Berita Altcoins · 7 min read

Bitcoin Sudah Tak Menarik Lagi, Investor Beralih ke Altcoin?

Rabu, 10 Agustus 2022
Bitcoin Kalah Saing Dengan Altcoin
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Saat ini perhatian terhadap aset kripto tidak hanya terbatas pada Bitcoin saja, alternatif coin atau altcoin pun turut mendapat popularitas, beberapa altcoin populer adalah Binanve Coin dan Ethereum.

Hal ini dapat dilihat dari pergerakan pasar crypto, yang disebabkan oleh investor yang tampaknya kembali kepercayaan dengan altcoin sebagai mata uang digital alternatif lainnya. Maka dari itu, berdasarkan kapitalisasi pasar crypto, BTC tampaknya mengalami penurunan.

Altcoin Juga Mampu Unggul Dari Bitcoin

Seperti gambar di bawah ini, terlihat pergerakan metrik yang menyamping sejak Mei 2022 setelah mengalami dorongan ke atas. Selain itu, pada tahun 2021 ketika Ethereum dan altcoin lainnya baru mencapai level tertinggi sepanjang masa, dan prediksi bahwa Bitcoin akan anjlok.

Baca juga: Hash Rate Bitcoin Raih Level Tertinggi Baru Sepanjang masa

Pergerakan harga Bitcoin yang tertinggal dari Altcoin

Jika pergerakan saat ini berlanjut, maka Bitcoin dapat tertinggal dari altcoin. Dapat dilihat bahwa metrik menguji ulang posisi terendah setiap tahunnya dan turun dari 43% sampai 30%. Hal tersebut dapat memberikan peluang untuk altcoin lebih unggul.

Menurut laporan dari Arcane Research, dalam indeks crypto mereka telah menunjukkan gambaran positif yang terjadi pada bulan Agustus. Seperti yang dilihat di bawah ini, hasil riset mencatat keuntungan 9%, 7% dan 5% untuk indeks cap besar, menegah, dan kecil. Sementara BTC mencatat 2% keuntungan.

Indeks crypto

Selanjutnya yang terakhir, penunjukkan peningkatan terbesar karena tren risiko exposure ke atas, dan pasar stablecoin mengikuti lintasan yang sama mendominasi Bitcoin. Hasil penelitian dari Arcane Research menegaskan:

With bitcoin underperforming relative to altcoins, the bitcoin dominance has plummeted from a peak of 47% in the middle of June to 40.5% now. As the market sentiment has improved traders have been more interested in getting exposure to altcoins than bitcoin.

Di pasar crypto, altcoin mungkin terus mendominasi dalam waktu singkat karena harga BTC bergerak menyamping. Dengan demikian investor mencari keuntungan yang lebih tinggi dapat mempertimbangkan kembali untuk beralih ke kapitalisasi pasar crypto jika mereka memiliki toleransi risiko yang lebih besar.

Alasan Pasar Crypto Mengalami Penurunan Jangka Pendek

Meskipun saat ini bulan positif untuk sebagian besar pasar crypto, terlebih lagi beberapa crypto yang mengalami aksi penurunan yang rendah. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi makro.

Rabu (10/08/22) Federal Reserve (Fed) AS akan merilis cetakan Indeks Harga Konsumen (CPI) Juli. Metrik ini digunakan untuk mengukur inflasi dalam dolar AS yang mengalami tren naik dan mengalami di level tertinggi 40 tahun.

Upaya yang dilakukan oleh Fed dengan menaikkan suku bunga dan mengubah kebijakan moneternya untuk memperlambat inflasi. Jika cetakan CPI bulan Juli berhasil, maka lembaga keuangan mungkin bertindak kurang agresif.

Keadaan ini dapat mengarah pada momentum bullish yang lebih kuat di seluruh aset berisiko, seperti Bitcoin dan pasar crypto.

Baca juga: Harga Crypto Mulai Naik, Waspada Gocekan Whales

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Nabiila Putri Caesari

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.