Persepsi Bitcoin Kembali Positif! Kontrak Futures Desember Lewati Rp1 Miliar

Naufal Muhammad

12th April, 2021

Premium kontrak futures tiga bulan Bitcoin dan Bitcoin itu sendiri terlihat mencapai angka tertinggi, hampir 50%.

Data tersebut menunjukkan adanya inefisiensi pada pasar bersama dengan Bitcoin yang kembali masih kesulitan menembus $60.000 atau Rp876 Juta.

Namun, kondisi ini memperlihatkan kondisi paling positif akibat Premium atau perbedaan antara futures dan spot yang terlihat sangat tinggi.

Kondisi Kontrak Futures Bitcoin

Kontrak Futures umumnya memiliki perbedaan harga dengan Bitcoin walau tidak secara signifikan, dan perbedaan antara futures dan spot ini umum terlihat pada seluruh aset.

Namun, perbedaan sebesar hampir 50% terlihat jarang terjadi pada pasar keuangan apa pun yang menarik perhatian pasar.

Sumber: Bitcoin Futures Info

Tidak seperti kontrak Perpetual, kontrak dengan waktu kedaluwarsa ini dapat memiliki harga yang jauh berbeda dengan harga asli dari aset tersebut.

Hal tersebut disebabkan adanya tenggat waktu yang membuat adanya perbedaan akibat perspektif, permintaan, dan penawaran yang berbeda dengan aset aslinya.

Baca juga: Mengenal Jenis Kontrak Futures Berdasarkan Waktu Kedaluwarsanya

Kontrak ini juga sering digunakan untuk melakukan pengamanan atau hedging dengan contoh membeli aset nyatanya dan juga memasang posisi jual pada futuresnya.

Umumnya kontrak futures dengan waktu kedaluwarsa tiga bulan ini memiliki perbedaan 10% hingga 20% dengan harga aset nyatanya.

Sumber: OKEx

Grafik di atas memperlihatkan bahwa walau terjadi apresiasi sekitar 250% sekitar Maret hingga Juni 2019, perbedaan dengan kontrak futures masih terjaga pada 25%.

Saat ini semua terlihat berbeda setelah Bitcoin naik 135% dan membawa perbedaan dengan kontrak futures hingga lebih dari 25%.

Kondisi ini menandakan bahwa saat ini pasar terlihat memiliki persepsi positif akibat perbedaan di atas 25% mencapai hampir 50%  tersebut merupakan perbedaan positif.

Inefisiensi Terus Berlanjut, Tanda Positif

Mayoritas trader handal lebih memilih kontrak futures dengan waktu kedaluwarsa, namun trader ritel umumnya lebih memiliki kontrak perpetual.

Saat ini pasar derivatif crypto masih belum diregulasi, sehingga inefisiensi yang terjadi ini masih terlihat akan terus terjadi.

Sehingga, walau terjadi perbedaan sebesar hampir 50%, nampaknya hal tersebut masih akan terlihat normal.

Hal tersebut disebabkan dengan adanya fluktuasi yang terjadi pada pasar crypto.

Baca juga: Mendalami Hubungan Pasar Futures dan Spot Bitcoin

Kontrak futures yang digunakan dalam melihat perbedaan tersebut adalah Kontrak Futures Bitcoin kedaluwarsa Bulan Desember.

Saat ini harga kontrak tersebut telah melebihi Rp1 Miliar, yang menandakan perbedaan yang cukup signifikan.

Terdapat ekspektasi bahwa akibat hal tersebut, mayoritas trader memiliki persepsi positif akibat merasa bahwa Bitcoin akan naik.

Namun, pertanda tersebut tidak dapat dikonfirmasi dengan nyata walau umumnya terdapat tanda persepsi positif tersebut.

Melihat harga Bitcoin yang sedang berusaha pulih saat ini, kemungkinan besar kondisi ini dapat menunjukkan bahwa persepsi positif ini dapat menjadi benar.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.