Ekonomi AS Melemah, Crypto Akan Naik Ke Level Tertinggi?

Rossetti Syarief

12th April, 2022

Ketika ekonomi AS terus melemah di bawah tekanan inflasi yang meningkat, Bank of America (BofA) memperkirakan resesi atau penurunan keadaan pasar secara besar-besaran juga akan terjadi di sana. 

Hal ini sebagian besar dipicu oleh Presiden The Fed yang masih menggembar-gemborkan pemerketatan terkait kebijakan moneternya.

Ekonomi AS Bersiap Resesi

Menurut pemberitaan negara setempat, Michael Hartnett selaku kepala strategi investasi BofA, telah memberi isyarat bahwa ekonomi AS akan semakin melemah mengikuti drama inflasi dan kenaikan suku bunga.

Pekan lalu, The Fed juga mengisyaratkan kemungkinan dimulainya pemangkasan aset dari neraca senilai $9 triliun.

Selanjutnya, menurut risalah dari pertemuan FOMC pada bulan Maret, mayoritas komisaris menginginkan kenaikan suku bunga utama sebesar 50 basis poin dari bank sentral, sebagai bagian dari rencana untuk menurunkan angka inflasi yang tinggi selama empat dekade.

Ini terjadi bahkan ketika Jeremy Powell menegaskan bahwa, “Ekonomi AS sudah sangat kuat dan berada dalam posisi yang baik untuk menangani kebijakan moneter yang lebih ketat” 

Sejauh ini, kepala strategi Michael sebenarnya masih memperkirakan resesi yang akan terjadi. Bencananya ada pada tingkat pengangguran yang akan naik sekitar 1,5%.

Aset Crypto Akan Naik Ke Level Tertinggi

Demikian pula, kepala strategi Michael berpendapat bahwa dalam konteks gejolak ekonomi semacam ini, aset crypto kemungkinan akan menguat bahkan mengungguli obligasi dan saham karena sifatnya yang dianggap tahan inflasi. 

Baca Juga: The Fed Prediksi Perubahan Inflasi, Ini Dampaknya

Keyakinan akan kekuatan crypto di kondisi resesi AS juga pernah diungkapkan oleh Alkesh Shah selaku ahli strategi dan aset digital pada akhir Februari silam.

Ia berpendapat bahwa crypto winter tidak akan terjadi meski drama keputusan The Fed dan hambatan ekonomi mikro kemungkinan membatasi sisi ekonomi.

Sementara itu, BofA sebelumnya pernah mengabaikan potensi aset crypto. Namun sejak musim panas tahun lalu, pihak bank mulai sektor, bahkan meluncurkan layanan perdagangan berjangka Bitcoin ke beberapa di tahun yang sama.

Dalam sebuah laporan yang berfokus pada aset digital pada bulan Januari lalu, BofA juga menyebut BTC “penting”, dengan menyatakan bahwa industri crypto “terlalu besar untuk diabaikan” sambil memuji berbagai koin asli seperti Solana dan Chainlink.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.