Perusahaan Besar Ini Pilih Ethereum dibanding Bitcoin untuk Investasi

Naufal Muhammad

25th May, 2021

Salah satu perusahaan besar di dunia keuangan global baru saja menyatakan pendapatnya mengenai perdebatan antara Bitcoin dan Ethereum.

Perdebatan tersebut adalah perdebatan apakah Ethereum akan mengalami pergerakan naik mengalahkan Bitcoin dalam segala aspek.

Goldman Sachs Pilih Ethereum

Perusahaan tersebut adalah Goldman Sachs Group Inc, salah satu perusahaan jasa keuangan terbesar di Amerika.

Goldman Sachs baru saja menyatakan bahwa perusahaannya mendukung Ethereum, dan memilih Ethereum dibandingkan Bitcoin.

Pernyataan tersebut didapatkan dari laporan penelitian bank yang bocor ke publik mengenai kondisi makroekonomi dan juga pandangan Goldman Sachs.

Menurut data jurnal dan laporan dari Goldman Sachs yang bocor, Ethereum dapat mengalahkan dominasi Bitcoin.

Perusahaan tersebut menyebut Ethereum sebagai tempat yang tepat untuk menjaga kekayaan dan menyatakannya sebagai Amazon untuk informasi.

Amazon yang direferensikan adalah Amazon platform jual beli terbesar yang berarti dominasinya dalam menyimpan informasi sama dengan dominasi Amazon di pasar ritel.

Menurut perusahaan tersebut, dominasi Ethereum muncul akibat jumlah penyimpanan data yang ada di blockchainnya yang didukung oleh banyaknya DApps dan Smart Contract.

Laporan yang bocor tersebut menyatakan bahwa Goldman Sachs sangat percaya terhadap Ethereum. Laporan tersebut menuliskan,

“Mengingat keutamaan aplikasi dunia nyata yang menentukan nilai sebuah aset, Ethereum memiliki kemungkinan besar untuk mengalahkan Bitcoin. Ekosistem Ethereum mendukung smart contract dan memberi wadah penciptaan proyek baru. Mayoritas proyek Decentralized Finance (DeFi) dan proyek Non-Fungible Tokens (NFT) juga mayoritas terikat pada Ethereum.”

Pernyataan tersebut merujuk pada Ethereum yang kemungkinan besar akan mengalahkan dominasi Bitcoin akibat implementasi dunia nyatanya.

Goldman Sachs menyatakan jika penggunaannya semakin tinggi, maka volumenya juga akan semakin tinggi, yang membuat dominasinya semakin tinggi.

Menurut perusahaan tersebut, Ethereum tidak hanya token bernilai untuk transaksi namun memiliki ekosistemnya sendiri, yang membuat potensinya lebih dari Bitcoin.

Apakah Mungkin Mengalahkan Bitcoin?

Untuk perbandingan harganya, saat ini walau kondisi pasar relatif mengalami koreksi yang cukup dalam, Ethereum masih relatif naik lebih tinggi.

Dalam satu tahun terakhir, Ethereum naik sekitar 1.000% dan Bitcoin sendiri hanya mengalami apresiasi sekitar 300%.

Persaingan apresiasi ini juga kemungkinan akan semakin ketat dengan adanya pembaruan dari Ethereum 2.0 yang akan meluncur Juli 2021.

Mayoritas analis memprediksi bahwa harganya akan naik cukup signifikan dengan pembaruan tersebut akibat efisiensi dan penurunan biaya pada blockchainnya.

Menurut Kosala Hemachandra, CEO dari MyEtherWallet, tidak seperti Bitcoin, Ethereum sendiri merupakan sebuah crypto yang lebih dari sebuah aset investasi.

Hal tersebut disebabkan banyaknya adopsi yang dapat dilakukan dengan Ethereum akibat teknologi yang membentuk ekosistemnya.

Tapi saat ini walau kegunaannya sudah cukup meluas, Ethereum sendiri masih memiliki beberapa masalah, terutama dari segi penggunaan energi dan efisiensi.

Namun, dengan pembaruan yang akan datang pada Bulan Juli ini kemungkinan besar adopsi Ethereum akan semakin meluas.

Walaupun begitu, kenyataannya untuk Ethereum mengalahkan dominasi Bitcoin, masih butuh adopsi terutama apresiasi kapitalisasi pasar yang lebih tinggi.

Saat ini kapitalisasi pasar Ethereum masih berada 50% di bawah Bitcoin, yang membuktikan Ethereum masih butuh langkah lebih tinggi sebelum dapat mengalahkan Bitcoin.

Jadi nampaknya narasi Ethereum mengalahkan Bitcoin masih jauh dari realita, namun masa depan memberikan harapan terhadap perubahan ini.Perusahaan Besar Ini Pilih Ethereum dibanding Bitcoin untuk Investasi

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.