Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Industri · 7 min read

Sebuah temuan dari Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, hasil kolaborasi Indonesia Crypto Network (ICN), Coinvestasi, serta Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), menunjukkan bahwa pasar kripto Indonesia memiliki karakter yang semakin jelas.
Laporan ini disusun berdasarkan survei terhadap 1.851 responden dari berbagai wilayah dan kelompok usia di Indonesia. Hasilnya memberikan gambaran komprehensif mengenai profil, perilaku, dan preferensi investor kripto di Tanah Air. Pasar kripto Indonesia tidak hanya besar dari sisi jumlah pengguna, tetapi juga membentuk pola adopsi yang relatif konsisten.
Berikut tujuh fakta utama tentang investor kripto Indonesia, disusun dari temuan yang paling umum hingga yang paling mencolok.
Baca juga: 5 Narasi Kripto yang Diprediksi Booming di 2026!
Fakta paling mencolok dari survei ini adalah dominasi Gen Z dalam basis investor kripto Indonesia. Generasi muda menjadi tulang punggung adopsi kripto nasional, terutama pada rentang usia 18–34 tahun. Bagi kelompok ini, kripto telah masuk ke percakapan finansial sehari-hari melalui konten digital, teman, dan komunitas sosial.

Ketika kripto mulai beredar di lingkungan pertemanan dan komunitas, legitimasi terbentuk secara alami dan mendorong lebih banyak orang untuk ikut mencoba. Pola ini menunjukkan bahwa adopsi kripto di Indonesia sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran sosial dan pengaruh sesama pengguna, dengan Gen Z menjadi penggerak utama pasar ritel.
Baca juga: Investasi Kripto di Indonesia Didominasi Milenial dan Gen Z
Sebagian besar investor kripto Indonesia pertama kali mengenal kripto melalui media digital, seperti media online, media sosial, dan konten berbasis komunitas. Platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, X, dan Telegram menjadi kanal utama dalam membangun kesadaran dan pemahaman awal terhadap kripto.

Selain media digital, rekomendasi dari teman dan keluarga juga memainkan peran penting. Dalam kondisi pasar yang volatil dan penuh ketidakpastian, kepercayaan personal sering kali lebih berpengaruh dibandingkan pesan institusional. Pola ini memperkuat karakter adopsi kripto di Indonesia yang bersifat komunitas dan menyebar secara organik.
Centralized exchange masih menjadi platform utama yang digunakan investor kripto Indonesia. Sebanyak 93,5% responden menyatakan menggunakan CEX sebagai pintu masuk utama, sementara penggunaan DEX dan wallet non-kustodial masih terbatas.
Dominasi CEX didorong oleh kemudahan penggunaan, tingkat keamanan yang dianggap lebih tinggi, likuiditas besar, serta integrasi dengan sistem pembayaran lokal. Faktor-faktor ini membuat CEX menjadi opsi paling praktis dan terpercaya bagi investor ritel di tahap adopsi saat ini.

Pertumbuhan minat pada CEX ini juga yang kemudian terus menghadirkan banyaknya exchange kripto teregulasi, di mana hingga saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 25 platform kripto yang mengantongi lisensi Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).
Baca juga: Dominasi CEX Tergeser, Volume DEX Tembus Rekor di Q2 2025
Distribusi investor kripto di Indonesia masih terkonsentrasi di wilayah Jawa dan Bali, yang menyumbang sekitar 77,6% dari total responden. Wilayah ini menjadi pusat utama adopsi kripto, didukung oleh kepadatan penduduk, infrastruktur digital yang lebih matang, serta akses yang lebih luas ke platform dan komunitas kripto.

Sumatra berada di posisi berikutnya, menandakan bahwa adopsi kripto mulai menyebar ke luar Jawa–Bali, terutama di pusat-pusat ekonomi dan perkotaan. Sementara itu, Kalimantan, Sulawesi, serta wilayah Indonesia Timur masih berada dalam tahap pengembangan, menunjukkan potensi pertumbuhan jangka panjang seiring peningkatan akses digital dan inklusi keuangan.
Baca juga: Festival Kripto Terbesar Dunia Coinfest Asia 2026 Kembali Hadir di Bali, Catat Tanggalnya!
Portofolio investor kripto Indonesia cenderung didominasi oleh aset berkapitalisasi besar. Bitcoin menjadi aset yang paling banyak dimiliki, diikuti oleh USDT, Ethereum, Solana, dan BNB. Aset-aset ini dipilih karena likuiditas tinggi, utilitas yang lebih jelas, serta ketahanan pasar yang relatif lebih baik.

Sebaliknya, aset spekulatif seperti memecoin dan altcoin berkapitalisasi kecil hanya menempati porsi yang lebih kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun aset spekulatif tetap ada, investor Indonesia secara umum lebih menempatkan kepercayaan pada aset kripto mapan sebagai fondasi portofolio jangka panjang.
Baca juga: 7 Peristiwa Penting Kripto Sepanjang 2025
Berbeda dari anggapan bahwa pasar kripto Indonesia bersifat spekulatif, mayoritas responden justru menyatakan menggunakan kripto untuk investasi jangka panjang. Sebanyak 58,2% investor memilih strategi simpan jangka panjang, sementara trading jangka pendek hanya mencakup sekitar 20,2%.

Pola ini sejalan dengan perilaku finansial Gen Z dan milenial muda di Indonesia, yang mulai memperlakukan kripto sebagai aset portofolio setara saham atau emas. Aktivitas utilitas seperti pembayaran masih terbatas, didorong oleh sistem pembayaran lokal yang sudah efisien serta kondisi makroekonomi yang relatif stabil.
Baca juga: Terungkap! Investor Kripto Indonesia Penyuka Aset Berisiko Tinggi
Sebagian besar investor Indonesia mulai masuk ke pasar kripto pada periode bull run 2024. Momentum ini bertepatan dengan Bitcoin yang menembus level US$100.000 untuk pertama kalinya, memicu lonjakan minat investor baru.

Gelombang adopsi ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen pasar global, peningkatan kejelasan regulasi, serta eksposur media yang masif. Temuan ini menegaskan bahwa fase awal adopsi kripto di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh momentum pasar, meskipun perilaku investor setelah masuk menunjukkan kecenderungan yang lebih rasional dan berhati-hati.
Kenali lebih jauh tentang Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025.
Baca juga: 5 Tren Kripto Terpopuler di 2025
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.