Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 7 min read

Seorang miner Bitcoin individu berhasil meraih keuntungan besar setelah memenangkan hadiah blok senilai sekitar US$210.000 atau setara Rp3,5 miliar. Pencapaian ini terjadi setelah ia berhasil menambang blok ke-943.411 melalui layanan CKpool pada Kamis (2/4/2026).
Berdasarkan data dari mempool.space, penambang tersebut memperoleh total 3,139 BTC. Rinciannya terdiri dari 3,125 BTC sebagai hadiah utama blok dan 0,014 BTC dari biaya transaksi, atau sekitar US$937 atau setara Rp15,6 juta.
Kemenangan ini tergolong sangat langka, mengingat peluang untuk menemukan blok dengan kapasitas seperti itu hanya sekitar 1 banding 28.000 dalam sehari.
Penambangan dilakukan melalui solo.ckpool.org, yakni platform mining pool yang memungkinkan penambang individu menyimpan seluruh hadiah blok, dengan potongan biaya sekitar 2%. Berbeda dengan mining pool biasa, sistem ini tidak membagi hasil dengan penambang lain.
Pengembang CKpool, Con Kolivas, menyebutkan bahwa penambang tersebut menggunakan daya komputasi sekitar 230 terahash per detik (TH/s). Dengan kapasitas ini, peluang menemukan blok memang sangat kecil dalam kondisi normal.
Baca juga: Negara Ini Terus Pindahkan Bitcoin, Total Outflow Rp718 Miliar di 2026
Jika dibandingkan dengan total kekuatan jaringan Bitcoin yang mencapai sekitar 1 zetahash per detik (ZH/s), kontribusi penambang ini hanya sekitar 0,00002%. Artinya, perangkat yang digunakan kemungkinan hanya beberapa mesin ASIC skala rumahan, bukan operasi mining besar.
Kemenangan ini juga mengakhiri periode tanpa hasil selama 33 hari di CKpool, sejak terakhir kali blok solo ditemukan pada 28 Februari.
Dalam 12 bulan terakhir, penambang solo hanya berhasil menemukan sekitar 20 blok Bitcoin, dengan total distribusi mencapai 62,96 BTC. Rata-rata, satu blok solo muncul setiap 18,7 hari, dengan jeda terpanjang mencapai 58 hari.
Baca juga: Pengamat: Mining Kripto di Indonesia Legal, Selama Sesuai Aturan
Meski terlihat mustahil, kejadian seperti ini bukan yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa penambang kecil berhasil meraih hadiah besar dengan peluang yang sangat kecil.
Pada Desember 2025, penambang dengan 270 TH/s berhasil meraih sekitar US$284.633 sekitar Rp4,7 miliar dengan peluang 1 banding 30.000. Sebulan sebelumnya, penambang dengan hanya 6 TH/s bahkan mendapatkan sekitar US$265.000 setara Rp4,4 miliar, dengan peluang ekstrem 1 banding 180 juta.
Sementara pada September 2025, penambang dengan 200 TH/s meraih sekitar US$350.000 sekita Rp5,8 miliar dengan peluang 1 banding 36.000.
Selain itu, ada juga kasus penggunaan hashrate sewaan atau cloud mining. Pada Februari lalu, seorang penambang mengubah modal sekitar US$75 sekitar Rp1,2 juta menjadi hampir US$200.000 setara Rp3,3 miliar dengan mengarahkan 1 PH/s ke CKpool.
Di sisi lain, keberhasilan penambang kecil ini terjadi di tengah tekanan yang dihadapi perusahaan mining besar. Beberapa perusahaan publik justru melakukan penjualan besar-besaran cadangan Bitcoin mereka. Riot Platforms menjual 3.778 BTC dengan nilai sekitar US$289,5 juta atau Rp4,8 triliun). MARA Holdings melepas sekitar 15.133 BTC senilai US$1,1 miliar setara Rp18,3 triliun. Sementara itu, Nakamoto Inc. juga menjual 284 BTC.
Fenomena ini menunjukkan dua sisi industri mining saat ini. Di satu sisi, perusahaan besar harus menghadapi tekanan finansial dan strategi pengelolaan kas. Di sisi lain, penambang individu masih memiliki peluang meraih keuntungan besar, meskipun peluangnya sangat kecil dan tidak bisa diprediksi.
Baca juga: Cara Mudah Mining Bitcoin dari Rumah
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.