Rangkaian Sentimen Negatif China Terhadap Bitcoin 2013-2021

Anisa Giovanny

30th September, 2021

China kembali tunjukkan sentimen negatif terhadap aset crypto, Jumat pekan lalu waktu setempat Negeri Tirai Bambu ini mengabarkan jika transaksi kripto seluruhnya illegal.

Kabar ini membuat penjualan Bitcoin, Ethereum, dan berbagai crypto lainnya terdampak. Sensitifnya China pada crypto ini bukanlah hal baru, negara ini telah konsisten untuk menyebar berbagai rumor dan larangan terhadap crypto sejak tahun 2013 hingga sekarang.

Coinvestasi mencoba untuk mengurutkan sentimen negatif terkait Bitcoin dan crypto yang dipublikasikan oleh negara China dari 2013-2021.

5 Desember 2013

China melarang lembaga keuangan menangani transaksi Bitcoin. Bank Rakyat China mengumumkan itu bukan mata uang dengan makna yang sebenarnya.

Dampak kabar ini adalah harga Bitcoin turun lebih dari 20% dan berharga $889. Walau begitu dalam jangka panjang, harga Bitcoin telah naik hingga 4.600% sejak tanggal itu.

27 Maret 2014

Desas-desus mulai beredar bahwa pemerintah China akan menghukum bank yang mengambil bagian dalam transaksi Bitcoin.

Harga Bitcoin juga turun 12% menjadi $562. Bitcoin kembali membuktikan kekuatannya dengan naik hingga 7,345% sejak tanggal tersebut.

9 Februari 2017

Laporan muncul bahwa People’s Bank of China memperketat tekanan peraturan dan mendorong pertukaran Bitcoin negara itu untuk sepenuhnya mematuhi aturan anti pencucian uang.

Bitcoin dan kripto lainnya turun lebih dari 7% menjadi sekitar $988. Penurunan ini berlangsung singkat, realitanya menjelang akhir 2017 Bitcoin meraih harga tertingginya sepanjang masa mendekati $20,000 kala itu dan membuat aset ini mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

24 Agustus 2018

Pihak berwenang di China sekali lagi meningkatkan tekanan pada spekulasi mata uang kripto, dengan lima badan pemerintah, Bank Rakyat China, Komisi Regulasi Perbankan, Komisi Urusan Ruang Siber Pusat, Kementerian Keamanan Publik, dan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar mengeluarkan peringatan tentang penggalangan dana ilegal melalui “blockchain” dan “cryptocurrency.”

Sebagian besar investor mengabaikan ancaman ini, dengan Bitcoin naik dari $6.494 menjadi $6.750 dan mengakhiri hari dengan naik 4%.

Hal ini menujukan selama investor memiliki keyakinan, maka FUD yang ditebar China pada akhirnya hanya berlangsung sesaat dan harga Bitcoin akan kembali normal bahkan naik seiring waktu.

21 Mei 2021

Otoritas China mengatakan keamanan yang lebih ketat diperlukan untuk melindungi sistem keuangan dan menyerukan tindakan keras terhadap penambangan Bitcoin.

Ini masih tergolong baru dan sempat membuat pasar memerah dan membuat sebagian investor pemula menjadi panik.

Meski begitu, harga Bitcoin saat ini telah berangsur membaik meskipun belum berhasil menyentuh harga tertingginya sepanjang masa yakni di $67,000 pada April 2021.

24 September 2021

China kembali berulang dengan mengabarkan bahwa transaksi crypto illegal, hal ini turut berdampak dengan harga Bitcoin yang turun 8% di hari itu ke $40,690. Walau begitu harga Bitcoin telah mengalami perbaikan dan kini berada di kisaran $43,568.

China Memiliki Dampak tapi Tidak Berlangsung Lama

Sentimen negatif China terhadap crypto memang bukan hal baru dan dampaknya memang terasa terhadap harga crypto, walau begitu dampaknya tidak berlangsung lama karena pada akhirnya Bitcoin kembali mengalami kenaikan. 

Selain itu meskipun China tidak ramah terhadap crypto, namun negara ini menggunakan teknologi Blockchain di berbagai sektor industri dan kini semakin gencar untuk merilis mata uang digital bank sentral mereka, yakni digital yuan.

Hal ini juga bisa dilihat dari para holder Bitcoin yang masih menyimpan Bitcoin mereka meskipun FUD terus bermunculan. Total volume #Bitcoin yang dipegang holder jangka panjang telah mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa sebesar 80,5% dari $BTC yang beredar.

Rincian pasokan yang beredar adalah:

  • Laba pasokan LTH = 71,1%
  • Pasokan LTH yang hilang = 9,4%
  • Pasokan STH = 19,5%

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency