Harga Satu Bitcoin Bernilai 500 Juta Rupiah! Ini Faktor Pendorongnya

Naufal Muhammad

7th January, 2021

Bitcoin masih mengalami apresiasi dan terus membentuk harga tertinggi baru. Saat ini harga tertinggi sepanjang masa Bitcoin ada di kisaran $37.000 setara dengan 500 juta atau setengah miliar rupiah. Apresiasi ini terjadi hanya dalam waktu beberapa jam saja dari ATH Bitcoin sebelumnya di kisaran $36.000.

Apa yang menyebabkan kenaikan Bitcoin kali ini? Simak ulasannya di artikel berikut ini.

Bitcoin Bernilai 500 Juta Rupiah

Sekitar pukul 03.00 WIB, Bitcoin terlihat telah naik lagi membentuk harga tertingginya pada $36.000. Namun selang tiga hingga empat jam berikutnya Bitcoin naik kembali membentuk harga tertinggi baru pada $37.000 setara dengan Rp516 juta.

Saat ini setelah menyentuh $37.000 Bitcoin kembali mengalami konsolidasi namun masih dekat dengan harga tersebut. Melihat entimen dunia yang saat ini masih mengalami banyak ketidakpastian, Bitcoin masih terus maju sebagai aset pengaman melawan inflasi dan pelindung kekayaan.

Baca juga: Bitcoin Sentuh Harga Tertinggi $35.700, Target Berikutnya $45.000

Pada umumnya apresiasi ke harga tertinggi baru akan terlihat pada koreksi atau dip yang umumnya berjangka waktu yang cukup panjang. Namun apresiasi dari $36.000 ke $37.000 terlihat terjadi akibat satu dip yang terjadi pada sekitar pukul 04.00 WIB.

Setelah satu dip tersebut, harga Bitcoin kembali naik membuat pergerakan apresiasi yang kuat sehingga menyentuh harga tertinggi baru. Walau belum ada publikasi, diprediksi bahwa apresiasi ini terjadi akibat institusi yang membeli secara perlaha, akibat sebelumnya banyak pernyataan mengenai rencana pembelian Bitcoin dari institusi.

Penyebab Sentimen Pendorong Harga Bitcoin

Banyak pihak di pasar yang bertanya apa sebenarnya yang menjadi pendorong apresiasi ini. Sebab seharusnya 2021 menjadi tahun baik dimana perekonomian akan pulih dan tidak perlu lagi aset untuk pelindung.

Kenaikan Bitcoin ini besar kemungkinannya disebabkan institusi memprediksi kondisi perekonomian belum akan membaik. Sehingga mereka terus memborong Bitcoin sebagai alat lindung nilai.

Baca juga: Bitcoin Berhasil Ungguli Mata Uang Fiat di 2020

Kemudian sentimen besar lainnya yang mendorong harga naik adalah protes yang terlihat semakin parah di rumah kepresidenan Amerika. Protes terhadap kemenangan Joe Biden dari pendukung Donald Trump terlihat masih terjadi dan semakin memburuk.

Protes tersebut dilakukan karena mereka merasa dicurangi, dan yang menjadi hal janggal adalah protes tersebut tidak dibubarkan seakan rumah kepresidenan tidak memiliki petugas keamanan.

Kemungkinan besar hal ini bisa terjadi akibat dari Donald Trump yang kecewa terhadap hasil pemilihan presiden. Namun saat ini Trump terlihat sudah menerima hasil dan meminta protes untuk diakhiri.

Pengalihan Dana dari Emas ke Bitcoin

Pagi hari ini Joe Biden membuat pernyataan bahwa protes mulai tidak senonoh dan menganggap bahwa yang dilakukan saat ini adalah pemberontakan.

Karena pernyataan ini, mayoritas pihak jadi khawatir terhadap kepemimpinannya yang dimulai sekitar 20 Januari 2021. Karena hal ini akhirnya banyak yang beralih ke aset pengaman untuk menjaga kekayaannya menuju ketidakpastian perekonomian di depan, salah satunya adalah ke Bitcoin.

Hal yang menarik adalah banyak pihak yang walaupun sudah memiliki emas, mereka beralih ke Bitcoin dan menjual emasnya. Walau tidak bisa terlihat secara pasti, terdapat pergerakan yang berlawanan dari kedua aset tersebut.

Baca juga: Bitcoin Dapat Meningkat 20x Lipat dan Ungguli Emas!

Kemarin emas mengalami koreksi yang cukup dalam sekitar 3% dalam 8 Jam berturut-turut. Setelah itu, Bitcoin terlihat menyentuh harga tertinggi barunya yaitu pada $35.000 kemudian $36.000 dan terakhir saat ini pada $37.000.

Walau belum ada penjelasan rinci mengenai aliran dana tersebut korelasi ini membuat asumsi bahwa meski emas adalah aset pelindung, tapi ketertarikan kepada Bitcoin masih tetap kuat.

Diprediksi sentimen terhadap Bitcoin masih akan terus kuat dan apresiasi masih akan terus terjadi. Mengingat juga masih adanya FOMO yang menjadi penggerak apresiasi paling kuat dari investor ritel, saat adanya dip kemungkinan Bitcoin ATH baru lagi masih sangat besar.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.