Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Industri · 8 min read

Hong Kong telah resmi memperdagangan ETF Bitcoin dan Ethereum spot sejak 30 April 2024. Namun, kinerja awal ETF di negara tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di Amerika Serikat.

Data yang dikumpulkan oleh Farside Investors mengungkapkan bahwa tiga ETF Bitcoin spot yang diperkenalkan di Hong Kong mengumpulkan aset yang dikelola (AUM) sebesar US$262 juta pada saat diluncurkan, dengan sebagian besar langganan terjadi sebelum pencatatan. Namun, selama minggu pertama, arus masuk berjumlah kurang dari US$14 juta, sangat kontras dengan miliaran yang mengalir ke ETF Bitcoin spot AS pada awal tahun.
Baca juga: Hong Kong Setujui ETF Bitcoin Spot, Harga Kripto Respon Positif
Farside Investors mengomentari perbedaan tersebut, menyatakan bahwa peluncuran Bitcoin dan Ethereum ETF di Hong Kong tidak memiliki signifikansi seperti yang terjadi di pasar AS. Demikian pula, ETF Ether spot Hong Kong, yang merupakan yang pertama di dunia, gagal mendapatkan daya tarik yang signifikan, mengumpulkan US$54,2 juta dalam AUM dan US$9,3 juta dalam total arus masuk pada tanggal 6 Mei.
Meskipun angka awalnya lemah, beberapa analis yakin ada hal lain yang perlu dicermati. Eric Balchunas, analis senior ETF Bloomberg, menunjukkan bahwa dengan AUM sebesar US$310 juta, ETF Hong Kong memiliki posisi yang signifikan secara proporsional di pasar lokal, setara dengan US$50 miliar di pasar AS.
“Seperti yang kami sarankan, jangan mengharapkan angka besar di HK vs AS, tapi ETF HK seharga US$310 juta sama dengan US$50 miliar di pasar AS. Jadi dalam hal ini, ETF ini sudah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pasar lokalnya seperti halnya pasar Amerika,” tulis Balchunas di akun X-nya.
Baca juga: ETF Bitcoin Spot BlackRock dan Fidelity Raih Arus Masuk US$340 Juta dalam Sehari
Peneliti di SoSoValue berkomentar bahwa batasan ketat pada kualifikasi investor, dan investor China tidak dapat berpartisipasi dalam transaksi turut memperlambat adopsi ETF kripto spot di Hong Kong.
Peneliti SoSoValue juga mencatat bahwa biaya manajemen untuk ETF kripto Hong Kong berkisar antara 0,85% hingga 1,99% per tahun, jauh lebih tinggi daripada rata-rata 0,25% yang dibebankan oleh emiten AS.
Kendati demikian, tetap ada optimisme mengenai potensi pertumbuhan ETF ini, terutama seiring dengan meningkatnya kesadaran dan potensi berkurangnya hambatan peraturan.
Baca juga: Bitcoin dan Ethereum ETF Hong Kong Diprediksi Tembus US$1 Miliar AUM
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.