Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 5 min read
XRP (XRP), aset kripto yang diterbitkan oleh penyedia layanan pembayaran aset digital Ripple Labs, menunjukkan performa mengesankan sepanjang reli pasar kripto kali ini, di mana harganya telah menembus level yang belum pernah terlihat sejak tahun 2021.
Reli XRP dimulai sejak pekan lalu, dengan harga yang menyentuh puncak tertinggi baru dalam tiga tahun terakhir di US$1,24 atau setara Rp19 ribu pada 16 November 2024.
Meski harga aset kripto terbesar keenam di dunia ini telah mengalami koreksi di kisaran US$1,12 atau sekitar Rp18 ribu per artikel ini ditulis (18/11), XRP masih menunjukkan kenaikan signifikan hingga 86% dalam sepekan terakhir.
Baca juga: Harga XRP Naik 16% Usai Gary Gensler Isyaratkan Mundur dari SEC
Di pasar futures, data dari CoinGlass menunjukkan nilai Open Interest (IO) XRP telah melonjak mencapai 2 miliar token XRP senilai sekitar US$1,98 miliar (setara Rp31,3 triliun) pada 17 November. Ini merupakan rekor tertinggi baru yang diraihnya sejak April 2021.
Sebagai informasi, Open Interest merujuk pada jumlah total kontrak futures atau options yang masih aktif dan belum diselesaikan. OI yang tinggi sering kali mencerminkan lonjakan aktivitas spekulatif di pasar, di mana para trader bertaruh pada pergerakan harga di masa depan, yang sering dianggap sebagai sinyal bullish.
Pencapaian ini datang di tengah spekulasi bahwa Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) Gary Gensler akan mengundurkan diri dari jabatannya pada bulan November ini. Di bawah kepemimpinan Gensler, industri kripto di Amerika telah menghadapi serangkaian tuntutan hukum, yang menganggap bahwa penawaran aset kripto di platform mereka merupakan sekuritas yang tidak terdaftar.
Ripple Labs merupakan salah satu target yang dibidik regulator sejak tahun 2020, dengan tuduhan bahwa XRP merupakan salah satu sekuritas yang tidak sah. Namun, klaim tersebut telah ditepis oleh pengadilan pada Juli 2023 ketika hakim AS memutuskan bahwa XRP bukanlah sekuritas.
Baca juga: SEC Isyaratkan Banding Terkait Putusan Hakim Soal XRP
Secara luas, momentum kenaikan XRP ini juga dipengaruhi oleh sentimen positif pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum AS 2024.
Sikap pro-kripto Trump dinilai dapat menciptakan optimisme di kalangan investor bahwa pemerintahan yang lebih ramah aset digital di masa depan dapat memberikan angin segar bagi kripto yang terkait dengan perusahaan berbasis di AS, seperti Ripple Labs sendiri.
Di sisi lain, XRP juga memiliki katalis khusus dari pengembangan stablecoin baru yang akan diterbitkan Ripple Labs yakni RLUSD, yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem XRP dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang token. Stablecoin ini diperkirakan akan hadir dalam waktu dekat ini.
Baca juga: Ripple Siap Luncurkan Stablecoin RLUSD dalam Waktu Dekat
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.