Joe Biden Usulkan Pajak Baru, Investor Crypto Akan Terancam?

Rossetti Syarief

29th March, 2022

Pada Senin kemarin (28/03), proposal yang disebut “Pajak Penghasilan Minimum Miliarder” telah diusulkan Presiden Joe Biden. Proposal tersebut digadang-gadang sebagai perencanaan paling agresif oleh pemerintah mengenai perpajakan orang kaya di Amerika Serikat.

Pajak Penghasilan Minimum Miliarder” akan menargetkan rumah tangga Amerika Serikat senilai lebih dari 100 juta Dollar dan menilai tarif pajak minimum 20% untuk pendapatan dan keuntungan modal yang belum direalisasi.

Hal ini menandakan bahwa aset yang belum menjadi pendapatan (saham, real estate, crypto, dan yang belum dijual) juga akan dikenakan pajak.

Mengejutkan bukan? Simak artikel berikut untuk informasi lebih lanjut.

Proposal Pajak Baru oleh Joe Biden

Presiden Joe Biden mengkonfirmasi desas desus perubahan pajak yang baru dengan mengatakan,

Saya percaya bahwa Amerika Serikat salah ketika menggunakan kode pajak yang sama terhadap rumah tangga orang kaya dengan tarif pajak yang diberikan pada keluarga pekerja.” Dengan kata lain, pemberitaan itu telah dinyatakan benar.

Menanggapi pernyataan Presiden Joe Biden, Tyler Goodspeed dari Hoover Institution mengatakan, “Jika Anda berpikir bahwa rumah tangga berpenghasilan tinggi di AS harus membayar beban pajak yang lebih tinggi, maka ada cara yang lebih efisien untuk melakukannya. Ada banyak masalah ketika Anda mulai mengenakan pajak atas keuntungan modal yang belum direalisasi.”

Mengenai tarif pilihan, Fisher Investments telah mencatat bahwa ada dua alasan sederhana untuk itu:

“Salah satunya adalah mendorong investasi jangka panjang yang mendorong penciptaan lapangan kerja. Yang lainnya adalah memperhitungkan inflasi. Tarif preferensial membantu orang menghindari kerugian yang disesuaikan dengan inflasi atas investasi mereka, yang akan membelokkan perhitungan risiko/imbalan.”

Sementara menerapkan pajak baru sendiri, sepertinya akan menjadi rumit. Penilaian beberapa aset bisa subjektif, belum lagi operasi yang mahal. 

Dan untuk keuntungan saham serta crypto, seperti yang disebutkan analis Willy Woo, investor kemungkinan harus menjual sebagian dari kepemilikan mereka untuk menghindari pembengkakan pajak.

Selain itu, masih belum jelas apakah kerugian yang belum direalisasi akan diperhitungkan.

Mengapa Investor Crypto Harus Peduli?

Tahun lalu, The Washington Post menyerukan gagasan mengenai Orang Kaya vs. Pajak dengan menjelaskan,

“Dalam praktiknya, ini akan menjadi kekacauan yang tidak dapat dijalankan dan bisa dibilang tidak konstitusional yang dapat merugikan semua orang, mengingat bahwa Konstitusi bahkan mungkin tidak mengizinkan perpajakan atas keuntungan yang belum direalisasi.”

Untuk alasan ini, banyak yang berpikir bahwa RUU usulan president Joe Biden ini tidak akan lolos Kongres.

Para ahli berpikir bahwa agar RUU itu disahkan, Demokrat harus menetapkan ambang batas pendapatan yang mencakup lebih banyak warga negara.

Dan jika tidak namun RUU itu masih berlaku, The Washing Post percaya bahwa “hanya masalah waktu sebelum anggota parlemen menerapkan pajak kepada orang Amerika biasa.”

“Miliarder mendapatkan semua perhatian, tetapi uang sebenarnya ada di tangan publik yang lebih luas, karena nilai kolektif real estat dan reksa dana mengerdilkan apa yang dimiliki negara yang sangat kaya.”

Dan jika diperluas ke publik yang lebih luas, apa yang akan terjadi pada pasar tradisional dan crypto selama musim pajak?

Sebagian besar investor mungkin akan menjual kepemilikan crypto mereka untuk membayar pajak ini, dan ketakutan atas pergerakan bearish kemungkinan akan muncul.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.