Tether Luncurkan Stablecoin MXNT yang Dipatok Peso Meksiko

Anisa Giovanny

28th May, 2022

Tether telah mengumumkan peluncuran MXNT, jenis stablecoin baru yang didukung oleh mata uang nasional Meksiko, peso.

Awalnya, MXNT akan tersedia di tiga blockchain utama Ethereum, Tron, dan Polygon, kata perusahaan itu dalam sebuah posting blog.

MXNT mengikuti dari stablecoin perusahaan yang ada USDT, EURT, dan CNHT, masing-masing dipatok ke dolar AS, Euro, dan Yuan Tiongkok.

“Kami telah melihat peningkatan penggunaan cryptocurrency di Amerika Latin selama setahun terakhir yang membuatnya jelas bahwa kami perlu memperluas penawaran kami,” kata Paolo Ardoino, CTO Tether, dikutip dari Decrypt.

Menurut Ardoino stablecoin yang dipatok Peso akan memberikan penyimpan nilai bagi mereka yang berada di pasar negara berkembang.

Dengan begitu negara berkembang seperti Meksiko dapat meminimalkan volatilitas bagi mereka yang ingin mengubah aset dan investasi mereka dari fiat ke mata uang digital.

Alasan peluncuran MXNT ini merujuk pada laporan perusahaan pembayaran cryptocurrency Triple A yang mengatakan, 40% perusahaan Meksiko ingin mengadopsi blockchain dan cryptocurrency dalam beberapa beberapa bentuk, di mana 71% difokuskan untuk penggunaan cryptocurrency.

“Peluncuran MXNT akan memberikan tempat pengujian untuk pengguna baru di pasar Amerika Latin dan akan membuka jalan bagi mata uang fiat-pegged masa depan di wilayah yang akan diluncurkan,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Ekspansi ke Meksiko, Tether Tidak Luput dari Kontroversi

Adanya peluncuran stablecoin dengan dukungan Peso Meksiko ini menjadi salah satu langkah Tether memanfaatkan minat yang tumbuh pada cryptocurrency di Amerika Latin.

Ketika Tether terus melebarkan ekpansinya perusahaan ini pun tak luput dari cela, Tether sempat terkandung spekulasi bahwa tidak memiliki aset simpanan yang mendukung nilai USDT.

Baca juga: Apa Itu USD Tether (USDT) dan Bagaimakan Kontroversinya?

Kasus ini pun baru selesai pada Februari 2021, di mana Tether harus membayar denda $18,5 juta dan memberikan laporan triwulan perusahaan ke Kejaksaan Agung New York.

Awal bulan ini USDT, stablecoin dari Tether juga terkena dampak dari kasus UST dan sempat pasaknya terhadap dollar AS yang menjadi patok.

Di tengah peristiwa dramatis seputar keruntuhan TerraUSD minggu lalu, Tether (USDT), stablecoin terbesar di industri kripto, telah turun lebih dari $7 miliar.

Menyusul insiden itu, Tether merilis laporan jaminan Q1 2022 minggu lalu, yang mengklaim bahwa surat berharga dalam cadangan USDT turun 16,8% sejak akhir 2021.

Pada tanggal 31 Maret, kas dan setara kas mewakili 86% dari cadangan Tether senilai $82 miliar, dengan sisanya tersebar di obligasi perusahaan ($4 miliar), pinjaman yang dijamin ($3 miliar), dan $5 miliar dalam investasi lain seperti cryptocurrency, kata laporan itu.

Selain itu, menurut Ardoino, Tether semakin mengurangi kepemilikan kertas komersialnya sebesar 20%, yang akan tercermin dalam laporan Q2 2022 perusahaan.

Baca juga: Imbas UST, Tether USDT Kena Dampaknya

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency