
Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 6 min read
Masyarakat Australia nampaknya akan dapat menggunakan kartu Visa untuk membelanjakan Bitcoin yang dimiliki untuk konsumsi barang nyata.
Hal ini disebabkan Visa yang sedang dalam rencana untuk mempermudah adanya Kartu Debit serta Kredit berbasis Bitcoin di Australia.
Langkah ini dilakukan bersama CryptoSpend menurut laporan tersebar, membuat Visa menjadi perusahaan penyedia kartu pembayaran berbasis crypto pertama di Australia.
Kerja sama ini dikabarkan akan menjadi kerja sama pertama untuk sebuah perusahaan keuangan memberikan jasa pembayaran melalui crypto yang berbasis kartu.
Nantinya Visa dikabarkan akan menjalankan kerja sama erat dengan CryptoSpend, yang nantinya akan mempermudah alur pembayaran.
CryptoSpend nantinya akan mempermudah pembayaran melalui beberapa mata uang crypto untuk disalurkan ke beberapa rekening bank di Australia.
Pembayaran tersebut nantinya tetap akan dihitung dalam jumlah uang fiat Dolar Australia, namun yang akan dikurangi dari rekening adalah crypto yang dimiliki.
Visa mengabarkan bahwa nantinya nama kartu tersebut akan bernama “Zero-Balanced Card” atau “Kartu Tanpa Dana”.
Hal ini disebabkan kartu tersebut nantinya akan menyimpan Bitcoin yang saat pembayaran terjadi akan terus berkurang berdasarkan nilai Dolar Australia.
Kabar yang beredar adalah kartu ini akan tersedia pada Bulan September 2021, dan akan diluncurkan melalui bantuan Novatti.
Novatti ini adalah sebuah perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Australia, yang dikabarkan akan membantu operasional perangkat lunak secara keseluruhan.
Pengumuman ini masih belum beredar secara resmi akibat Visa dikabarkan baru akan mengumumkan secara resmi pada pekan depan.
Pertumbuhan adopsi crypto sebagai alat pembayaran nampaknya terlihat terus berkembang, terutama menggunakan kartu.
Bukti pertumbuhan ini salah satunya dipimpin oleh Visa yang terlihat telah mengalami kerja sama dengan beberapa platform perdagangan crypto.
Visa sendiri melaporkan penggunaan jasa pembayaran berbasis crypto di beberapa negara yang telah mencapai lebih dari Rp14,49 Triliun.
Pencapaian tersebut diraih hanya dalam enam bulan sejak awal Tahun 2021, yang merupakan pencapaian yang mengesankan.
Perusahaan ini juga dikabarkan telah kerja sama dengan beberapa perusahaan berbasis crypto lebih tepatnya 50 perusahaan.
Diantara perusahaan-perusahaan tersebut adalah Coinbase, Crypto.com, dan FTX, yang telah mempermudah transaksi di lebih dari 70 Juta toko di dunia.
Dengan adopsi yang meluas ke Australia, kemungkinan besar pertumbuhannya akan terus meningkat secara drastis.
Hal ini disebabkan perekonomian Australia yang relatif membaik dibandingkan negara lain, dengan angka penganggurannya yang dikabarkan telah turun 0,2%.
Selain itu, melihat penanganan Covid-19 yang cukup efektif di Australia, adopsi ini dapat mendorong penggunaan crypto semakin tinggi dengan cepat.
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.