Zipmex Ajukan Moratorium, Cari Imunitas Keuangan Selama 6 Bulan

Naufal Muhammad

28th July, 2022

Zipmex baru saja mengeluarkan kabar terbaru terkait permasalahan yang sedang dihadapi saat ini. 

Kabar terbaru saat ini adalah adanya moratorium yang sedang diajukan di Singapura dan Global. 

Zipmex Ajukan Moratorium Singapura, Indonesia, dan Global

Dikabarkan bahwa Zipmex sedang mengajukan moratorium untuk mendapatkan imunitas keuangan dalam kondisi buruk ini. 

Moratorium adalah sebuah izin yang didapatkan dari pemerintah suatu negara agar sebuah perusahaan mendapatkan imunitas atau penundaan dari suatu hal terkait operasional perusahaan. 

Dalam kasus Zipmex, moratorium ini adalah hak imunitas agar tidak dituntut dan tidak ditagih utang secara mendadak oleh para kreditur yang uangnya masih tertahan di wallet bursa tersebut karena permasalahan keuangan. 

Zipmex Ajukan Moratorium, Cari Imunitas Keuangan Selama 6 Bulan
Moratorium Zipmex

Zipmex merupakan sebuah bursa yang memiliki kantor pusat di Singapura dan saat ini moratorium yang diajukan pertama adalah dari Singapura.

Dikabarkan bahwa pada 22 Juli 2022 Zipmex telah mengajukan moratorium kepada Pemerintah Singapura melalui lima konsultan dan pengacara hukum dari perusahaan Morgan Lewis Stamford LLC.

Moratorium ini diajukan atas lima perusahaan Zipmex yang merupakan kantor pusatnya di Singapura dan beberapa kantor di negara lain termasuk di Indonesia. Lima perusahaan tersebut adalah, 

  • Zipmex Asia Pte Ltd
  • Zipmex Pte Ltd
  • Zipmex Company Limited (Kantor cabang Thailand)
  • PT Zipmex Exchange Indonesia (Kantor cabang Indonesia)
  • Zipmex Australia Pty Ltd (Kantor cabang Australia)

Moratorium tersebut sudah diizinkan tapi hanya dalam kurun waktu 30 hari, jadi imunitas hanya bertahan selama 30 hari. 

Baca juga: Masih Berusaha Atasi Krisis, ZIPMEX Tanda Tangani MoU

Saat ini Zipmex sedang dalam usaha untuk mengajukan izin perpanjangan moratorium tersebut hingga enam bulan. Jadwal pengajuan izin perpanjangan tersebut akan dilaksanakan di pengadilan pada 29 Juli 2022. 

Seluruh kreditur dan yang merasa dananya masih tersimpan di Zipmex diperbolehkan hadir namun harus melaporkan kepada Morgan Lewis Stamford LLC. 

Pemulihan dalam Imunitas Keuangan 

Pengajuan ini dilakukan agar Zipmex memiliki ruang gerak dan berpikir selama enam bulan untuk kembali memulihkan perusahaannya. 

Selain di Singapura, Zipmex juga akan mengajukan moratorium global, sehingga perusahaan di seluruh dunia yang terikat dengan Zipmex tidak bisa menuntut dan menagih utang secara dadakan. 

Untuk saat ini kondisi moratorium yang dimiliki adalah imunitas 30 hari terhadap tuntutan hukum dan penagihan utang dadakan dari perusahaan di Singapura. 

Zipmex juga menyatakan bahwa saat ini moratorium tersebut bukan cara untuk menyatakan bahwa Zipmex akan bangkrut. 

Pernyataan tersebut penting dipahami akibat adanya perbedaan antara pengajuan bankruptcy atau kebangkrutan dan moratorium atau penundaan suatu hal, termasuk penagihan utang. 

Zipmex juga meyakinkan bahwa beberapa jasanya masih terus berfungsi seperti platform NFT dan wallet trading. Akses penarikan dana untuk juga sudah berjalan kembali kecuali untuk Z Wallet.

Kesimpulannya untuk saat ini Zipmex masih terus mencari cara untuk mengembalikan kondisi normal dari perusahaannya dan platformnya. 

Zipmex memastikan bahwa walau kondisi perusahaannya sedang relatif turun, semua dana yang dikelola terutama dana investor masih aman.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.