Harga Crypto Rontok, Robinhood Kembali PHK Karyawannya!

Nabiila Putri Caesari

4th August, 2022

CEO Robinhood Vlad Tenev mengatakan dalam siaran pers pada hari Rabu, 3 Agustus 2022, bahwa perusahaan akan mengurangi jumlah karyawannya sekitar 23% dan Robinhood ditutup hampir 12%.

Dalam rilisnya, Tenev menyalahkan kerusakan lingkungan makro, dengan inflasi pada level tertinggi 40 disertai serta kehancuran pasar crypto yang luas. Ia juga menyoroti ketidakpastian ekonomi, aksi jual tajam dalam cryptocurrency, dan pasar yang memburuk.

Baca juga: Kontroversi Robinhood Memanas, Bitcoin dan Altcoin pun Terkena Imbas!

Robinhood PHK Karyawan Lagi

Ini sudah masuk ke putaran kedua PHK untuk Robinhood, yang mengurangi tenaga kerjanya sekitar 9% pada bulan April.

“Saya ingin mengakui betapa meresahkannya jenis perubahan ini,” kata Tenev

Pemutusan tersebut menandakan pembalikan lain bagi perusahaan yang membuat aplikasi untuk memperdagangkan saham yang menjadi sangat populer ketika Covid-19 menyebar yang membuat banyak orang berada di dalam rumah.

Pada saat itu, suku bunga mendekati nol dan perusahaan teknologi berkembang, namun kini semua berbeda, terjadi penurunan pasar yang dalam telah mengikis kekayaan Robinhood tahun ini.

Kini sahamnya menyusut lebih dari 70% sejak mengumpulkan hampir $2 miliar ketika terdaftar dalam penawaran umum perdana dengan profil tinggi pada Juli 2021.

Dengan harga $38 per saham yang kemudian melonjak setinggi $85 per saham di bulan pertama perdagangannya. Saat ini kondisi sahamnya terus turun hingga 48% tahun ini dan ditutup pada $9,23 per saham pada Selasa 3/08/2022 waktu setempat.  

Tahun Sulit Bagi Perusahaan 

Perusahaan juga merilis laporan pendapatan untuk kuartal kedua, satu hari lebih awal dari data Refinitiv.

  • Pendapatan : diperkirakan $318 juta vs $321 juta
  • Kerugian : diperkirakan 34% per saham vs 37% 

Total pendapatan bersih Robinhood sebesar $318 juta naik dari $299 juta pada kuartal pertama, peningkatan tersebut dihasilkan dari crypto dan bunga bersih. Namun, jumlah pendapatan itu masih jauh dibawah $565 juta yang dilaporkan pada kuartal kedua tahun 2021

Baca juga: CEO Robinhood Sebut DOGE Berpotensi Jadi Mata Uang Internet 

Robinhood bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang memberhentikan karyawannya. Netflix, Tesla, Shopify, dan beberapa perusahaan kripto lainnya juga telah memangkas tenaga kerja mereka di tengah kondisi ekonomi yang memburuk.

Nabiila Putri Caesari

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.