Kurangi Biaya Gas, Ethereum Berikan Upgrade Terbaru!

Rossetti Syarief

4th December, 2021

Ethereum Improvement Proposal (EIP) adalah upgrade Ethereum yang belum lama ini diajukan oleh salah satu pendiri jaringan, Vitalik Buterin. Upgrade diharapkan dapat mengatasi biaya transaksi, yang merupakan bagian dari kelemahan terbesar jaringan.

Di dalam proposal, anggota komunitas Ethereum mengusulkan perbaikan pada teknisi jaringan dan smart contract.

EIP atau proposal pembaruan apapun, dapat ditulis dan diusulkan oleh setiap anggota komunitas, yang kemudian diserahkan pada GitHub.

Selanjutnya, GitHub akan mendiskusikannya bersama anggota komunitas Ethereum untuk mencapai kesepakatan. 

Anggota dalam forum dan penggemar jaringan juga mendiskusikan proposal tersebut, serta memberikan feedback sebagai jalan tengahnya.

Contoh proposal semacam itu adalah perubahan pada ERC-20, Meningkatkan standar teknis untuk transaksi Ethereum di blockchain, yang kemudian berhasil.

Bulan lalu, Buterin telah menggembar-gemborkan solusi layer-2 sebagai perbaikan short-term untuk masalah penskalaan Ethereum, yang disebut Ethereum Improvement Proposal.

EIP nantinya akan mengurangi calldata transaksi yang dapat memberikan jeda shot-term dari biaya gas yang melonjak.

Ketersediaan data adalah masalah penskalaan yang paling mendasar, dan EIP akan hadir sebagai bantuan untuk protokol Layer-2 yang melawannya. Pernyataan itu diberikan langsung oleh peneliti.

Pada 2 Desember kemarin, sang pendiri jaringan menjelaskan dalam suatu pers bahwa biaya transaksi rollup adalah fungsi dari data yang mereka kirim kembali ke mainnet Ethereum. 

Untuk melakukan ini, rollup menambahkan calldata ke transaksi mereka, yang saat ini dihargai 16 gas per byte. Jika Ethereum ingin mengurangi biaya calldata, maka perusahaan harus mengurangi biaya transaksi rollup juga.

Pandangan Ekosistem

Secara umum, investor dan penggemar mengharapkan upgrade dapat peningkatan permintaan untuk Ethereum, yang kemudian mengirim harga ETH melonjak dalam beberapa bulan mendatang. 

Namun, jika upgrade menjadikan Ethereum sebagai aset deflasi, ini dapat mengakibatkan beberapa perubahan besar pada mata uang crypto tersebut. Sisi positifnya adalah biaya gas, biaya transaksi, yang kemungkinan akan ditekan lebih rendah.

Tentu, ‘harapan’ kenaikan harga tersebut akan terwujud karena memikat lebih banyak investor setelahnya.

Adopsi jaringan Layer-2 telah meledak dalam beberapa bulan terakhir, namun biaya gas yang justru semakin tinggi.

Pada saat pers, biaya rata-rata transaksi pada Ethereum layer-1 sekitar $37, menurut BitInfoCharts. Sementara TVL pada jaringan layer-2 menemus $6,62 miliar, menurut L2beat.

Dan hanya dalam jangka waktu tiga bulan, TVL telah melonjak sekitar 700%. Sementara Arbitrum, saat ini merupakan protokol Layer-2 terkemuka dengan pangsa pasar 40% dan TVL $2,65 miliar.

Baca juga: TVL Capai $6 Miliar, Ethereum Layer-2 Tembus All Time High!

Dengan kepopulerannya, diharapan pengajuan EIP dapat segera diproses dan membantu penurunan biaya transaksi pada jaringan.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.