Berita Exchange · 7 min read

Dianggap Gagal Kembalikan Aset, Pengguna Gemini Earn Tuntut Genesis

Gemini Earn

Konflik Gemini dan Genesis memasuki babak baru, tiga pengguna Gemini Earn telah mengajukan gugatan arbitrase class action terhadap Genesis Global Capital (GCG).

Arbitrase class action adalah gugatan yang diajukan satu orang atau lebih yang mewakili kelompok atas dasar kesamaan fakta dan dasar hukum serta tidak memerlukan surat kuasa khusus.

Gugatan ini diajukan lantaran Genesis dianggap telah gagal mengembalikan aset digital pengguna Gemini Earn seperti yang disepakati dalam perjanjian utama antara perusahaan dan pengguna. Pelanggaran pertama yang dilakukan Genesis ialah ketika perusahaan tersebut dilaporkan bangkrut pada November 2022.

Genesis dianggap melakukan sejumlah upaya untuk menghindar dari sengketa. Tuduhan ini dilandaskan oleh dugaan keterlibatan Genesis dalam transaksi palsu dengan perusahaan induknya, yaitu Digital Currency Group (DCG). Genesis diduga memanfaatkan celah dengan ‘menukar hak untuk menagih utang’ sebesar $2,3 miliar.

Baca juga: Kebangkrutan Genesis Trading Bisa Picu Hancurnya Pasar Kripto?

Gemini Juga Terima Gugatan Class Action

Tak sampai di situ, gugatan class action juga diterima oleh Gemini pada akhir Desember 2022. Gugatan ini dilayangkan oleh investor Brendan Picha dan Max J. Hastings.

Gemini digugat dengan tuduhan terlibat dalam penjualan sekuritas yang tidak terdaftar melalui program Gemini Earn, yang di mana program ini adalah program kerja sama dengan Genesis.

Dua hari setelah debat panas twiter, CEO interim Genesis Derar Islim membuka suara soal sengketa dan tuduhan yang dilayangkan kepada Genesis.

Ia mengaku telah mengirim surat kedua pada para pengguna, isi surat tersebut menyatakan pemberi pinjaman kripto, Genesis, sedang menangani masalah likuiditasnya akibat keruntuhan FTX.

Melalui surat tersebut, Derar Islim juga mengatakan kepada pengguna Earn untuk selalu memantau upaya perusahaan menopang permasalahan keuangan, melanjutkan penarikan, dan pinjaman baru.

“Kami percaya kami dapat mencapai solusi,” pernyataan Islam dalam surat tersebut, dikutip dari laporan Bloomberg pada 4 Januari. Namun, pihaknya menambahkan bahwa solusi ini tidak akan datang cepat.

Gemini melibatkan bank investasi Houlihan Lokey untuk membantunya membuat rencana untuk “menyelesaikan masalah likuiditas” yang mencegah Genesis membayar $900 juta yang dilaporkan terhutang kepada anggota program Gemini Earn. Winklevoss menetapkan tenggat waktu satu minggu untuk menyelesaikan permasalahan likuiditas ini.

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anggita Hutami

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.