Imbas UST, Tether USDT Kena Dampaknya

Anisa Giovanny

12th May, 2022

Menyusul UST yang nilainya kurang dari satu dollar AS, kini salah satu stablecoin terbesar yang didukung mata uang fiat USD pun ikut turun ke bawah $1.

USDT dan UST adalah dua jenis stablecoin yang berbeda. UST adalah stablecoin algoritmik yang dikendalikan oleh kontrak pintar, dan USDT didukung oleh cadangan Tether.

Saat ini harga USDT berada di kisaran $0,9. Harga ini termasuk ke dalam harga terendah Tether dalam satu tahun.

Mengomentari stabilitas sistem, kepala teknologi Tether Paolo Ardoino mengatakan bahwa penarikan USDT berjalan seperti biasa.

“>300 juta ditebus dalam 24 jam terakhir tanpa masalah” tulisnya di tweet.

Penurunan USDT ini imbas sentimen negatif stablecoin yang diciptakan oleh Luna dan UST.

Data dari perusahaan analitik on-chain CryptoQuant menambahkan bahwa rekor arus keluar stablecoin pun tercatat di berbagai bursa.

Data on chain CryptoQuant

“Volatilitas di pasar crypto sedang menguji keberanian stablecoin. Setelah stablecoin algoritmik tanpa jaminan UST, stablecoin Tether yang dijaminkan telah kehilangan patokannya. Penting untuk menyoroti rincian cadangan Tether, “ kata Pakar dan wakil presiden Crypto, Research and Strategy at Earth ID, Sharat Chandra, dilansir dari Business Today.

Menurut laporan transparansi Tether, cadangan aset berupa uang tunai, obligasi korporasi, surat berharga, dan aset lainnya.

Dengan presentase 83,74% uang tunai dan setara kas, 4,61% obligasi korporasi dan logam mulia, 5,27% pinjaman aman, dan 6,38% investasi lainnya, termasuk token digital.

Dari 83,74% kas dan angka setara kas itu, perusahaan melaporkan bahwa hanya 6,36% dalam bentuk tunai dan deposito bank.

Pada bulan April, Ardoino berjanji untuk mengurangi kepemilikan surat berharga komersial Tether dari 30 persen total cadangan saat ini.

Chandra kembali mengatakan, selain karena UST, penurunan tether juga terjadi karena inflasi yang tinggi selama satu dekade dan kenaikan suku bunga telah mendatangkan malapetaka pada pasar obligasi dan mata uang. Oleh karena itu, nilai aset yang dipegang oleh Tether terkena imbas yang tidak pasti ini.

Baca juga: LUNA dan UST Turun Lagi! CEO Cari Pinjaman Dana

Stablecoin lainnya, termasuk USDC Circle dan BUSD Binance, yang juga dipatok terhadap dolar, diperdagangkan sedikit lebih tinggi dari USDT.

The Fed Sebut Stablecoin Rentan

Laporan Stabilitas Keuangan terbaru dari Fed AS menyoroti bahwa stablecoin didukung oleh aset yang mungkin kehilangan nilai atau menjadi tidak likuid selama krisis.

Kerentanan stablecoin ini dapat diperburuk oleh kurangnya transparansi mengenai risiko dan likuiditas aset yang mendukung stablecoin.

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar terkonsentrasi dengan lebih dari 80% aktivitasnya dalam tiga nama: tether (USDT) , USDC dan binance USD (BUSD).

Dokumen-dokumen tersebut juga menandai kekhawatiran yang tidak dirinci sebelumnya bahwa “peningkatan penggunaan stablecoin untuk memenuhi persyaratan margin untuk perdagangan leverage dalam cryptocurrency lain dapat memperkuat volatilitas.”

Nellie Liang, wakil sekretaris Departemen Keuangan untuk Keuangan Domestik, berbicara tentang stablecoin di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Federal Reserve Bank of Atlanta.

“Mereka memiliki potensi untuk menghasilkan destabilisasi jika nilai aset yang mendukung stablecoin turun secara tiba-tiba. Stablecoin dapat “memperkenalkan risiko baru – risiko sistem pembayaran terkait dengan teknologi buku besar yang didistribusikan,” katanya.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency