Joe Biden Keluarkan Perintah Eksekutif Crypto dan CBDC Minggu Depan

Rossetti Syarief

18th February, 2022

Menurut pernyataan Jennifer Schonberger, White House akan mengeluarkan perintah eksekutif pada awal minggu depan yang mengarahkan lembaga pemerintah untuk mempelajari berbagai aspek ruang aset digital dengan tujuan menciptakan kerangka peraturan yang komprehensif.

Presiden Joe Biden juga telah memerintah Kantor Kejaksaan Agung, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Keuangan untuk mempelajari potensi peluncuran mata uang digital bank sentral (CBDC) yang dikeluarkan Amerika Serikat.

Selain itu, Alondra Nelson selaku Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi akan memberikan evaluasi tentang infrastruktur yang dibutuhkan Amerika Serikat untuk mendukung dolar digital. 

Badan tersebut juga akan mengeluarkan laporan kepada Presiden mengenai Distributed Ledger Technology (DLT) dalam waktu 180 hari, dengan pembaruan yang diharapkan tentang dampak lingkungannya dalam 545 hari.

Perintah Eksekutif Crypto dan CBDC

Perencanaan perintah eksekutif crypto dan CBDC tersebut akan di bawah pengawasan Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan yang mempelajari masalah stabilitas keuangan yang dihasilkan dari pengenalan cryptocurrency.

SEC, CFTC, The Fed, FDIC, dan Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang akan mempertimbangkan langkah-langkah untuk melindungi pasar, seperti mencari metode yang efisien untul mengurangi risiko pada instrumen cryptocurrency.

Sementara Biro Perlindungan Keuangan Konsumen, Komisi Perdagangan Federal, dan Kantor Kejaksaan Agung akan mempelajari dampak aset digital pada persaingan pasar. Direktur dan ketua dari dua agensi yang disebutkan di atas, masing-masing, akan meninjau masalah privasi untuk ruang tersebut.

Secara keseluruhan, perintah eksekutif yang dianjukan Presiden ke-81 Biden telah ditandatangani sejak masa jabatannya pada Januari 2021 dan dilaporkan akan digunakan untuk mengembangkan kerangka peraturan komprehensif untuk aset digital di Amerika Serikat.

Meski cryptocurrency jarang disebutkan dalam perintah eksekutif selama sejarah Amerika Serikat, teknologi ini telah melalui tiga pemerintahan terakhir.

Pemerintahan sebelumnya mengeluarkan 220 perintah eksekutif selama empat tahun, sementara Presiden Barack Obama mengeluarkan 276 perintah selama dua masa jabatannya.

Pada Maret 2018, Donald Trump mengeluarkan perintah yang melarang penduduk AS terlibat dalam transaksi “mata uang digital, koin digital, atau token digital apa pun” yang dirilis oleh pemerintah Venezuela, mengacu pada token Petro negara itu. 

Mantan presiden itu juga menyebutkan “penipuan mata uang digital” dalam perintah Juli 2018 yang membentuk satuan tugas yang menangani integritas pasar dan penipuan konsumen.

Baca Juga: WhatsApp Uji Coba Pembayaran Crypto di Amerika Serikat

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.