Bitcoin dan Altcoin Koreksi! Ini Dugaan Penyebabnya

Anisa Giovanny

5th December, 2021

Bitcoin dimulai bulan lalu dengan bull run, tetapi berita tentang varian COVID-19 baru Omicron disinyalir menurunkan harga.

Pada hari Senin, Bitcoin dan pasar crypto yang lebih luas tampak siap untuk pulih setelah mengalami Black Friday, namun seminggu berselang Bitcoin kembali alami penurunan.

Bitcoin (BTC) tiba-tiba turun di bawah $47.000 pada 4 Desember, kehilangan hampir 20% dalam 24 jam terakhir. Ini menjadikannya penurunan satu hari terbesar sejak 15 Mei, ketika harga Bitcoin turun hampir $33.000.

Menurut data Coinglass, pasar Bitcoin mengalami total likuidasi $1,3 miliar, dengan $735 juta dilikuidasi dalam long BTC pada penurunan ini.

Penurunan ini pun menghentikan dua bulan kondisi bullish Bitcoin sejak 29 September, di mana BTC melonjak lebih dari 63% untuk mencapai tertinggi sepanjang masa $67,602 pada 08 November. Namun, banyak analis Bitcoin termasuk TechDev tunjukkan tren serupa dengan aksi harga Bitcoin untuk setiap tahun.

Altcoin Ikut Turun

Mengikuti raja kripto, altcoin pun terpantau memerah. Ethereum turun 9% selama 24 jam terakhir menjadi lebih dari $4,000 setelah memulai kenaikan perlahan.

Di luar BTC dan ETH, beberapa nama yang paling terpukul dalam 24 jam adalah Polkadot (DOT), turun lebih dari 18%, Litecoin (LTC), yang turun 19%, Chainlink (LINK), yang turun 18%, dan Filecoin (FIL), yang turun 22%.

Dalam 24 jam terakhir Terra mengalami crash 11% menjadi sekitar $60,93, tetapi itu masih 39% lebih tinggi daripada tujuh hari yang lalu. Dogecoin turun 15% dalam semalam dan 15% dalam tujuh hari terakhir. Minggu lalu, pembaruan jaringan Dogecoin yang bermasalah menghentikan pelanggan Binance untuk dapat menarik DOGE mereka.

Penyebab Market Koreksi

Berbagai asumsi bermunculan mengenai penyebab market koreksi, beberapa di antaranya karena varian baru virus Covid-19 bernama Omicron yang mulai menyebar ke berbagai negara. Pada saat yang sama Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk mencegah inflasi yang meningkat.

Sementara itu, di China, ketua dari raksasa properti Evergrande dipanggil oleh pemerintah Guangdong setelah perusahaan tersebut mengatakan “tidak ada jaminan” akan memiliki cukup dana untuk membayar pembayaran utang.

Pemerintah provinsi mengumumkan bahwa atas permintaan Evergrande mereka akan mengirim tim pejabat untuk mengerjakan rencana restrukturisasi utang luar negerinya.

Selain itu ada pula asumsi bahwa exchange melakukan leverage reset, karena banyak trader yang melakukan over leverage sehingga bursa tidak bisa mendapatkan keuntungan karena perlu membayar profit yang dihasilkan trader yang menggunakan leverage.

Dugaan leverage reset bisa terlihat di data pendukung, ini adalah rasio antara open interest (posisi futures yang dibuka) dengan jumlah crypto yang ada di exchange.

Sumber: Glassnode

Rasionya naik signifikan, artinya trader membuka posisi jauh lebih besar dari apa yang sebenarnya dia punya. Hal ini tidak memberikan keuntungan banyak untuk bursa dan memiliki risiko yang lebih besar, sehingga ada dugaan exchange melakukan leverage reset.

Namun perlu jadi perhatian seluruh penyebab market koreksi Sabtu lalu hanya asumsi semata yang sejauh ini belum semuanya bisa dibuktikan.

Untuk saat ini harga crypto pun berangsur pulih dengan Bitcoin yang sudah naik perlahan di kisaran angka $49.000.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency