Apa itu Deposit: Pengertian, Jenis, dan Caranya

Penggunaan kata deposit banyak digunakan untuk kepentingan jual beli, namun selain dalam dunia perbankan, istilah tersebut juga kerap digunakan jika kamu ingin membeli aset crypto. 

Ingin tahu informasi lebih mendetail? Simak artikel di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.

Pengertian Deposit

Deposit atau dalam bahasa indonesia diartikan sebagai term ‘penitipan’ merupakan proses yang melibatkan transfer sejumlah uang ke entitas lain untuk disimpan dalam penyimpanannya.

Karena itu, uang yang ditransfer oleh investor ke rekening giro atau rekening tabungan di serikat kredit atau bank disebut deposito. 

Di sini, uang yang ditransfer masih menjadi milik orang yang pertama kali menyetorkan uang, dan entitas tersebut berhak untuk mentransfer dana tersebut ke rekening entitas lain, menarik sebagian dana kapan saja, dan menggunakan dana tersebut untuk membeli produk dan layanan.

Apa Saja Jenis-jenisnya?

Setelah paham mengenai pengertiannya, maka selanjutnya kamu perlu tahu mengenai jenis-jenis dari produk investasi satu ini yang tersedia di pasaran.

Deposito Berjangka

Deposito jenis ini paling banyak diminati masyarakat. Merujuk laman OJK, deposito berjangka merupakan simpanan yang menawarkan jangka waktu pencairan lebih variatif, mulai dari 1, 3, 6, 12, 18, hingga 24 bulan dan penarikan hanya dapat dilakukan sesuai kesepakatan jatuh tempo saja.

Deposito berjangka dapat diterbitkan atas nama perorangan atau Lembaga.

Pihak bank akan memberikan bunga ke tabungan deposito nasabah, tingkat bunga yang ditawarkan oleh bank akan lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa.

Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito merupakan jenis deposito yang tidak mengacu pada nama perorangan atau lembaga tertentu karena sertifikat tersebut nantinya dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan pada pihak lain.

Jangka waktu simpanan dana yang diberikan bank oleh nasabah meliputi 1, 3,6, dan 12 bulan serta sertifikat. Sementara pencairan bunga yang dilakukan di muka dapat dilakukan tiap bulan, atau tiap jatuh tempo

Deposito On Call

Jenis deposito ini adalah yang paling singkat dengan tegat waktu minimal satu minggu atau paling lama satu bulan.

Namun biasanya deposito on call diterbitkan dalam jumlah yang cukup besar. Untuk deposito jenis ini, nasabah perlu memberitahu bank terlebih dulu sebelum melakukan pencairan.

Biasanya deposito jenis on-call diterbitkan dalam jumlah yang cukup besar, sementara pencairan bunganya sendiri dapat dilakukan pada saat pencairan deposito dengan catatan nasabah sudah memberitahukan sebelumnya bahwa tabungan tersebut akan diambil atau dicairkan.

Bagaimana Pengertiannya dalam Crypto

Selain dalam dunia perbankan, ‘penitipan’ semacam ini juga kerap digunakan jika kamu ingin membeli aset crypto seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple, atau aset crypto lainnya yang kamu inginkan.

Jika kamu melakukan kegiatan ini ke aset crypto, itu berarti kamu menyimpan uang (menitipkan) dalam bentuk mata uang crypto untuk keperluan jual beli atau investasi.

Sederhananya, kamu membeli berapa gram emas dengan uang rupiah yang kamu miliki, sedangkan menitip uang dalam crypto berupa membeli berapa buah mata uang crypto dengan uang rupiah yang kamu miliki.

Setelahnya, kamu akan mendapatkan aset berupa mata uang crypto mu sendiri.

Deposit dalam crypto juga bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melakukan deposit dengan mata uang crypto langsung atau melakukannya dengan mata uang fiat. 

Mata Uang Crypto

Untuk deposit dengan menggunakan mata uang crypto, kamu bisa menggunakan aset yang kamu miliki seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, dan selainnya. Nantinya, di setiap bursa (tempat kamu menyimpan aset) memiliki daftar aset yang diterima sebagai deposit.

Biaya dengan mata uang crypto ternyata jauh lebih murah dibandingkan dengan transfer bank. Setiap bursa memiliki minimum uang deposit yang berbeda-beda tergantung jenis dari aset yang kamu pilih.

Mata Uang Fiat

Jika kamu ingin mendapatkan cryptocurrency dengan deposito rupiah, kamu bisa melakukannya dengan menggunakan rekening yang sudah ditentukan. Setelah memilih rekening, kamu bisa membeli aset crypto seperti Bitcoin, Ethereum, atau aset lain yang kamu inginkan.

Baca juga: Apa itu Bitcoin? Panduan Lengkap untuk Pemula

Untuk setoran minimalnya sendiri, rata-rata dimulai dari Rp30,000 sampai dengan Rp50,000. Akan tetapi, ada juga setoran minimalnya mencapai Rp500,000, tergantung dari bursa yang kamu gunakan dan aset yang ingin kamu depositkan.

Ada beberapa cara yang digunakan untuk melakukan deposit dengan rekening. Dengan menggunakan transfer bank bisa melalui rekening atau virtual account atau bahkan e-wallet seperti OVO, Go-Pay, Shopee Pay.

Baca juga: IDRT vs OVO vs GOPAY Apa Perbedaannya?

Beda Deposit dan Withdrawal 

Withdraw dan deposit merupakan dua istilah teknis yang memiliki arti sangat berlawanan dalam dunia investasi. Ketika kamu ingin berinvestasi pada suatu jenis instrumen, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan deposit.

Deposit sendiri merupakan kegiatan menaruh uang pada suatu platform yang ingin kamu gunakan untuk melakukan trading atau investasi.

Misalkan kamu ingin melakukan investasi Bitcoin, maka kamu harus mentransfer uang yang kamu simpan di bank ke akun bursa tempat kamu berinvestasi, itulah yang disebut dengan deposit.

Sebaliknya, withdraw adalah mencairkan aset investasimu kemudian mengirimkannya ke rekening bank yang kamu miliki.

Contohnya, kamu mendapatkan untung dari investasi Bitcoin di bursa A sebesar Rp100.000.000, kamu bisa mencarikan keuntungan tersebut menuju rekening bank yang kamu miliki, itulah yang disebut dengan withdraw.

Cara Deposit untuk Beli Crypto 

Untuk melakukan deposit di crypto, kamu perlu memilih bursa wadah kamu melakukan transaksi terlebih dahulu. Bursa memiliki fungsi untuk mempertemukan pembeli dan penjual crypto.

Bursa yang cukup populer di Indonesia seperti Pintu, Indodax, Binance, atau Tokocrypto. Perlu diingat, beda bursa, beda juga aset-aset crypto yang mereka sediakan.

Baca juga: Cara Mudah Daftar di Exchange Pintu

Setelah kamu menentukan bursa yang akan digunakan, selanjutnya adalah melakukan deposit. Sebagai contoh, coinvestasi menggunakan bursa Pintu sebagai panduanmu. 

Masuk ke Bursa dan Pilih Bank

Langkah pertama adalah masuk ke akun PINTU, kemudian masuk ke menu pengaturan atau setting. Kamu bisa mengklik pilihan ‘Akun‘ kemudian pilih ‘Rekening Bank Saya’. Setelah itu, pilih bank yang akan digunakan sebagai media transfer deposit untuk membeli aset crypto, lalu masukan detail rekening bank.

Pilih Menu ‘Deposit’ dan lakukan Transfer Bank

Selanjutnya kembali ke dasbor utama Pintu dan pilih simpanan di saldo rupiah, pilih bank yang ingin kamu gunakan untuk mentransfer rupiah. Minimal deposit di Pintu adalah Rp50.000.

Setelah kamu dapat mentransfer langsung melalui bank atau menggunakamn internet banking, setiap pilihan bank yang akan digunakan PINTU, pihak bursa telah memberikan langkah-langkah pengiriman.

Minimal deposit di Pintu adalah Rp50.000, jika sudah deposit maka kamu hanya tinggal menunggu saldo masuk ke akun Pintu kamu, maksimal adalah 1×24 jam, jika lebih dari itu kamu bisa menghubungi layanan pelanggan Pintu.

Baca juga: Cara Mudah Deposit di PINTU

Top exchange
Lihat semua

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rekomendasi aplikasi beli bitcoin