Lembaga Investasi George Soros Masuk Crypto! Potensi Dampak Positif

Naufal Muhammad

2nd July, 2021

Terdapat kabar yang beredar bahwa perusahaan investasi milik George Soros telah mulai aktif untuk terjun ke dunia crypto.

Dalam laporan yang beredar, perusahaan menyatakan bahwa mereka telah mendapatkan izin untuk mulai melakukan jual beli Bitcoin (BTC).

Banyak pihak yang antusias mendengar kabar ini mengingat masa lalu Soros yang berhasil “menghancurkan” Bank Sentral Inggris di Tahun 90an.

Dengan adopsi menuju crypto ini banyak pihak yang berspekulasi bahwa Soros akan kembali mendisrupsi bank sentral melalui dukungannya.

Perusahaan Soros Masuk Crypto

Sebenarnya, saat ini bukan pertama kalinya perusahaan Soros masuk ke pasar crypto akibat menurut Bloomberg, pada Maret 2021, perusahaan ini telah terjun ke dunia crypto.

Namun pada saat itu, partisipasi di pasar crypto dilakukan melalui perwakilan dari perusahaan lain dan berbeda dari adopsinya saat ini.

Perusahaan merasa saat ini adalah langkah tepat untuk masuk ke dunia crypto walau harganya stagnan tapi nilainya masih lebih baik dari fiat.

Saat ini Dolar Amerika (USD) masih terus bertambah dalam persediaannya hingga 25% hanya dalam satu tahun.

Untuk menyimpan kekayaan dalam USD saat ini merupakan langkah yang kurang baik, akibat semakin bertambah jumlahnya maka semakin turun nilainya.

Penurunan ini terjadi akibat selama pandemi, pemerintah diwajibkan untuk membantu masyarakatnya dengan dana bantuan kepada rakyat dan perusahaan.

Menurut perusahaan, mengingat jumlah dana yang dimilikinya cukup besar, untuk tidak mendiversifikasikan ke aset lain adalah langkah yang kurang baik.

Seluruh pernyataan ini datang dari Kepala Bidang Investasi perusahaan yang menyatakan bahwa Bitcoin menjadi aset yang tepat untuk diversifikasi. Ia menyatakan,

“Bitcoin adalah komoditas yang dapat menjadi tempat baik untuk menyimpan kekayaan dan juga mudah dipindahkan. Pemerintah menganggapnya sebagai aset nyata dan Bitcoin memiliki persediaan terbatas. Jadi Bitcoin ini sangat menarik.”

Walau dana Perusahaan Soros hanya mencapai $25 Juta atau Rp364 Miliar, kebutuhan untuk menjaga kekayaannya tetap menjadi hal penting.

Sehingga partisipasinya dalam pasar crypto dapat mendorong adopsi yang terus meluas terutama mengingat masih adanya dana yang tidak di publikasi.

Adopsi Terus Meningkat

Kabar ini dapat menjadi sentimen positif akibat menandakan bahwa adopsi terhadap Bitcoin oleh institusi keuangan terus mengalami peningkatan.

Namun untuk dampaknya sendiri, mengingat perusahaan tersebut masih dipimpin oleh Soros, masih terdapat dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama adalah Soros akan memanfaatkannya sebagai alat untuk berspekulasi agar mendapat keuntungan.

Kemungkinan kedua adalah Soros akan mendukungnya untuk kembali mendisrupsi Bank Sentral seperti yang terjadi di masa lalu.

Walau kedua kemungkinan tersebut memiliki tujuan untuk mencari keuntungan, mengingat sejarah Soros yang tidak mendukung bank, adopsi ini dapat menjadi kabar baik.

Namun perlu diingat bahwa kemungkinan kegiatan spekulasi ini bukan dilakukan untuk menyerang Bitcoin, namun untuk menyerang USD.

Sesama seperti strategi Michael Saylor di MicroStrategy, perusahaan Soros dapat berujung memanfaatkan USD untuk membeli Bitcoin yang dapat menyerang nilai USD.

Strategi tersebut adalah strategi Soros pada Tahun 1992 saat ia memanfaatkan Pound Inggris (GBP) untuk merusak Bank Sentral.

Saat itu, Soros berhasil mendapatkan $1,5 Miliar atau Rp21.841 Triliun dan berhasil merusak suku bunga acuan Bank Sentral Inggris dalam satu hari.

Hal yang sama dapat terjadi pada Dolar Amerika menggunakan Bitcoin yang merupakan satu hal yang ditunggu oleh mayoritas investor crypto.

Untuk saat ini perusahaannya masih belum memberikan strateginya kepada publik, namun sudah banyak perkiraan bahwa dampaknya akan signifikan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.