Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 6 min read

Kasus Ripple vs. SEC adalah satu dari sekian banyak kasus di ranah cryptocurrency yang berbuntut panjang. SEC pertama kali menggugat Ripple Labs Inc. pada 22 Desember 2020 silam.
Pihak sekuritas menduga, perusahaan milik Chris Larsen dan Jed McCaleb ini telah menjual dan memasarkan aset crypto yang belum sah. Tindakan tersebut kemudian berujung saling gugat hingga saat ini.
Di tengah kontroversi yang belum ada titik terangnya, data yang dilansir dari perusahaan analitik crypto terkemuka, Santiment, menunjukkan whale di jaringan Ripple telah menyerok 190 juta token XRP ke simpanan mereka selama tiga bulan terakhir.
Bahkan ketika pasar sedang koreksi, kepemilikan mereka justru meningkat 6% menjadi 3,31 miliar di dalam XRP.
Santiment menjuluki mereka “smart money whale millionaires” karena kepiawaian whale dalam mengendalikan harga.
Dari yang tadinya 1 juta token, bisa menjadi 10 juta token dengan rentan waktu yang tidak begitu lama. Whale XRP juga bagus dalam mempertahankan tren akumulasi di tahun ini, dan diharapkan berlanjut.
Menurut sebuah laporan, ini bukan kali pertama Whale menyelamatkan harga XRP.
Jika direkap, jumlah total transaksi yang diproses dalam XRP melonjak dari 43,3 juta pada Oktober, menjadi 53,3 juta di bulan berikutnya. Pengguna baru dalam jaringan juga naik 11,8% menjadi 237.000 user.
Menurut catatan CryptoCompare, laporan aset Ripple pada November 2021 telah berkembang dengan baik meskipun harga XRP turun 10,2% selama sebulan, ditutup pada $0,99.
Sementara itu, dari tahun ke tahun, harga XRP telah naik hampir 250% karena seluruh pasar cryptocurrency mengalami lonjakan harga secara serempak di antara gelombang adopsi institusional.
Sedangkan pada tahun ini, harga XRP tidak terpantau baik karena gugatan SEC terhadap Ripple dan dua eksekutifnya mempengaruhi kepercayaan investor.
Namun berkat whale, XRP masih bisa mempertahankan harga stabil meski tidak ada lonjakan harga yang gila.

Pakar hukum dan pendukung XRP Jeremy Hogan telah mengungkapkan, ia percaya jika pertarungan hukum Ripple dengan SEC dapat memiliki hasil positif untuk harga XRP dan berpotensi menyebabkan kejutan pasokan.
Ripple sendiri berargumen bahwa gugatan itu, “telah memengaruhi pemegang ritel XRP yang tidak bersalah yang tak terhitung jumlahnya tanpa koneksi ke Ripple.”
Baca Juga: CEO Coinbase Dukung Ripple Lawan SEC
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.