Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bukan Kamu Aja, Perusahaan Investasi Ini Nyangkut Rugi Rp46,5 Triliun di Crypto

Naufal Muhammad     Thursday, February 25 2021

Grayscale, salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia crypto, terlihat sedang mengalami kerugian dari dana kelolaannya.

Saat ini dana yang dikelola Grayscale turun menjadi Rp545,3 Triliun akibat jatuh sekitar Rp46,5 Triliun dari koreksi pasar saat ini.

Investasi Grayscale Rugi Namun Bertahan

Dana kelolaan Grayscale terbesar yaitu Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) terlihat jatuh sekitar 8% dari Rp495,9 Triliun hingga Rp457,9 Triliun.

Grayscale Ethereum Trust jatuh sekitar Rp78,6 Triliun menuju Rp72,4 Triliun turun sekitar Rp6,2 Triliun.

Seluruh koreksi ini terjadi sekitar 22 Februari 2021 hingga 25 Februari 2021.

Dalam kurun waktu ini, kepemilikan investasi turun 20% dan harga saham per lembar yang turun 25%.

Baca juga: Bitcoin Kembali ke $40.000, Grayscale Diduga Jadi Penyebab

Grayscale mencerminkan mayoritas investor yang berada di pasar crypto yang mengalami kerugian dalam posisi investasi.

Menurut data Bybt, Rp79,4 Triliun dalam mata uang crypto di sekitar 645.278 bursa dilikuidasikan sekitar 22 Februari 2021 dan 23 Februari 2021.

Pencairan atau likuidasi ini terlihat pada beberapa mata uang crypto utama seperti Bitcoin dan Ethereum.

Selain itu, beberapa mata uang lain yang terlihat terlikuidasi adalah Litecoin, Ripple, Binance Coin, Bitcoin Cash, EOS, Polkadot, dan Cardano.

Tetap Memimpin Pasar

Walau terjadi kerugian ini, Grayscale masih terlihat memimpin pangsa pasar investasi

Hal ini disebabkan banyaknya pengguna baru dan juga akumulasi crypto yang dilakukan.

Semua ini terjadi akibat sejak awal Tahun 2021, Grayscale telah melakukan beberapa akuisisi dan akumulasi dari kepemilikan cryptonya.

Pada Januari, Grayscale membeli 150% Bitcoin yang ditambang dari seluruh jaringan yang ada. Kemudian pada 4 Februari 2021 Grayscale melakukan pembelian lagi.

Namun, pada 4 Februari 2021, Grayscale terlihat membeli 12.684 Ethereum yang membuat dana kelolaannya naik Rp563,6 Triliun.

Baca juga: Rothschild Investasi GBTC, Grayscale Beli Rp15,5 Triliun Bitcoin

Sehingga, keseluruhan nilai dana yang dikelola oleh Grayscale berada di atas Rp500 Triliun pertama kali dalam sejarah.

Grayscale juga telah masuk ke Sektor Decentralized Finance (DeFi) dengan dana kelolaan berbasis Polkadot dan Aave yang izinnya diajukan Januari 2021.

Kemudian, Grayscale telah mengajukan izin untuk pembentukan dana kelolaan berbasis Yearn Finance dan SushiSwap di Bulan Februari 2021.

Saat ini Grayscale masih menjadi salah satu pemimpin utama dalam perusahaan investasi.

Selain itu, Grayscale juga menjadi harapan investor ritel untuk terus menjaga posisinya dan tidak menjual.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini