Mengenal Metaverse Indonesia, Proyek Metaverse yang Didukung Pemerintah

Naufal Muhammad

20th April, 2022

Tidak ingin tertinggal dengan hingar bingar metaverse di dunia internasional, Indonesia nyatanya juga memiliki proyek metaverse yang dihadirkan oleh WIR Group.

Proyek ini pun mendapatkan sambutan hangat dan didukung oleh beberapa BUMN. 

Apa itu metaverse Indonesia dan hal menarik lain tentang proyek ini? Simak ulasan metaverse Indonesia Coinvestasi bersama Stephen Ng, Chief Metaverse Officer (CMO) dari Metaverse Indonesia. 

Mengenal Metaverse Indonesia

Metaverse Indonesia merupakan sebuah proyek metaverse yang dibentuk oleh perusahaan WIR Group.

Perusahaan yang berdiri pada 2009 ini fokus dalam bidang teknologi, utamanya adalah teknologi digital reality seperti Augmented Reality, Virtual Reality, dan Artificial Reality melalui unit bisnis bernama AR&Co. 

Di luar lini usaha tersebut, WIR Group juga memperluas kegiatan usahanya kepada jasa layanan media dan iklan sejak Tahun 2015.

Dalam tiga belas tahun kiprah perusahaan, WIR Group telah mendapatkan berbagai pencapaian. Di antaranya, meraih peringkat 40 besar sebagai perusahaan inovatif dunia dari London Stock Exchange dan Auggie Award Tahun 2016. 

WIR grup juga telah melantai di bursa saham Indonesia sejak  4 April 2022 dan harganya telah naik enam kali lipat. Kesuksesan ini membuktikan kepercayaan masyarakat terutama investor terhadap potensi Metaverse Indonesia. 

Mengenal Metaverse Indonesia, Proyek Metaverse yang Didukung Pemerintah

Potensi Metaverse Indonesia juga didukung oleh Jhonny G. Plate Menteri Komunikasi dan Informatika. 

“Metaverse Indonesia telah mulai terbentuk dari sektor yang ekosistem user-nya paling adaptif untuk mengadopsi inovasi digital,” katanya. 

Prototipe Metaverse Indonesia juga akan diperkenalkan kepada masyarakat global di acara G-20 di Bali pada November 2022.

Di luar dukungan pemerintah, proyek ini juga mendapat dukungan dari beberapa perusahaan seperti Bank Rakyat Indonesia atau BRI, Bank Negara Indonesia atau BNI, Trisakti, hingga Museum Boga Indonesia.  

Tujuan Metaverse Indonesia

Melihat banyaknya dukungan tersebut, maka tidak heran jika proyek ini menarik banyak perhatian. 

Chief Metaverse Officer dari WIR Group, Stephen Ng menyatakan bahwa Metaverse Indonesia bertujuan untuk memberi dunia metaverse yang menjunjung tinggi nilai-nilai Indonesia.

Hal ini sejalan dengan nama perusahaan WIR yang merupakan singkatan dari  “We Indonesian Rule” atau “We Indonesian Rock” untuk kata WIR dalam WIR Group. 

Tujuan lainnya adalah memberikan dukungan kepada anak muda Indonesia untuk bisa memperluas kreativitas dan menuangkan idenya agar bisa berkolaborasi di metaverse, yang pada akhirnya bisa memiliki dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. 

Tujuannya adalah masyarakat muda yang umumnya memiliki kreativitas tinggi dapat menuangkan idenya dan berkolaborasi melalui metaverse ini dan memberi dampak kepada ekonomi. 

“Apa yang WIR lakukan pasti ujung-ujungnya buat nama Indonesia. Metaverse Indonesia juga sama. Nantinya avatar metaverse akan menggunakan. Baju daerah dan metaverse juga akan digunakan untuk menyebarkan edukasi ke daerah lain yang sulit dijangkau, “ katanya.  

Dengan begitu, program edukasi dari metaverse Indonesia akan semakin luas dan mampu menambah pengetahuan tentang Indonesia. 

Fitur-fitur dalam Metaverse Indonesia

Metaverse Indonesia akan bergerak layaknya metaverse lain di dunia crypto dan dunia teknologi. 

Tapi metaverse ini akan mengombinasikan mekanisme terpusat dan terdesentralisasi. Untuk sistem terpusat akan datang dari kewajiban verifikasi mengikuti aturan dari pemerintah Indonesia. Untuk sifat terdesentralisasinya datang dari teknologi blockchain yang digunakan. 

Dengan adanya teknologi blockchain, maka metaverse ini akan memiliki NFT dan melakukan 

penjualan tanah virtual untuk membuat metaversenya menarik terutama dalam membentuk kegiatan ekonomi di dalamnya. 

Walaupun ada dukungan pemerintah, Stephen Ng, menegaskan bahwa, pajak belum akan diterapkan. Ia menyatakan bahwa jika pemerintah langsung menerapkan pajak, maka ada kekhawatiran industrinya tidak akan tumbuh. 

“ Belum adanya implementasi pajak ini akan membuat ruang inovasi terbuka lebih lebar bahkan memberi kemungkinan adanya jasa keuangan non-tradisional di metaverse. Inovasi keuangan bisa datang dari beberapa BUMN, misalnya Bank BNI dan BRI yang mendukung proyek Metaverse Indonesia, asal sudah ada regulasi yang jelas, “ katanya. 

Untuk saat ini perusahaan keuangan yang ada di metaverse Indonesia kemungkinan hanya akan menggunakannya untuk edukasi, pelayanan konsumen, dan memberikan informasi terkait perusahaan. 

Perkembangan Proyek Metaverse Indonesia 

CMO WIR Group menyatakan bahwa untuk mengembangkan Metaverse Indonesia butuh waktu lima hingga enam tahun ke depan.

Saat ini roadmap atau rencana ke depan dari Metaverse Indonesia masih belum dipublikasi. Langkah paling dekat dari metaverse Indonesia akan dihadirkan di acara puncak G-20 Bali, November 2022. 

Pandangan Pertumbuhan Metaverse di Indonesia

Metaverse Indonesia tidak akan bisa berjalan tanpa didukung banyak pihak, salah satunya adalah pemerintah karena itu penting bagi proyek ini untuk melihat apakah negara ini sudah siap menerima teknologi baru. 

Menurut Stephen Ng, ia melihat Indonesia sudah siap, utamanya dari sisi konsumen. Untuk pemerintah memang masih membutuhkan waktu untuk mengatur regulasi metaverse yang bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. 

Ia juga menyatakan kemungkinan besar perihal urusan data dan birokrasi di metaverse akan semakin mudah karena semua terdigitalisasi.

Mengenal Metaverse Indonesia, Proyek Metaverse yang Didukung Pemerintah

Kemudahan ini akan diberikan dari teknologi Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Indonesia yang dimiliki Kemenkominfo. 

“Agar pertumbuhan terus terjadi, maka negara besar seperti Indonesia harus mengimplementasikan teknologi Web 3.0. Saya optimis, teknologi web 3.0 dapat membawa kemajuan dan bisa kecurangan terutama di sistem keuangan, “ pungkasnya. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.