Cadangan Bitcoin Terra Hampir Ludes, Ke mana Perginya?

Anisa Giovanny

16th May, 2022

Kisah Luna masih berlanjut, LFG muncul setelah organisasi tersebut mendapat kecaman keras di Twitter karena ketidakjelasan ke mana perginya cadangan Bitcoin senilai lebih dari $3 miliar selama kehancuran ekosistem Terra.

Akhirnya, Senin (16/05) LFG pun menjelaskan soal nasib cadangan aset perusahaan.

Diketahui lewat utas Twitter, LUNA telah menjual 80.082 cadangan Bitcoin untuk UST antara 8 dan 10 Mei, dan saat ini cadangan BTC yang mereka miliki kurang lebih tersisa 313 buah, sekitar $9,2 juta pada harga saat ini.

Yayasan mengatakan bahwa pada tanggal 7 Mei, atau satu hari sebelum UST mulai turun dari harga yang seharusnya, Yayasan memiliki 80.394, bersama dengan sekitar 26,2 juta USDT, 23,5 juta USDC, 1,9 juta AVAX, 1,6 juta LUNA, dan 697.344 UST.

Sementara itu dikutip dari Bezinga, sebuah laporan dari perusahaan analitik blockchain Elliptic yang mengikuti pergerakan cadangan BTC Terra setelah runtuhnya UST.

Elliptic menemukan bahwa 22.189 BTC senilai $750 juta dikirim dari alamat Luna Foundation Guard (LFG) ke alamat baru pada saat itu. Malamnya, LFG mengerahkan 30.000 BTC lainnya senilai $930 juta ke alamat yang sama.

“Dalam beberapa jam, keseluruhan 52.189 BTC ini kemudian dipindahkan ke satu akun di Gemini, pertukaran mata uang kripto yang berbasis di AS dii beberapa transaksi bitcoin,” kata laporan itu.

Sisa 28.205 BTC dalam cadangan Terra kemudian ditransfer ke Binance pada 10 Mei. Pada saat penulisan, tidak jelas apakah dana ini disimpan di bursa kripto atau telah dijual.

Baca juga: Ada Apa dengan Terra Luna? Ini Penjelasannya

Tujuan Penjualan Cadangan Bitcoin

Yayasan bermaksud untuk menggunakan aset yang tersisa untuk mengganti sisa pengguna UST, dimulai dengan mereka yang memiliki jumlah terendah.

LFG masih mempertimbangkan beberapa opsi distribusi yang berbeda dan informasi lanjutan akan diberikan segera.

LFG melakukan penjualan ini dengan mengeksekusi pertukaran on-chain dan mentransfer BTC ke mitra.

Hal tersebut memungkinkan mereka untuk memulai transaksi dengan Terra Foundation dalam ukuran besar dan dalam waktu singkat.

Sesuai dengan Master Services Agreement tertanggal 10 Januari 2022, di mana TFL mengelola dan melaksanakan semua tugas dan dukungan keuangan, administrasi, dan operasional seperti yang diminta, pada 10 Mei, ketika nilai $UST turun menjadi $0,75.

Selain Bitcoin, perusahaan juga masih memiliki cadangan kripto lain, dan diketahui LUNA belum menjual satu pun Binance Coin (BNB) atau Avalanche (AVAX).

Masing-masing memegang sekitar 39.914 ribu dan 1,9 juta token. Secara total, cadangan LFG saat ini bernilai sekitar $81 juta, turun secara signifikan dari $4,1 miliar pada puncaknya pada 3 Mei.

Cadangan aset Terra.
Cadangan aset di Terra. Sumber: https://dashboard.lfg.org/

Baca juga: Crypto Rugi $1,9 Triliun, Instrumen Tradisional Patut Waspada!

Dua Rencana Penyelamatan UST

Saat ini, dua proposal tata kelola Terra tampaknya disukai untuk memulihkan kondisi UST, kedua rencana ini dinamakan Revival Plan dan the FatMan Plan.

Rencana Revival menyerukan hard fork di blockchain Terra untuk penciptaan 1 miliar token Terra 2.0, yang kemudian akan didistribusikan di antara pengembang, pemegang dan investor dalam proyek.

Rencana FatMan meminta LFG untuk mendistribusikan cadangan $1,5 miliar kepada semua pemegang UST sebelum de-pegging untuk membantu mereka memulihkan setidaknya beberapa nilai investasi mereka.

Baca juga: Do Kwon Publikasi Rencana Perbaikan LUNA, Binance Dukung Sampai Tuntas!

Namun para validator belum memberikan suara pada kedua proposal tersebut. Hingga saat ini belum ada kejelasan informasi mengenai nasib Terra Luna selanjutnya.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency