Berita Blockchain · 8 min read

Ethereum R1 Hadirkan Solusi Layer-2 Tanpa Token

Jumat, 02 Mei 2025
ethereum r1
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Sebuah kelompok pengembang independen dari ekosistem Ethereum baru saja mengumumkan peluncuran Ethereum R1, sebuah solusi layer-2 yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas jaringan Ethereum tanpa menggunakan token native.

Dalam postingan di X pada Kamis (1/5/2025), tim Ethereum R1 menyatakan R1 dirancang sebagai rollup yang mengutamakan netralitas, desentralisasi, dan ketahanan terhadap sensor. Ini hadir sebagai respon terhadap kekhawatiran yang semakin berkembang di komunitas Ethereum.

Proyek akan sepenuhnya bergantung pada donasi komunitas untuk operasionalnya. Tidak akan ada alokasi token, tidak akan ada token tata kelola, dan tidak akan ada intervensi dari investor institusional. Filosofi desain yang diusung oleh R1 digambarkan sebagai “tanpa kompromi”, di mana layer-2 serbaguna seharusnya menjadi komoditas.

“L2 serbaguna seharusnya bersifat komoditas — sederhana, mudah digantikan, dan bebas dari ketergantungan terpusat atau tata kelola yang berisiko,” tulis tim Ethereum R1.

Dalam penjelasannya, Ethereum R1 merupakan jawaban dari kebutuhan rollup yang berpijak pada prinsip “netralitas kredibel, desentralisasi, dan resistensi terhadap sensor.”

Tim pengembang juga mengkritik arah pengembangan layer-2 saat ini yang menurut mereka justru bergerak menjauh dari visi awal Ethereum. Banyak L2 kini dinilai lebih mirip layer-1 baru, dengan alokasi token privat, struktur tata kelola yang tidak transparan, dan kontrol proyek yang cenderung terpusat.

Baca juga: Founder Cardano Ramal Era Ethereum Bakal Berakhir dalam 15 Tahun

Tanggapan atas Keresahan Ekosistem Ethereum

Peluncuran Ethereum R1 terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap arah pengembangan layer-2 yang dinilai mulai menyimpang dari tujuan awal Ethereum sebagai jaringan terdesentralisasi. Hal ini juga tidak terlepas dari dampak pembaruan Ethereum Dencun yang diluncurkan pada Maret 2024 lalu.

Upgrade Dencun secara teknis sukses menurunkan biaya transaksi di berbagai jaringan layer-2, namun membawa konsekuensi serius, termasuk pendapatan base layer Ethereum merosot tajam hingga 99% pada September 2024. Biaya transaksi juga ikut turun drastis ke titik terendah sejak 2020.

Adapun pada April 2025, rata-rata biaya transaksi hanya sekitar US$0,168, seiring menurunnya aktivitas pengguna dalam mengirim ETH atau menggunakan smart contract di mainnet.

Kondisi ini memunculkan perdebatan baru tentang arah pengembangan ekosistem Ethereum, apakah akan tetap konsisten dengan prinsip desentralisasi dan keterbukaan, atau tergelincir ke model yang lebih eksklusif dan berorientasi keuntungan.

Baca juga: Komunitas Ethereum Usulkan Model Biaya Baru di App Layer

Hadir Beriringan Inisiatif Lainnya

Selain Ethereum R1, ekosistem Ethereum juga sedang mengembangkan dua standar token baru, yakni ERC-7930 dan ERC-7828. Kedua proposal ini bertujuan memperbaiki interoperabilitas lintas blockchain, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di dunia Web3.

Inisiatif ini pertama kali diperkenalkan oleh Wonderland, sebuah kolektif pengembang, peneliti, dan ilmuwan data yang fokus pada peningkatan pengalaman DeFi di Ethereum. Mereka menjelaskan bahwa banyak wallet, aplikasi, dan protokol saat ini tidak memiliki cara standar dalam menafsirkan atau menampilkan data antar jaringan, sehingga menciptakan pengalaman pengguna yang berantakan dan tidak konsisten.

ERC-7930 memperkenalkan format alamat biner ringkas yang dapat digunakan secara universal di berbagai blockchain. Sementara itu, ERC-7828 melengkapi fungsi tersebut dengan format yang ramah pengguna manusia, seperti “alamat@chain”, sehingga pengguna bisa lebih mudah mengidentifikasi jaringan tujuan transaksi.

Baca juga: Ethereum Foundation Alih Fokus ke Scaling Layer-1

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.