Dua Perusahaan Manajemen Investasi Ini Prediksi Bitcoin Mencapai Rp6,8 Miliar

Naufal Muhammad

6th April, 2021

Beberapa perusahaan manajemen investasi utama di Amerika memprediksi bahwa harga Bitcoin dapat mencapai Rp1,9 Miliar hingga Rp6,8 Miliar.

Salah satunya adalah JPMorgan yang percaya bahwa Bitcoin dapat mencapai target tersebut.

Selain itu, Ark Invest juga percaya bahwa ke depannya, Bitcoin akan mengalahkan valuasi emas.

Pandangan optimis kedua perusahaan tersebut memiliki dasaran teori kelangkaan yang dimiliki oleh Bitcoin.

Alasan Kedua Perusahaan Optimis Bitcoin Mencapai Hingga Rp6,8 Miliar

Mayoritas analis dan perusahaan saat ini melihat bahwa Dolar Amerika akan mengalami depresiasi dalam jangka panjang.

Hal tersebut didasari oleh adanya dana stimulus dan juga kebijakan infrastruktur dari Biden yang mendorong kekhawatiran inflasi.

Ark Invest memprediksi harga Bitcoin dapat mencapai hingga Rp6,8 Miliar akibat kondisi perekonomian saat ini.

Akibat apresiasi ini nantinya, Bitcoin akan melewati kapitalisasi dari emas. Saat ini Bitcoin memiliki kapitalisasi 10% dari keseluruhan kapitalisasi pasar emas.

Kembar Winklevoss, salah satu investor crypto terbesar di dunia, memiliki pandangan yang sama terhadap Bitcoin.

Baca juga: Winklevoss Bersaudara Mengkonfirmasi Komitmen Terhadap Bitcoin ETF Selama Reddit AMA

Dalam publikasi tulisan terbarunya, Tyler Winklevoss, salah satu pendiri dari Gemini, dan bagian dari kembar Winklevoss, menyatakan:

“Hari ini, kapitalisasi pasar emas berada di sekitar $9 Triliun. Jika kita melihat Bitcoin dengan kerangka analisis dari emas, saat ini valuasi Bitcoin masih lebih rendah sekitar 45 kali, yang berarti harga Bitcoin dapat mencapai sektiar Rp6,8 Miliar.”

Di sisi lain, walau dengan target lebih rendah, JPMorgan juga melihat bahwa Bitcoin akan naik hingga Rp1,9 Miliar.

Holger Zschaepitz, analis pasar dari Welt, menyatakan:

“JPMorgan memiliki target di Rp1,9 Miliar namun memiliki beberapa volatilitas yang kemungkinan dapat membawanya bergerak turun sebelum naik ke target tersebut. Namun pergerakan Bitcoin dapat mengikuti emas untuk harganya mencapai target tersebut.”

Pernyataan tersebut memprediksi kemungkinan Bitcoin akan turun sebelum naik lebih tinggi mencapai target tersebut, menurut Zschaepitz.

Sentimen Mayoritas Pelaku Pasar

Menurut salah satu trader yang cukup tenar bernama Bitcoin Jack, Spent Output Profit Ratio (SOPR).

Rasio tersebut adalah indikator pengukur pengambilan keuntungan Bitcoin, memperlihatkan adanya potensi koreksi.

Baca juga: Bitcoin Tutup Bulan Maret dengan Pencapaian Terbaiknya dalam 8 tahun

SOPR memperlihatkan bahwa dalam jangka pendek akan terjadi pengambilan keuntungan yang cukup tinggi sehingga membuat potensi koreksi.

Ia menyatakan,

“Saat ini pergerakan masih terlihat positif dan saat ini hanya menunggu konfirmasi. Namun jika konfirmasi tidak terlihat, koreksi nampaknya akan terjadi sepanjang satu sampai dua pekan akibat pengambilan keuntungan.”

Trader lain bernama Scott Melker juga menekankan bahwa Bitcoin telah bergerak cukup positif terhadap indeks saham Amerika, S&P 500.

BTC vs S&P 500

Selama Bitcoin bergerak positif dan terus mengalahkan apresiasi dari pasar saham Amerika, dari sisi risiko, Bitcoin akan tetap lebih menarik, menurutnya.

Saat ini mayoritas pelaku pasar crypto sedang menunggu apresiasi dari Bitcoin yang sedang berusaha menembus harga tertinggi sebelumnya.

Kemungkinan ke depannya mayoritas investor ritel dan institusional juga akan mulai masuk ke Bitcoin, terutama dengan ketertarikan yang meningkat di sekitarnya.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.