Ekonom Ini Prediksi Bitcoin Crash! Sarankan Jangan Beli Sekarang

Naufal Muhammad

13th June, 2022

Ekonom bernama Peter Schiff baru saja membuat publikasi terkait prediksinya tentang perekonomian Amerika dan aset berisiko seperti crypto. 

Publikasi ini dilakukan melalui Twitter dimana ia membuat cuitan terkait bagaimana pergerakan crypto berikutnya terutama untuk Bitcoin dan Ethereum. 

Peter Schiff Prediksi Bitcoin Crash

Ia membuat prediksi dan pernyataan ini pada akhir pekan lalu, setelah Bank Sentral Amerika membuat publikasi data terkait inflasi yang kembali naik. 

Tercatat bahwa inflasi Amerika kembali bergerak naik menjadi 8,6%, inflasi sebelumnya ada di angka 8,3%.

Ekonom Ini Prediksi Bitcoin Crash! Sarankan Jangan Beli Sekarang
Data Inflasi Amerika

Kenaikan ini memicu kekhawatiran mengenai potensi resesi yang akan terjadi dalam waktu dekat. Bahkan terdapat beberapa ekonom yang menyatakan bahwa saat ini mayoritas negara sudah masuk ke kondisi resesi. 

Dalam kondisi resesi, umumnya individu disarankan untuk menyimpan uang kas, karena harga mayoritas barang konsumsi akan naik. Jadi banyak yang menarik dana dari aset berisiko seperti crypto untuk berjaga jika resesi besar tiba.

Menanggapi kondisi ini, Peter Schiff membuat prediksi dimana saat ini crypto akan turun lebih jauh, ia memprediksi Bitcoin (BTC) akan mencapai $20,000 dan Ethereum (ETH) akan mencapai $1,000. 

“Jangan beli saat koreksi kali ini. Kalian akan kehilangan banyak uang” tambahnya setelah menyatakan target koreksi harga untuk ETH dan BTC

Ia membuat prediksi ini murni dengan bercermin pada kondisi makroekonomi yang terjadi saat ini, terutama akibat inflasi yang kembali naik. 

Inflasi yang kembali naik dalam kondisi perekonomian yang buruk dapat membawa kondisi stagflasi dimana jumlah uang beredar bertambah namun uang tersebut tidak mendorong perekonomian naik. 

Umumnya dalam sejarah, ekonomi dalam stagflasi akan lebih susah untuk dipulihkan dibandingkan resesi, sehingga banyak yang khawatir dan bersiap untuk menyimpan uang fiat atau kas. 

Baca juga: ETH dan BTC Anjlok! Setengah Miliar Dollar Dilikuidasi

Prediksi dari Faktor Makroekonomi 

Schiff kemudian menjelaskan bahwa prediksi koreksi harga ini murni karena faktor makroekonomi. 

“Harga minyak, energi, dan barang konsumsi primer lain yang meningkat akan memaksa investor Bitcoin untuk menjualnya agar bisa menutupi biaya hidup. Sebab tidak ada toko yang menerima Bitcoin untuk transaksi.” Ujarnya. 

Ia kemudian menambahkan bahwa pada saat Covid-19 menyerang tidak perlu ada koreksi seperti saat ini sebab saat itu harga barang pokok belum naik dan semua dapat dana bantuan. 

Tapi karena saat ini harga sudah naik, akan banyak investor aset berisiko yang terpaksa menjual asetnya untuk biaya hidup, kemungkinan akan banyak kebangkrutan juga. 

Terdapat tanggapan yang beragam mengenai pernyataan dari Peter Schiff, salah satunya menekankan bahwa kondisi ini tidak hanya akan terjadi pada crypto tapi semua aset berisiko. 

Beberapa investor besar lain juga terlihat menganggap kondisi ini sebagai kondisi untuk membeli karena murahnya harga. 

Tim Draper, seorang yang ternama di industri modal ventura dan crypto baru saja membuat pembelian bersama prediksinya bahwa Bitcoin akan mencapai $250,000.

Ted Cruz, seorang Senator Amerika juga menyatakan bahwa ia positif terhadap Bitcoin dan memiliki potensi beli yang tinggi saat ini. 

CEO dari Devere Group, Nigel Green juga memiliki pandangan yang sama dengan prediksi harga akan naik di akhir tahun. 

JP Morgan juga menyatakan bahwa kedepannya Bitcoin masih memiliki potensi untuk naik. Survei dari Deloitte juga menyatakan 85% rakyat Amerika akan menggunakan crypto sebagai alat pembayaran. 

Untuk saat ini narasi di pasar sedang bergerak liar dengan adanya sentimen negatif dan positif yang beradu. Investor disarankan untuk hati-hati karena saat ini pergerakan pasar sangat volatil dan masih ada potensi untuk koreksi. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.