Dana Institusi Keluar dari Produk Investasi Berbasis Bitcoin, Tidak Sepenuhnya Buruk

Naufal Muhammad

8th June, 2021

Investor Institusional dikabarkan telah menarik dana sekitar $141 Juta atau Rp 2,01 Triliun dari produk investasi berbasis Bitcoin (BTC).

Hal tersebut nampaknya menjadi penyebab utama mengapa saat ini terjadi tekanan jual yang cukup signifikan.

Walaupun begitu, dana ini masih mencerminkan sebagian kecil dari besarnya dana investor institusional yang berada di pasar crypto.

Dana Institusi Keluar dari Produk Investasi Bitcoin

Laporan terbaru dari CoinShares menunjukkan bahwa mayoritas investor institusional melakukan penarikan dana dari produk investasi berbasis Bitcoin.

Menurut laporan dari CoinShares yang dipublikasi pada 7 Juni 2021, investor institusional terus mengurangi porsi kepemilikan investasi terkait Bitcoin.

Dikabarkan bahwa terdapat penjualan kepemilikan sebesar $141 Juta atau Rp2,01 Triliun dalam beberapa hari terakhir.

Data Aliran Dana Institusional

Tekanan jual ini adalah kelanjutan dari kekhawatiran dari pergerakan turun sejak Bulan Mei 2021, dengan adanya penarikan dana institusi sebesar $100 Juta atau Rp1,42 Triliun.

Penarikan dana tersebut terjadi di sekitar 10 Mei 2021 hingga 16 Mei 2021, yang kemudian mulai mereda hingga terjadi lagi saat ini.

Dikabarkan juga bahwa volume perdagangan produk berbasis Bitcoin juga mengalami penurunan dengan terjadinya penurunan 62% di awal Juni dibandingkan dengan rata-rata Mei 2021.

Hanya Sebagian Kecil Dana

Walau terlihat menakutkan, CoinShares menggarisbawahi bahwa tekanan jual ini hanya 8,3% dari keseluruhan dorongan beli yang terjadi oleh institusi.

CoinShares juga menyatakan bahwa tekanan jual ini sangat jauh berbeda dengan apa yang terjadi di 2018, dan saat ini relatif sangat kecil .

Sejak awal 2021, lebih dari $4,2 Miliar atau Rp59,92 Triliun terlihat masuk ke dalam produk investasi berbasis Bitcoin.

Dana tersebut mencerminkan 65,9% produk investasi berbasis crypto oleh investor institusional yang terkunci di pasar crypto.

Selain itu kabar baik lainnya adalah adanya arah aliran dana berlawanan antara Bitcoin dan Ethereum.

Dikabarkan bahwa pekan ini, saat dana keluar dari produk investasi berbasis Bitcoin, terjadi aliran dana yang masuk ke produk investasi berbasis Ethereum.

Saat ini produk investasi berbasis Ethereum telah mencerminkan 26,8% dari keseluruhan produk investasi crypto di pasar.

Selain itu, menurut CoinGecko, saat ini Ethereum juga terus melewati Bitcoin sebagai aset yang paling sering diperjualbelikan di pasar.

Hal tersebut dapat menandakan bahwa saat ini institusi nampak lebih tertarik terhadap Ethereum dibandingkan Bitcoin.

CoinShare juga menyatakan bahwa terjadi peningkatan terhadap produk investasi berbasis Ripple (XRP) dan juga Cardano (ADA).

Dikabarkan pekan lalu terjadi peningkatan aliran dana yang masuk dengan angka tertinggi sejak Bulan April 2021 untuk XRP dan ADA.

Jadi, kondisi tekanan jual bukan sebuah hal yang perlu dikhawatirkan akibat jika melihat data, kondisi masih jauh dari kejadian 2018.

Saat ini kemungkinan besar hanya koreksi impulsif yang terjadi sebelum pasar mulai pulih kembali dalam beberapa pekan ke depan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.