Survei Fidelity Nyatakan 71% Institusi Berencana Beli Crypto

Naufal Muhammad

21st July, 2021

Fidelity, salah satu perusahaan besar di dunia crypto baru saja melakukan survei kepada beberapa investor institusional.

Dari survei tersebut terlihat bahwa mayoritas institusi berencana untuk membeli crypto walau kondisi pasar crypto belum terlihat positif.

Survei Menyatakan Institusi Berencana Beli Crypto

Menurut Survei dari Fidelity Digital Asset, investor institusional terlihat berencana untuk membeli atau bahkan menyimpan crypto yang dimiliki.

Kabar ini beredar saat pasar masih mengalami kondisi yang buruk, yang kemungkinan juga dapat menjadi sentimen positif dari sisi institusi.

Dari survei tersebut dikabarkan bahwa tujuh dari sepuluh investor institusional menyatakan akan menambah portfolio crypto saat ini.

Selain itu, 90% dari responden menyatakan bahwa perusahaannya akan menambah investasi ke aset digital dengan waktu investasi dalam lima tahun ke depan.

Laporan tersebut menyatakan bahwa terjadi indikator yang kuat dalam peningkatan kematangan pasar aset digital seperti crypto.

Selain itu, menurut laporan tersebut saat ini dengan adanya dorongan kuat dari institusi selama 12 bulan hingga 15 bulan terakhir, pasar aset digital menjadi semakin kuat.

Saat ini Fidelity juga memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan dalam adopsi oleh institusi keuangan tradisional dan lembaga keuangan lain.

Kondisi ini adalah peningkatan akibat awalnya adopsi tersebut hanya dilakukan oleh perusahaan atau institusi terkait crypto dan juga perusahaan umum yang memiliki ranah kecil.

Adopsi Seluruh Benua Terlihat Meningkat

Survei tersebut juga menyatakan bahwa 52% dari seluruh institusi keuangan di Asia, Eropa, dan Amerika, yang menjadi responden, telah memiliki aset crypto.

Dalam data tersebut, terlihat bahwa benua terbesar berada di Asia, dengan 71% institusi menyatakan telah dan akan membeli crypto lagi.

Pada Benua Eropa saat ini 56% institusi telah menyatakan bahwa mereka memiliki alokasi portfolio terhadap aset crypto.

Angka ini merupakan peningkatan dari tahun lalu yang mencapai 45%, apresiasi sekitar 11% hanya dalam satu tahun.

Selain itu, di Amerika sendiri 33% institusi keuangan dikabarkan telah melakukan investasi pada aset crypto.

Angka ini juga merupakan peningkatan seperti benua lainnya, dimana terjadi peningkatan sebesar 6%, angka yang relatif kecil namun signifikan.

Dalam laporan hasil survei tersebut, salah satu hal yang perlu diketahui adalah halangan adopsi lebih tinggi, yaitu volatilitas dan juga keamanan.

Namun kekhawatiran tersebut terlihat berkurang jika dibandingkan dengan beberapa survei yang telah dilakukan sebelumnya. Laporan menyatakan bahwa,

“Ekspektasi adopsi institusi keuangan yang meningkat akan terjadi pada 2026 saat mayoritas institusi sudah memahami secara dalam mengenai crypto.”

Laporan survei ini dilakukan dan dipublikasi saat pasar crypto mengalami kondisi yang buruk dengan harga Bitcoin yang turun di bahwa $35.000.

Sehingga kemungkinan data ini dapat menunjukkan kepercayaan institusi secara jangka panjang, mengingat kondisi tersebut sangat jauh dari harga tertinggi Bitcoin.

Untuk saat ini dorongan beli nampaknya sedang berusaha terjadi kembali dengan adanya acara “The B Word” pada 21 Juli 2021.

Acara tersebut berpotensi menjadi sentimen positif akibat bersifat edukasi untuk meyakinkan institusi dan masyarakat terhadap revolusi keuangan melalui crypto.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.