Evergrande Default, Microstrategy Malah Belanja Bitcoin!

Rossetti Syarief

10th December, 2021

Sempat digadangkan menembus 1 miliar di penghujung tahun, Bitcoin justru mengawali minggu-minggu awal yang suram di bulan Desember. Aset crypto raksasa tersebut kini hanya diperdagangkan di bawah 50 ribu dolar, atau lebih tepatnya $48.357.

Harga tersebut jika dikonversikan ke rupiah hanya bernilai 695 juta rupiah, sangat jauh dari target yang ditetapkan. 

Selain aset crypto yang alami koreksi, harga saham di sejumlah perusahaan juga mengalami tren turun yang disebabkan oleh perusahaan properti asal China, Evergrande, tidak dapat melakukan pembayaran obligasi dolar Amerika Serikat seperti yang disepakati.

Evergrande Default

Evergrande bahkan resmi dinyatakan default setelah Tiongkok tegaskan untuk tidak membantu apalagi menyelamatkan perusahaan.

Ini menjadi sebuah sinyal, bahwa Tiongkok tidak akan mentolerir siapapun yang melakukan penumpukkan utang dalam jumlah yang besar, karena memberi pengaruh dan mengancam stabilitas keuangan negara.

Sebagaimana diketahui, Evergrande sebelumnya berencana untuk memasukkan semua obligasi publik luar negeri dan kewajiban utang swasta ke dalam restrukturisasi. 

Tak lama setelah pernyataan itu beredar, Fitch Ratings langsung memotong rating perusahaan menjadi default terbatas karena kegagalannya membayar kupon senilai $82.5 juta dalam rentan waktu yang ditetapkan.

Skenario buruk tak jauh berbeda juga terjadi pada Kaisa, perusahaan properti lainnya yang kembali gagal membayar utang senilai $400 juta sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. 

Meski pasar Amerika Serikat juga bereaksi terhadap masalah tersebut, Bitcoin masih memposisikan dirinya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan aset pelabuhan yang aman.

Baca Juga: Ketua The Fed Percepat Tapering, Waspada Bitcoin Crash 2022

Namun, pengumuman The Fed yang akan percepat tapering membuat investor tetap perlu was-was.

Microstrategy Malah Belanja Bitcoin

Sementara dua perusahaan properti asal China terancam ditutup karena bangrut, perusahaan intelijen bisnis asal Amerika Serikat bernama MicroStrategy, justru kembali belanja 1.434 Bitcoin untuk diinvestasikan ke perusahaan.

Setelah MicroStrategy membeli aset crypto raksasa tersebut sebesar $82 miliar, kini perusahaan telah memiliki 122.478 koin Bitcoin.

Kepemilikan MicroStrategy terhadap Bitcoin telah bernilai lebih dari $5,9 miliar, mewakili lebih dari $2,2 miliar keuntungan perusahaan.

Sejak melakukan investasi Bitcoin pertamanya senilai $250 juta pada Agustus 2020 silam, MicroStrategy memang berdedikasi untuk berinvestasi dengan aset crypto tersebut dan telah menghabiskan miliaran dolar kekayaan perusahaan untuk ‘mereka’.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.