Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 8 min read

Stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, Tether, mengumumkan peluncuran mata uangnya USDT ke dalam jaringan Kusama milik Polkadot.
Pernyataan itu dinyatakan oleh Tether Operations Limited selaku operator Tether.io pada 13 April lalu.
“Langkah itu dilakukan agar memudahkan developer untuk membuat aplikasi terdesentralisasi tanpa pihak ketiga yang mengendalikannya di beberapa blockchain, komunitas, dan jaringan.”
Menurut siaran pers yang dilansir media setempat, USDT akan berperan untuk menggerakkan transaksi pada parachain pertama di jaringan Kusama yang disebut Statemine.
Menurut Paolo Ardoino selaku CTO Tether, Statemine disini memungkinkan penyebaran aset (termasuk karya seni tokenized dan stablecoin) dengan lebih hemat biaya, serta mengatasi permasalahan terkait keamanan, skalabilitas, dan interoperabilitas blockchain.
“Kami senang meluncurkan USD₮ di Kusama, menawarkan akses komunitasnya ke stablecoin paling likuid, stabil, dan terpercaya di ruang token digital.”
Hingga saat ini, USDT telah tersedia di sepuluh blockchain yang mencangkup Ethereum, Solana, Omni, Tron, Algorand, Liquid Network, EOS, dan Bitcoin Cash.
Diluar dari pembaruannya yang dianggap memberi keuntungan besar, penerbit Tether sendiri sering didakwa karena dianggap tidak becus mengurus dana pengembangannya serta menyesatkan pengguna.
Baru-baru ini, dua penggugat di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York mengajukan gugatan class action terhadap Tether karena menipu konsumen mengenai kecukupan cadangan USDT dan apa yang terkandung dalam cadangan tersebut.
Perusahaan kemudian menolak gugatan tersebut dan mengklaim pernyataan tersebut hanya omong kosong.
Meskipun terus menjadi stablecoin terbesar dan banyak digunakan di dunia, momentum tersebut beberapa kali telah mendorong harga aset turun bahkan koreksi dengan rentan periode yang cukup lama.
Baca Juga: Tether Bekukan 150 juta Dollar dalam USDT
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.