Singapura Investigasi Kebangkrutan Three Arrows Capital!

Naufal Muhammad

1st July, 2022

Three Arrows Capital semakin mendapat perhatian dari lembaga otoritas keuangan beberapa negara, salah satunya adalah Singapura. 

Setelah rumor bangkrut menjadi semakin dekat menuju kenyataan, saat ini Three Arrows Capital akan diperiksa terkait apakah ada pelanggaran yang dilakukan dalam operasionalnya yang membuatnya bangkrut. 

Kehancuran Lanjutan dari Three Arrows Capital

Three Arrows Capital terlihat mengalami kehancuran lanjutan yang lebih parah setelah hari Rabu, 29 Juni 2022, setelah sesi pengadilan di Kepulauan Virgin. 

Dalam sesi tersebut, Three Arrows Capital diminta untuk melikuidasi semua posisi crypto yang dimilikinya karena telah gagal membayar para kreditur dan investor.   

Permintaan likuidasi ini terjadi setelah adanya salah satu kreditur besar yang terlibat dan meminta tagihan kreditnya yang dianggap gagal bayar, yaitu Voyager Digital sebuah perusahaan keuangan dan crypto, di Amerika. 

Dikabarkan bahwa utang tersebut gagal dibayar akibat strategi yang buruk saat pasar crypto mengalami penurunan drastis setelah kabar penolakan ETF Bitcoin Spot dari Securites and Exchange Commission atau SEC. 

Utang tersebut bernilai $665 Juta yang seharusnya dibayarkan dalam Bitcoin namun gagal untuk dikembalikan oleh Three Arrows Capital. 

Dalam proses likuidasi seluruh posisi ini, Three Arrows Capital akan dibantu oleh Teneo, perusahaan penasihat keuangan global. 

Teneo akan membuat situs untuk para kreditur atau pemberi leverage agar dapat mengambil klaim gagal bayar. 

Seluruh kasus ini dimulai sekitar dua pekan yang lalu dimana muncul rumor bahwa Three Arrows Capital akan bangkrut karena gagal bayar dalam leverage yang digunakan untuk seluruh posisinya saat pasar crypto bergerak turun. 

Pernyataan pertama terkait kejelasan kasus ini langsung dikeluarkan oleh CEO bernama Zhu Su melalui Twitter resminya. 

Permasalahan ini muncul setelah bertahan sekitar 10 tahun dari tahun 2012 hingga 2021. Sayangnya setelah pernyataan dari CEO Three Arrows Capital tersebut, kondisi keuangan perusahaan semakin terbuka dan terlihat betapa dekatnya dengan kehancuran.  

Dalam cuitan lainnya, Zhu Su juga mengaku bahwa strategi perusahaannya terkait crypto jelas salah, dan banyak pelaku pasar yang menanggapi bahwa Three Arrows Capital bergerak dengan serakah. 

Setelah cuitan tersebut, dalam dua pekan terakhir, terdapat banyak perusahaan yang secara terbuka mempublikasi dan meminta kembali kredit leverage yang mereka berikan ke Three Arrows Capital. 

Kehancuran dari perusahaan ini terus berlanjut dengan asetnya yang terus menipis dari sebelumnya mencapai $3 Miliar saat pasar crypto bergerak positif hingga dikabarkan mencapai hanya Jutaan Dolar Amerika. 

Setelah mengalami kehancuran sejak dua pekan terakhir, akhirnya otoritas keuangan dari Singapura, yaitu Monetary Authority of Singapore atau MAS, membuat penyelidikan secara terbuka. 

Singapura Investigasi Tapi Belum Beri Hukuman

Langkah terkait legalitas yang dilakukan Three Arrows Capital terakhir sebelum mengalami kehancuran ini adalah pindah pusat dari Dubai ke Singapura. 

Sehingga, perusahaan ini mendapatkan izin usaha dari Pemerintah Singapura, yang membuat sangat masuk akan untuk MAS membuat penyelidikan. 

Saat ini MAS sedang melakukan penyelidikan atas dasar kurangnya transparansi informasi kepada seluruh pihak terlibat. Selain itu MAS juga terlihat mencabut izin usaha dari perusahaan ini sembari melakukan investigasi. 

Pernyataan ini diberikan langsung oleh Bank Sentral Singapura yang juga meluruskan bahwa dasar penghentian izin adalah akibat hasil temuan penyelidikan tertutup sebelumnya yang telah dilakukan sejak Juni 2021. 

MAS menyatakan bahwa terdapat dua hal yang membuat penyelidikan lebih dalam harus dilakukan, yaitu kurangnya transparansi melalui informasi yang salah dan mengabaikan batas jumlah aset yang boleh dikelola. 

Dalam izin yang didapatkan perusahaan tersebut pada tahun 2013 dari Singapura, tercatat bahwa Three Arrows Capital hanya boleh mengelola dana sebesar $179 Juta atau 250 Juta Dolar Singapura.    

Menurut MAS, perusahaan ini melewati batas yang boleh dikelola dari Juli 2020 hingga September 2020 dan November 2020 hingga Agustus 2021. 

MAS juga menemukan bahwa perusahaan ini telah menggunakan perusahaan lain di Kepulauan Virgin untuk mengurangi jumlah dana yang dikelola. Tapi setelah ditelusuri ternyata keduanya memiliki direktur yang sama, yaitu Zhu Su. 

Untuk saat ini belum ada hukuman tambahan yang harus dilakukan atau dibayar, karena MAS sedang melaksanakan penyelidikan lebih dalam. 

Tapi untuk saat ini nampaknya masa depan Three Arrows Capital tidak terlihat baik dan kemungkinan akan berhenti beroperasi. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.