersebut dengan pecahan Rp20.000, ini tidak menjadi masalah. Bahkan, Anda dapat mengembalikannya dengan 1 lembar Rp10.000 dan 2 lembar Rp5.000. Ini masih wajar. Lembaran Rupiah ini disebut memiliki property fungible.

Namun, jika Anda meminjam mobil seseorang dan mengembalikannya dengan mobil orang lain, hal ini tentunya akan menjadi masalah. Bahkan walaupun Anda meminjam mobil Xenia dan mengembalikannya dengan Xenia yang lain pun ini tetap menjadi masalah. Mobil, dalam contoh ini, adalah sebuah asset yang bersifat non-fungible.

Lalu, bagaimana fungibility dalam cryptocurrency?

Mari melihat Bitcoin sebagai contoh. Bitcoin membanggakan dirinya sebagai ledger terbuka dan sebuah buku terbuka. Namun hal itu juga berarti bahwa semua orang dapat melihat transaksi di dalamnya, dan yang lebih pentingnya lagi, semua orang dapat melihat jejak transaksi-transaksi tersebut.

Hal ini pada dasarnya berarti bahwa misalnya Anda memiliki bitcoin yang sudah pernah digunakan dalam transaksi illegal, seperti membeli narkoba, hal ini akan selamanya tercatat dalam detil transaksi bitcoin tersebut.

Sehingga, bitcoin yang Anda miliki akan menjadi ternoda.
Di beberapa platform exchange atau penyedia jasa bitcoin, bitcoin yang ternoda ini akan diharga lebih rendah daripada bitcoin yang bersih. Hal ini membunuh property fungibility dan adalah salah satu property yang paling dikritisi dari Bitcoin sendiri.

Karena pertanyaannya adalah mengapa Anda harus kesulitan karena transaksi ilegal yang dilakukan oleh orang lain?

Inilah mengapa Monero Blockchain hadir. Karena semua data dan transaksi Monero bersifat privat, tidak ada yang dapat mengetahui transaksi apa yang Monero Anda sudah lalui sebelumnya dan untuk transaksi apa Monero tersebut digunakan. Karena tidak ada sejarah transakasi, berarti jejak transaksi juga tidak ada.

Oleh karena itu, tidak ada konsep Monero yang ternoda dan besih, yang membuat Monero bersifat fungible atau dapat digantikan.

Properti #3: Skalabilitas yang Dinamis

Masalah skalabilitas Bitcoin menjadi topik hangat di lingkaran pegiat kripto belakangan ini. Bitcoin memiliki batas ukuran blok sebesar 1 MB untuk menghindari adanya pencatatan transaksi spam.

Sebaliknya, Monero Blockchain tidak memiliki batas ukuran blok sehingga untuk mencegah adanya penipuan, sebuah sistem pinalti dimasukkan ke dalam sistem Monero. Sistem pinlati ini mengacu pada nilai rata-rata 100 blok terakhir.

Properti #4: ASIC (Application Specific Integrated Circuit) Resistant

Monero Blockchain tidak sepenuhnya bersifat ASIC Resistant, hanya saja membuat ASICs untuk Monero akan memakan biaya yang sangat tinggi sehingga tidak akan sebanding dengan hasilnya. Hal ini dikarenakan sistem CryptoNote yang digunakan oleh Monero sendiri.

Algoritma hashing yang digunakan CryptoNote berbasis sistem “CryptoNight”. Mata uang kripto yang menggunakan sistem Cryptonight tidak akan dapat ditambang, dengan harapan untuk mencegah adanya mining pool dan membuat mata uang kripto terdistribusi dengan lebih merata.

Baca juga: Daftar Hash Rate Ponsel Mining Terbaik untuk CryptoNote

Properti #5: Memiliki Beberapa Key

Monero Blockchain percaya bahwa setiap mata uang digital harus memenuhi tiga kategori berikut:

  • Berbentuk elektronik
  • Bersifat terdesentralisasi
  • Bersifat privat

Berbeda dari mata uang kripto lainnya seperti Bitcoin, Ethereum, dan lain-lain yang hanya memiliki satu public key dan satu private key, Monero memiliki beberapa key untuk satu alamat. Dalam sistem Monero, key terdiri dari view key dan spend key, di mana masing-masing memiliki private dan public key-nya.

Bagaimana menggunakan Monero?

Ada dua metode dalam pembuatan wallet monero, yang pertama dengan mendaftakan diri di bursa kripto ataupun penyedia wallet online. Yang kedua, membuat wallet sendiri dengan menginstal monero wallet, tetapi membutuhkan resource besar karena harus mendownload masternode. Keduanya sama saja, tergantung kebutuhan Anda. Kalau berencana ingin solo mining, install monero wallet.

Membuat Wallet Monero

Cara termudah memiliki Monero adalah dengan menuju tautan mymonero.com, lalu buat akun dan catat private login key Anda. Kemudian Log In dengan menggunakan private key tersebut. Setelah login, Anda bisa melihat wallet address yang tercantum pada Account Overview.

Untuk mendapatkan wallet yang tersimpan didalam CPU, bisa langsung mendownload di official website Getmonero. Install aplikasi dan tunggu hingga selesai.

Monero vs Bitcoin

Mari melihat beberapa perbandingan antara Monero dan Bitcoin.
Bitcoin membanggakan sistemnya yang sangat transparan. Sistem blokchain Bitcoin adalah sebuah ledger terbuka yang dapat diakses oleh siapapun dan di mana pun, serta melihat riwayat transaksi sebelumnya.

Bitcoin relatif mudah untuk diakses dan digunakan.
Monero, sebaliknya, dibangun untuk melengkapi sifat privasi. Seluruh transaksi bersifat rahasia. Monero Blockchain dapat menjadi sedikit rumit untuk dimngerti dan diakses oleh pemula.

Beberapa Pro dan Kontra Monero

Pro

  • Salah satu fitur privasi terbaik pada setiap cryptocurrency
  • Setiap transaksi tidak saling berkaitan
  • Setiap transaksi tidak dapat dilacak
  • Sistem blockchain tidak memiliki batas ukuran blok dan memiliki skalabilitas yang dinamis
  • Bahkan ketika suplai Monero habis, akan tetap ada suplai sebesar 0.3 XMR/min untuk menginsentifikasi para miner
  • Telah mencapai pertumbuhan bertahap secara finansial
  • Bersifat transparan sesuai keinginan. Siapapun dapat membuat transaksi mereka dapat dilihat oleh beberapa orang saja, sehingga membuat Monero dapat diaudit
  • Memiliki tim yang sangat handal dan tim developer yang kuat

Kontra

  • Walaupun Monero memiliki sifat ASIC resistant untuk mencegah sentralisasi, sebesar ~43% hashrate Monero dimiliki oleh 3 mining pool
  • Transaksi Monero memiliki volume yang sedikit lebih besar dibandingkan mata uang kripto lainnya seperti Bitcoin karena jumlah enkripsi yang terlibat
  • Tidak banyak wallet yang kompatibel dengan Monero. Bahkan, tidak ada hardware wallet yang kompatibel dengan Monero sampai saat ini
  • Monero tidak cukup mudah digunakan oleh para pemula dan tidak secara luas diterima dan diadoposi
  • Karena Monero bukan koin berbasis Bitcoin, Monero mengalami masalah rumit untuk dapat menambahkan sesuatu di atasnya

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Dhila Rizqia

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.