Ripple Melibatkan Ethereum dalam Kasus Tuntutan SEC, Dijadikan Pembelaan

Naufal Muhammad

1st February, 2021

Perusahaan blockchain yang diperbincangkan akibat tuduhan kasus pelanggaran hukum, Ripple, baru saja menanggapi kembali Securities and Exchange Commission (SEC) terkait tuduhannya.

Saat ini Ripple melibatkan Ethereum dalam kasus dengan membawa namanya dalam pembelaan terhadap tuntutan pelanggaran.

Ripple Memberi Tanggapan Baru Kepada SEC

Dalam berkas yang dipublikasi pada Hari Jumat lalu, Ripple baru saja menuntut kembali pernyataan tuduhan awal SEC terhadap hukum sekuritas yang berlaku akibat penjualan XRP senilai $1,3 Miliar.

Tanggapan itu adalah pernyataan bahwa XRP jauh berbeda dengan saham atau sekuritas, terutama jika dilihat dari sisi kegunaannya dan juga likuiditasnya.

Selain itu Ripple juga menegaskan bahwa XRP tidak diniatkan untuk diterbitkan sebagai saham dan jika diterbitkan berdasarkan regulasi sekuritas, fungsi utama XRP sebagai aset desentralisasi akan hilang.

Baca juga: Kisah Ripple di Amerika: Dari Rekan Berujung Perang

Tanggapan tersebut adalah tanggapan terhadap seluruh tuntutan dari SEC terhadap penawaran publik XRP. Pernyataan dalam tanggapan tersebut bertujuan untuk menyatakan bahwa seluruh tuntutan merupakan hal yang salah akibat tidak sesuai.

Intinya, Ripple berargumen bahwa XRP tidak dapat disamakan dengan sekuritas atau kontrak investasi biasa dan SEC gagal menyadari hal tersebut dengan mengabaikan protokol open-sorce-nya serta korelasi harganya dengan mata uang crypto besar lainnya.

Melibatkan Ethereum dalam Kasus

Sebagai tambahan, Ripple juga mengajukan berkas kepada Freedom of Information Act (FOIA), yang berisi permintaan informasi mengenai Ethereum.

Informasi yang dicari oleh Ripple adalah mengenai sifat asli dari Ethereum dan juga apakah Ethereum bergerak di bawah kesesuaian hukum sekuritas dari SEC.

Perwakilan Ripple memberikan pernyataan bahwa “ SEC sangat jelas telah memihak kepada dua aset besar industri crypto yaitu Bitcoin dan Ethereum. Di saat yang bersamaan, mereka juga sudah mengabaikan pertumbuhan di sekitar dua aset tersebut. Saat ini Ripple akan fokus pada FOIA untuk mencari informasi mengenai Ethereum dan statusnya terkait dengan regulasi SEC.”

Pernyataan ini telah membawa Ethereum ke dalam kasus tuntutan ini secara tidak langsung. Hal ini disebabkan Ripple nampaknya akan menggunakan keberadaan Ethereum sebagai pembelaannya saat sidang dengan SEC terkait tuntutan.

Baca juga: Pendiri Ripple Jual $400 Juta XRP, Investor Diharap Waspada!

Pelibatan Ethereum dalam pembelaan Ripple adalah akibat Ripple merasa bahwa Ethereum diperbolehkan beroperasi secara bebas.

Menurut Ripple hal ini menjadi masalah akibat sifat ETH dan XRP dari segala aspek relatif sama yaitu aset desentralisasi.

Sehingga, penarikan Ethereum dalam kasus ini kemungkinan akan membentuk sentimen-sentimen baru yang nampaknya akan memperrumit kasus.

Saat ini kondisi kedua aset masih terlihat aman. XRP masih terus mendapat dorongan beli dan Ethereum yang sedang berkonsolidasi untuk naik kembali di dalam zona apresiasi harganya.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.