GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya

Naufal Muhammad

30th May, 2022

Stepn (GMT) dikabarkan mengalami koreksi sekitar 40% hanya dalam sehari setelah adanya sentimen negatif. 

Setelah mengalami apresiasi harga yang signifikan saat ini GMT sedang bergerak turun dan semakin parah dengan adanya sentimen negatif baru ini. 

GMT Turun 40% dalam Sehari 

Stepn, yang merupakan sebuah proyek dalam kategori Move to Earn dimana individu diberi imbalan dalam crypto untuk bergerak, terlihat mulai meredup. 

Meredupnya Stepn terlihat dari normalisasi pergerakan harganya dengan adanya penurunan token utamanya yaitu GMT hingga sekitar 78% sejak April 2022. 

Tapi perlu diketahui bahwa token ini sebelumnya mengalami apresiasi hingga lebih dari 26.000% hanya dalam satu bulan. 

GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya
Harga GMTUSD

Fenomena Move to Earn merupakan fenomena yang masih marak hingga saat ini,  namun melihat Stepn yang menjadi proyek utama, pergerakan turun ini terlihat wajar karena perlu adanya normalisasi. 

Sayangnya banyak investor yang terkejut karena dalam normalisasi harga ini, terjadi penurunan signifikan dalam waktu singkat. 

Pada Tanggal 26 Mei 2022, GMT turun hingga 40% hanya dalam satu hari setelah adanya sentimen negatif. 

Sentimen negatif ini datang dari China yang terlihat melarang Stepn untuk beroperasi di negaranya. 

Mengikuti larangan ini, Stepn terlihat mau patuh dan memberikan publikasi di Twitter resminya. 

Stepn membuat publikasi tersebut dalam Bahasa Mandarin langsung untuk mempermudah penggunanya  

Dalam publikasi tersebut, Stepn mengabarkan bahwa pengguna di Cina akan dihentikan dan tidak bisa menggunakan aplikasi Move to Earnnya. 

“Jika pengguna ditemukan di Cina, Stepn akan menghentikan akses GPS dalam aplikasi ke akunnya pada 15 Juli 2022 pukul 24:00 (UTC+8).”

Stepn juga meminta maaf kepada para penggunanya dengan menyatakan bahwa mereka berterima kasih atas pengertiannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya. 

Selanjutnya Stepn juga menyatakan bahwa mereka belum menjalankan bisnis apa pun di Cina dan tidak memberikan akses resmi ke pengguna di Cina. 

Hal tersebut disebabkan belum adanya perizinan dari Pemerintah Cina, sehingga Stepn akan membantu untuk menghentikan segala akses yang didapatkan dari jalan tidak resmi. 

Setelah kabar ini beredar, harga Stepn mengalami koreksi hingga 40% karena banyaknya kekhawatiran menurunnya pengguna dan adanya negara lain yang mengikuti. 

Selain itu, terdapat juga beberapa kekhawatiran akan adanya investor besar yang menjual karena kabar ini. Tapi semua dipastikan aman oleh Stepn. 

Pemerintah Cina Sering Larang Inovasi

Stepn menyatakan bahwa pelarangan di Cina bukan menjadi masalah besar untuk proyeknya. Sebab, mayoritas penggunanya saat ini berada di Jepang dan Amerika. 

Selain itu, Stepn memastikan bahwa tidak ada manipulasi harga atau investor besar yang mundur dari proyek Stepn. Bahkan, mereka menyatakan adanya rekan dan investor baru yang akan datang. 

Menanggapi banyaknya sentimen negatif, Stepn memastikan bahwa proyeknya masih aman, terutama dari sisi pengguna. 

Melalui Twitter, mereka memberikan data bahwa jumlah pengguna masih stabil walau mengalami fluktuasi. 

Kondisi ini tidak berarti bahwa fenomena Move to Earn akan berakhir, karena larangan dari Cina terhadap inovasi bukan hal baru. 

Sebelumnya, crypto secara menyeluruh juga telah mengalami larangan dari Cina, terutama untuk penambangan atau mining. 

Beberapa inovasi terutama di industri teknologi juga telah mengalami larangan dari Cina, seperti Google, Youtube, Facebook, Snapchat, dan beberapa inovasi teknologi lain yang tumbuh besar di dunia. 

Mengingat kondisi sejarah ini maka sangat kecil dampak larangan Cina terhadap pertumbuhan sebuah proyek. 

Untuk saat ini, GMT sendiri sedang berusaha naik kembali untuk mulai pulih. Meskipun begitu, karena saat ini sedang bear market, maka kemungkinan untuk naik drastis kembali masih sangat kecil. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.