Volume Crypto Turun ke Angka Oktober 2020, Institusi Masih Menunggu

Naufal Muhammad

13th July, 2021

Kondisi pasar crypto saat ini sedang mengalami volatilitas yang cukup tinggi bersama dengan volume perdagangan yang terus menurun.

Volume transaksi di pasar crypto terlihat terus menurun, bahkan mencapai angka Oktober 2020, sebelum mayoritas crypto naik.

Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya ketidakpastian yang membuat banyak investor menunggu kejelasan sebelum menambah volume di pasar crypto.

Salah satu pihak yang terlihat menunggu adalah investor institusional yang belum kembali yakin terhadap pemulihan pasar crypto.

Bagaimana nasib crypto di paruh kedua tahun ini? Kamu bisa mendapatkannya di Coinfest.id.

Dapatkan Informasi Menarik Seputar Crypto

Volume Rendah Crypto Membuat Volatiltias Tinggi

Investor insitusional saat ini masih terlihat belum yakin terhadap kondisi pergerakan pasar crypto dengan volume perdagangan yang terus turun.

Volume ini terlihat dari volume perdagangan mingguan yang terlihat turun hingga angka terendah sejak Oktober 2020, sebelum mayoritas crypto bergerak naik.

Menurut data dari CoinShares, sekitar Rp22,87 Triliun dalam aset digital terlihat berpindah tangan dari tanggal 5 Juli 2021 hingga 9 Juli 2021.

Selain itu, produk investasi juga terlihat mengalami tekanan jual hingga Rp57,9 Miliar dalam hanya satu pekan terakhir.

Dana keluar dari produk investasi berbasis Bitcoin juga terlihat mengalami penurunan akibat tekanan jual hingga sebesar Rp101,3 Miliar.

Namun terdapat dorongan beli dari produk investasi berbasis Bitcoin (BTC) di Eropa yang menyeimbangkan tekanan jual yang terjadi.

Kondisi ini membuat tingginya volatilitias akibat dengan rendahnya volume, maka perpindahan tangan menjadi lebih cepat dan lebih cepat mempengaruhi harga.

Kondisi ini juga terlihat dari mulai terus seimbangnya angka posisi yang terlikuidasi di pasar derivatif antara posisi beli dan posisi jual menurut data dari The Block.

Hal tersebut disebabkan dengan banyaknya pergerakan signifikan impulsif akibat volatilitas, banyak trader yang posisinya tertutup dengan cepat.

Sehingga hal tersebut dapat berujung likuidasi, dan terlihat dari angka yang seimbang antara kedua posisi, hal tersebut menandakan pergerakan harga yang cepat dan arah yang belum jelas.

Investor Institusional Masih Menunggu

CoinShares memberikan data yang menyatakan bahwa investor institusional masih belum memiliki pandangan yang pasti.

Hal tersebut disebabkan banyaknya dana yang keluar dan masuk produk investasi berbasis Bitcoin pada sembilan pekan terakhir.

Dari sembilan pekan tersebut, delapan pekan mencatatkan angka dana keluar yang cukup tinggi yang dapat dinyatakan sebagai pertanda investor masih menunggu.

Perlu diketahui bahwa dana tersebut tercatat pada dana produk investasi berbasis Bitcoin dan Ethereum (ETH), dua crypto terbesar saat ini.

Namun terdapat data lain yang menunjukkan bahwa investor institusional sedang menyebar risikonya ke beberapa aset lain.

Hal ini disebabkan pencatatan oleh CoinShares yang memperlihatkan dorongan beli terhadap produk investasi berbasis aset crypto lain selain Bitcoin dan Ethereum.

Dorongan beli tersebut tercatat sebesar Rp21,7 Miliar hanya dalam pekan lalu yang membuat dalam satu tahun terakhir mencapai Rp523,95 Miliar.

Angka tersebut mewakilkan 16,5% dari keseluruhan dana investasi berbasis crypto yang dimiliki insitutsi.

Walau terhitung relatif kecil, angka tersebut masih mencerminkan kepercayaan insititusi terhadap crypto, terutama aset crypto lain selain Ethereum dan Bitcoin.

Angka yang signifikan terlihat pada Cardano (ADA) dan Binance Coin (BNB) yang mendapatkan dana beli sebesar Rp8,7 Miliar dan Rp5,79 Miliar.

Namun angka yang kecil ini juga masih menjadi pertanda bahwa investor institusional masih terlihat menunggu pergerakan selanjutnya.

Kemungkinan kejelasan akan mulai terlihat setelah Juli dimana kemungkinan besar sentimen negatif di pasar crypto sudah mulai mereda.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.