Berita Industri · 6 min read

Korban Dugaan Penipuan Trading Kripto Timothy Ronald Bertambah, Polda Metro Jaya Terima Laporan Ketiga

Kamis, 29 Januari 2026
timothy ronald
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Jumlah korban dalam kasus dugaan penipuan trading kripto yang menyeret nama influencer keuangan Timothy Ronald dan Kalimasada kembali bertambah. Seorang pria berinisial RR resmi melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya, menjadikan laporan tersebut sebagai laporan polisi ketiga yang diterima penyidik terkait perkara ini.

Kuasa hukum RR, Jajang, mengungkapkan bahwa kliennya mengalami kerugian finansial dengan nilai mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Saat ini, laporan tersebut tengah ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Inisialnya RR, dengan total kerugiannya kurang lebih Rp1,8 miliar,” ujar Jajang dalam keterangan resmi di Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penipuan Investasi Kripto

Terpikat Promosi Keuntungan Tinggi

Jajang menjelaskan bahwa modus yang dialami RR memiliki pola yang sama dengan korban-korban sebelumnya. Kliennya tertarik setelah melihat berbagai konten promosi investasi kripto di media sosial dan YouTube, yang mengklaim tingkat keberhasilan perdagangan atau win rate hingga 90 persen.

Pada 2025, RR kemudian bergabung sebagai anggota Academy Crypto, sebuah kelas edukasi dan trading kripto yang dipromosikan oleh Timothy Ronald dan Kalimasada.

“Pada prinsipnya, modus operandinya sama. Awalnya tergoda iklan dari media sosial, kemudian membuka YouTube. Karena lewat FYP, akhirnya diklik. Setelah dilihat, ternyata menarik,” kata Jajang.

Dalam materi promosi tersebut, korban juga disebut menerima klaim adanya informasi “A1” terkait koin tertentu yang diklaim akan mengalami kenaikan harga signifikan. Klaim tersebut mendorong peserta untuk mengikuti rekomendasi trading yang diberikan.

Sebagai informasi, Timothy Ronald bersama rekannya mendirikan Akademy Crypto pada 2022 sebagai wadah edukasi aset kripto. Platform ini mengklaim menyediakan ribuan modul pembelajaran yang mencakup trading, investasi, manajemen portofolio, teknologi blockchain, hingga pemrograman quantitative trading.

Akademi Crypto menawarkan lebih dari 1.000 modul pembelajaran yang dipandu oleh para pendiri dan pakar blockchain. Selain itu, kegiatan edukasi juga dilakukan melalui kanal media sosial seperti YouTube dan Discord.

Baca juga: Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Jatim atas Dugaan Penipuan Investasi Kripto

Pelapor Serahkan Barang bukti

Dalam proses hukum yang berjalan, RR telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama hampir 10 jam oleh tim penyidik Polda Metro Jaya. Selama pemeriksaan, penyidik mengajukan total 43 pertanyaan untuk menggali kronologi kejadian, pola promosi, serta alur kerugian yang dialami korban.

Selain memberikan keterangan, RR juga menyerahkan 16 alat bukti kepada penyidik, disertai sejumlah sub-bukti tambahan. Barang bukti tersebut meliputi bukti ancaman, bukti kerugian finansial, bukti keanggotaan Academy Crypto, hingga materi ajakan dan iming-iming promosi untuk bergabung ke dalam kelas kripto tersebut.

“Termasuk bukti-bukti yang sudah beredar di media sosial. Ada bukti ancaman, bukti kerugian korban, bukti keanggotaan Academy Crypto, hingga bukti ajakan untuk masuk menjadi member,” jelas Jajang.

Menurut Jajang, dalam pemeriksaan tersebut penyidik juga mendalami dugaan tindak pidana lain di luar penipuan, termasuk dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta potensi pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ia menambahkan bahwa dalam praktiknya, korban justru mengalami tekanan ketika hendak melakukan cut loss. Alih-alih diberi kebebasan mengambil keputusan, korban disebut dilarang menjual asetnya dan dijanjikan harga akan kembali naik, sehingga kerugian terus membesar.

Berdasarkan data yang dihimpun dari grup Discord Academy Crypto, setidaknya terdapat 26 anggota yang mengaku mengalami kerugian serupa, dengan nominal kerugian yang bervariasi dan tanpa adanya keuntungan yang terealisasi.

Selain dugaan penipuan, RR juga menyerahkan bukti adanya promosi aset kripto dan platform exchange yang diduga belum memiliki izin resmi di Indonesia. Jajang menyebutkan bahwa Timothy Ronald dan Kalimasada diduga pernah mempromosikan exchange Bitget serta koin Manta kepada anggota Academy Crypto.

Pihaknya berharap aspek tersebut turut didalami penyidik, mengingat adanya potensi pelanggaran terhadap regulasi perdagangan aset kripto di Indonesia.

Sebelumnya, Timothy Ronald dan Kalimasada juga telah dilaporkan ke polisi oleh dua korban lain. Seorang pria bernama Younger mengaku mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar, sementara seorang perempuan bernama Agnes Stefani disebut mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar.

Dengan laporan RR, total terdapat tiga laporan polisi yang saat ini ditangani Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan trading kripto yang melibatkan kedua nama tersebut.

Hingga artikel ini ditulis, Timothy Ronald maupun Kalimasada belum memberikan tanggapan atas laporan dugaan penipuan tersebut.

Baca juga: OJK Dalami Dugaan Penipuan Investasi Kripto yang Seret Nama Timothy Ronald

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.