Telkom Indonesia Luncurkan Metaverse, Apa Tujuannya?

Naufal Muhammad

1st August, 2022

Telkom Indonesia, salah satu Badan Usaha Milik Negara yang ternama di dunia, menyatakan bahwa perusahaannya telah meluncurkan metaverse sendiri. 

Metaverse ini telah diresmikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia, Erick Thohir, pada 31 Juli 2022 di acara Digiland dengan nama Metanesia. 

Telkom Indonesia Luncurkan Metaverse

Acara Digiland dilaksanakan pada 31 Juli 2022 dalam rangka merayakan ulang tahun ke 57 dari Telkom Indonesia dan merupakan cara untuk sosialisasi dukungan perusahaan ini terhadap adopsi digitalisasi Indonesia. 

Dalam acara ini, Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN memberikan beberapa informasi, salah satunya adalah peresmian metaverse milik Telkom bernama Metanesia. 

Beliau mengatakan bahwa Metanesia nantinya akan menjangkau banyak sektor dengan teknologi digital. Ia menyatakan, 

“Di Metanesia ini pengguna bisa konsultasi lewat layanan Biofarma secara live (langsung) di dunia metaverse, hingga belanja jadi Perhutani dan PTPN. Di Metaverse, semua orang bisa berinteraksi, belajar, bekerja, bahkan berbelanja.”

Dari ilustrasi yang diberikan pada situs resmi Metanesia, kemungkinan besar bentuk kenyataan atau realita virtual ini akan berbentuk seperti satu komplek yang memiliki banyak gedung dengan kegunaannya sendiri. 

Telkom Indonesia Luncurkan Metaverse, Apa Tujuannya?
Denah Metanesia

Jika dilihat dari gambar di atas, terlihat bahwa terdapat 10 area dengan kegunaannya masing-masing yang kemungkinan akan memaparkan segala produk Telkom dengan kemungkinan integrasi dengan produk perusahaan BUMN lainnya. 

Mulai dari pusat belanja, layanan konsultasi, hingga tempat olahraga, semua terlihat pada denah metaverse tersebut. Untuk menggunakannya, pengguna dapat mengunduh Metanesia dari situs resminya. 

Insight dan Networking Bersama Crypto Enthusiast

Direktur Digital Business Telkom Muhamad Fajrin Rasyid, menyatakan bahwa Metanesia adalah langkah Telkom Indonesia untuk mendukung adopsi digital. 

Ia menyatakan bahwa nantinya Metanesia bisa diakses di beberapa perangkat seperti telepon genggam pintar, komputer, hingga perangkat oculus, yaitu alat kenyataan virtual yang dikembangkan Facebook (Meta)

Metanesia adalah cara Telkom Indonesia memenuhi keinginan untuk membawa Indonesia sebagai pemimpin masyarakat digital di Asia Tenggara.  

Indonesia Gencar Dorong Metaverse

Metanesia adalah produk metaverse kedua yang berhasil membuat ketenaran tinggi di Indonesia akibat adanya dukungan dari pemerintah Indonesia. 

Sebelum Metanesia, metaverse yang sempat membuat kagum masyarakat Indonesia adalah Metaverse Indonesia yang dibentuk oleh WIR Group dan mendapat dukungan dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny G. Plate.  

Baca juga: Mengenal Metaverse Indonesia, Proyek Metaverse yang Didukung Pemerintah

Metanesia terlihat telah diluncurkan terlebih dahulu pada 30 Juli 2022 di acara Digiland dan mengungguli Metaverse Indonesia. 

Namun kemungkinan besar ranah dari Metaverse Indonesia akan lebih besar dibandingkan Metanesia karena cakupannya yang lebih luas serta proses pengembangannya yang terlihat lebih rinci. 

Meski begitu keduanya tetap memiliki kedudukan yang sama karena memiliki kegunaan yang disesuaikan dengan penciptanya masing-masing. 

Untuk Metaverse Indonesia, dikabarkan bahwa versi terbaru uji cobanya akan diluncurkan pada salah satu acara G20 dengan adanya sorotan dari Presiden Indonesia Joko Widodo. 

Nantinya Metaverse Indonesia akan berbeda dengan Metanesia, karena terlihat bahwa Metanesia tidak memiliki proses penjualan tanah virtual secara publik namun Metaverse Indonesia kemungkinan besar akan menjalankan penjualan tanah virtual secara publik layaknya metaverse pada umumnya di dunia crypto. 

Kedua produk ini akan membuat Indonesia semakin terkenal di seluruh dunia karena memiliki kegunaan untuk mempermudah seluruh urusan dunia secara digital. 

Dengan maraknya dukungan dari pemerintah serta integrasi urusan sektor pribadi dan publik, maka adopsi metaverse di Indonesia memiliki potensi untuk naik drastis dalam waktu singkat. 

Namun semua harus dilakukan dengan edukasi serta subsidi yang baik agar seluruh masyarakat dapat menggunakannya, tapi tentu ini masih menjadi masalah utama yang perlu perhatian tinggi. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.