Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ripple Ekspansi ke Asia Tenggara, Membeli 40% Perusahaan Ini

Naufal Muhammad     Tuesday, March 30 2021

Walau pengadilan kasus antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Ripple (XRP) masih terus berlanjut, Ripple memiliki rencana besar.

Perusahaan dari XRP memiliki rencana untuk melakukan ekspansi ke Asia Tenggara dalam hal transaksi lintas negara dan perihal perpindahan dana.

Ripple Berencana Ekspansi

Ripple memiliki rencana untuk membeli saham Tranglo, perusahaan jasa pembayaran lintas negara di Asia, sebesar 40%.

Rencana ini dilakukan sebagai bagian dari tujuannya untuk menyediakan likuiditas yang terjaga melalui program On-Demand Liquidity (ODL) oleh RippleNet di Asia Tenggara.

Walau saat ini masih terdapat kasus dengan SEC terhadap status XRP, perusahaan pembayaran berbasis blockchain ini masih terlihat percaya diri.

Baca juga: Ripple Melibatkan Ethereum dalam Kasus Tuntutan SEC, Dijadikan Pembelaan

Tujuan utama masih terfokus pada Asia Tenggara dengan pengumumannya terhadap perusahaan pembayaran terbesar di Asia, Tranglo, senilai 40%.

Tranglo, saat ini memiliki beberapa cabang seperti di Kuala Lumpur, Jakarta, Dubai, dan London, yang mendukung operasional perusahaan.

Kerja sama dengan Tranglo akan mempermudah Ripple untuk melayani permintaan terhadap pembayaran lintas negara yang terus meningkat.

Selain itu, tujuannya adalah juga untuk meningkatkan kualitas jasa ODL yang diberikan oleh Ripplenet.

Dengan peningkatan dalam kualitas ODL, XRP akan menjadi jembatan dua mata uang fiat untuk dikirim secara instan dan mengurangi biaya transaksi.

Peran Tranglo Cukup Signifikan

Menurut pengumuman Ripple, Trianglo akan memiliki peran yang signifikan dalam rencana ini dengan penyediaan wadah baru dalam penyediaan ODL.

Kerja sama ini juga berarti pengguna ODL dapat memiliki kuota kredit yang lebih tinggi dan meningkatkan kuota transaksi lintas negara ke pasar.

Asheesh Birla, Manager RippleNet menyatakan bahwa dukungan Tranglo akan memiliki dampak yang signifikan. Ia menyatakan,

“Infrstruktur yang diberikan Tranglo membuatnya menjadi rekan yang ideal untuk ekspansi ODL yang dimulai di Asia Tenggara. Kita antusias mengimplementasikan wadah transaksi lintas negara yang lebih aman, murah, dan cepat dengan teknologi blockchain serta aset digital.”

Kerja sama antara Ripple dan Tranglo akan mendorong kondisi integrasi yang lebih tinggi di beberapa negara Asia Tenggara.

Saat ini, kurangnya kesamaan antara infrastruktur transaksi untuk integrasi pembayaran lintas negara, membuat biaya transaksi lebih mahal.

Baca juga: Ripple Masih Kuat di Persidangan! Mulai Membuat SEC Kewalahan

Jacky Lee, CEO Tranglo, menyatakan bahwa kerja sama dam sistem ODL akan meningkatkan penyediaan jasa keuangan untuk masyarakat lebih luas.

Saham 40% dari Tranglo yang akan diakuisisi oleh Ripple masih dalam proses persetujuan oleh regulator dan beberapa peresmian dokumen lainnya.

Dikabarkan semua resmi pada tahun ini, dan setelah resmi, akan TNG Fintech Group akan tetap menjadi pemilik saham mayoritas Tranglo.

Saat ini XRP berada di peringkat ketujuh dalam kapitalisasi pasar crypto terbesar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp369 Triliun.

XRP saat ini masih terlihat bergerak positif dengan apresiasinya yang hampir mencapai 30% sejak awal Maret 2021.